Diposting Kamis, 7 Maret 2013 jam 11:05 am oleh Gun HS

Mental Orang Lain Bisa Terlihat Lewat Analisis Pencitraan Otak dengan fMRI

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 7 Maret 2013 -


Untuk mengetahui siapakah sosok yang sedang dipikirkan seseorang bisa dilakukan dengan cara menganalisis gambar otaknya. Hasil studi dari ilmuwan saraf Universitas Cornel, Nathan Spreng beserta para koleganya, menghadirkan sebuah model mental yang mampu menghasilkan pola-pola unik aktivitas otak, dan dapat dideteksi dengan memanfaatkan teknik pencitraan canggih.

“Saat mengamati data yang sudah kami peroleh, kami terkejut dengan keberhasilan kami mengkodekan siapa yang sedang dipikirkan para partisipan berdasarkan aktivitas otak mereka,” ungkap Spreng, asisten profesor pengembangan manusia di Sekolah Tinggi Ekologi Manusia, Universitas Cornell.

Memahami dan memprediksi perilaku orang lain merupakan kunci untuk bisa berhasil menavigasi dunia sosial, namun hanya sedikit yang diketahui tentang bagaimana sebenarnya otak memodelkan sifat kepribadian yang mampu mendorong perilaku orang lain. Kemampuan semacam ini memungkinkan kita mengantisipasi pada bagaimana seseorang akan bertindak dalam situasi yang mungkin tak pernah terjadi sebelumnya.

Sebagai bagian upaya untuk memecahkannya, para peneliti meminta 19 orang partisipan untuk mempelajari empat orang yang memiliki kepribadian berbeda-beda. Para partisipan diberi skenario yang berbeda (yaitu duduk dalam bus saat seorang kakek tua mendapat dan tidak mendapat tempat duduk) dan diminta membayangkan bagaimana orang tertentu akan meresponnya. Selama melakukan tugas, otak mereka dipindai dengan functional magnetic resonance imaging (fMRI), untuk mengukur aktivitas otak dengan mendeteksi perubahan dalam aliran darah.

Para peneliti menemukan bahwa pola-pola aktivitas otak yang berbeda dalam korteks prefrontal medial (mPFC) terhubung dengan masing-masing empat kepribadian yang sudah mereka pelajari sebelumnya. Dengan kata lain, apa yang sedang dibayangkan seseorang bisa diidentifikasi secara akurat hanya berdasarkan pola aktivasi otaknya.

Hasil pengamatan ini menunjukkan bahwa otak mengkodekan sifat-sifat kepribadian orang lain dalam area-area yang berbeda, dan informasi ini terintegrasi dalam korteks prefrontal medial (mPFC) untuk menghasilkan model kepribadian secara menyeluruh yang digunakan dalam merencanakan interaksi sosial.

“Penelitian sebelumnya telah menunjukkan implikasi mPFC anterior terhadap gangguan kognisi sosial seperti autisme, dan hasil studi dari kami menunjukkan bahwa penderita gangguan ini mungkin mengalami ketidakmampuan dalam membangun model kepribadian yang akurat,” kata Spreng, “Jika penelitian lebih lanjut mengkonfirmasi hal ini, mungkin pada akhirnya kita bisa mengidentifikasi biomarker aktivasi otak tertentu, tidak hanya untuk mendiagnosa penyakit semacam itu, tapi untuk memantau efek dari berbagai intervensi.”

Penelitian ini sebagian didanai oleh Wellcome Trust dan National Institutes of Health. Hasilnya kemudian dipublikasikan secara online dalam jurnal Cerebral Cortex edisi 5 Maret.

Kredit: Universitas Cornell
Jurnal: Demis Hassabis, R. Nathan Spreng, Andrei A. Rusu, Clifford A. Robbins, Raymond A. Mar, and Daniel L. Schacter. Imagine All the People: How the Brain Creates and Uses Personality Models to Predict Behavior. Cerebral Cortex, 2013; DOI: 10.1093/cercor/bht042

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.