Berita & Artikel fisika
Kumpulan artikel pilihanKelelawar, Paus, dan Bio-Sonar: Temuan Baru Tentang Perilaku Mencari Makan Paus Mengungkapkan Konvergensi Evolusi Mengejutkan
Walaupun mereka berevolusi secara terpisah dalam jutaan tahun di dunia berbeda kegelapannya, kelelawar dan paus menggunakan perilaku akustik yang sama untuk menemukan, melacak, dan menangkap mangsa memakai ekolokasi atau sonar biologis.
Baca lengkap →
- Kelelawar, Paus, dan Bio-Sonar: Temuan Baru Tentang Perilaku Mencari Makan Paus Mengungkapkan Konvergensi Evolusi Mengejutkan
- Kepulauan Pasifik di Khatulistiwa Dapat Menjadi Tempat Pengungsian Terumbu Karang dalam Iklim yang Menghangat Karena Perubahan Arus Samudera
- Kawah Asteroid di Bumi Memberi Petunjuk Pencarian Kehidupan di Mars
- Petunjuk Baru Mengenai Benua yang Bergerak
- Ekspedisi ke Pegunungan Bawah Laut Mengungkapkan Informasi Baru Tentang Struktur Sub-Lantai Laut
- Astronom Mendeteksi Sejumlah Besar Gas dan Debu di Seputar Lubang Hitam di Masa Awal Alam Semesta
- Puluhan Miliar Planet Berbatu Berada dalam Zona Layak Huni di Bima Sakti
- Ilmuan Mengirim Pesan Nirkabel Memakai Berkas Neutrino
- Letusan di Venus Teramati
- Tidak kelahiran tidak Pula kematian menghentikan sebuah Gerombolan
Artikel terbaru
RSSKelelawar, Paus, dan Bio-Sonar: Temuan Baru Tentang Perilaku Mencari Makan Paus Mengungkapkan Konvergensi Evolusi Mengejutkan
Senin, 14 Mei 2012 - Para peneliti akan menyajikan hasil mereka dalam rapat Acoustics 2012 di Hong Kong, 13-18 Mei 2012, sebuah rapat bersama Masyarakat Akustik Amerika (ASA), Masyarakat Akustik China, Konferensi Akustik Pasifik
Kepulauan Pasifik di Khatulistiwa Dapat Menjadi Tempat Pengungsian Terumbu Karang dalam Iklim yang Menghangat Karena Perubahan Arus Samudera
Minggu, 6 Mei 2012 - Begini bagaimana ia terjadi, menurut studi oleh para ilmuan Lembaga Oseanografi Woods Hile, Kristopher Karnauskas dan Anne Cohen, diterbitkan tanggal 29 April dalam jurnal Nature Climate Change.
Di khatulistiwa,
Kawah Asteroid di Bumi Memberi Petunjuk Pencarian Kehidupan di Mars
Rabu, 25 April 2012 -
Para ilmuan percaya kalau organism tersebut adalah bukti kalau kawah demikian memberi tempat pengungsian bagi mikroba, memayungi mereka dari dampak cuaca dan peristiwa yang berubah seperti pemanasan global
Petunjuk Baru Mengenai Benua yang Bergerak
Kamis, 5 April 2012 -
“Lapisan kaya lelehan ini sesungguhnya cukup jelas di bawah lembah Samudera Pasifik dan mengelilingi daerah tersebut, sebagaimana diungkapkan oleh analisis saya pada data seismometer,” kata Dr.
Ekspedisi ke Pegunungan Bawah Laut Mengungkapkan Informasi Baru Tentang Struktur Sub-Lantai Laut
Kamis, 5 April 2012 -
Berbeda dengan gunung api laut, yang terbuat dari basalt yang sama dengan sebagian besar lantai laut, Atlantis Massif mengandung tipe batuan yang biasanya hanya ditemukan jauh di dalam kerak samudera,
Astronom Mendeteksi Sejumlah Besar Gas dan Debu di Seputar Lubang Hitam di Masa Awal Alam Semesta
Kamis, 29 Maret 2012 - Dengan menggunakan array IRAM teleskop gelombang-milimeter di Pegunungan Alpen Perancis, tim astronom Eropa dari Jerman, Inggris dan Perancis telah menemukan sebuah waduk besar gas dan debu dalam galaksi
Puluhan Miliar Planet Berbatu Berada dalam Zona Layak Huni di Bima Sakti
Rabu, 28 Maret 2012 - Hasil terbaru dari HARPS ESO menunjukkan bahwa planet-planet berbatu yang berukuran lebih kecil dari Bumi ternyata sangat berlimpah di zona layak huni di sekitar bintang merah yang redup. Tim internasional
Ilmuan Mengirim Pesan Nirkabel Memakai Berkas Neutrino
Kamis, 22 Maret 2012 - “Memakai neutrino, akan mungkin berkomunikasi diantara dua titik di Bumi tanpa memakai satelit atau kabel,” kata Dan Stancil, profesor teknik listrik dan komputer dari NC State dan pengarang utama
Letusan di Venus Teramati
Selasa, 13 Maret 2012 - Saat angin surya bergerak keluar dari matahari dengan kecepatan hampir 1,6 juta km per jam, ia berhenti sekitar 70 ribu km dari Bumi ketika ia bertabrakan dengan selubung magnetik besar yang mengelilingi
Tidak kelahiran tidak Pula kematian menghentikan sebuah Gerombolan
Minggu, 4 Maret 2012 -
Gambaran scenario dimana organisme yang mendorong dirinya sendiri – hewan, burung, bakteri, molekul dalam sel, sel kanker, ikan, dan bahkan batang plastik kecil di atas meja yang bergetar – bergerak
