Diposting Minggu, 28 Oktober 2012 jam 2:42 pm oleh Evy Siscawati

Kapas Penyeka Terbukti Bermasalah bagi Kesehatan Telinga

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 28 Oktober 2012 -


“Di masa lalu, banyak ahli otolaringologi bertanya apakah pembedahan memang diperlukan untuk merawat gendang telinga yang sobek. Hasil dari studi ini menunjukkan kalau 97 persen kasus sembuh dengan sendirinya dalam dua bulan, membuktikan kalau sebagian besar kasus tidak membutuhkan pembedahan,” kata   Ilaaf Darrat, M.D., seorang ahli otolaringologi dari Rumah Sakit Henry Ford dan pengarang studi ini.

 Studi ini disajikan tanggal 29 April 2011 dalam  Combined Otolaryngology Spring Meeting Chicago.

Lebih dari separuh pasien terlihat dalam klinik otolaringologi (THT), tidak melihat keluhan utamanya, mengakui memakai kapas penyeka untuk membersihkan telinga mereka. Namun jika kapas telinga didorong terlalu dalam di saluran telinga, ia dapat menyebabkan kerusakan serius, termasuk sobeknya gendang telinga, yang juga disebut sebagai perforasi selaput timpanik (tympanic membrane perforations – TMP).

TMP yang parah dapat menyebabkan lumpuh wajah dan vertigo.

“Jika seorang pasien mengalami gejala seperti kehilangan pendengaran, cairan keluar dari telinga, pusing, atau ketidaknormalan gerakan wajah mereka, mereka harus menemui dokter untuk segera memeriksa kemungkinan kerusakan telinga,” kata   Dr. Darrat.

Pengarang lain, Michael Seidman, M.D., FACS, direktur bagian bedah neurotologi dan otology di Rumah Sakit Henry Ford, merekomendasikan ketimbang memakai kapas penyeka, lebih baik gunakan alternatif berikut untuk membersihkan telinga dalam.

Studi Henry Ford mencakup 1540 pasien yang didiagnosis TMP dari tahun 2001-2010. Para pasien dengan cedera kapas penyeka dibagi menjadi dua kelompok: pengamatan dan pembedahan. Hasil yang sukses disebut TMP sembuh, resolusi atau perbaikan vertigo, tinnitus, atau lumpuh syaraf wajah, dan/atau penutupan celah tulang-udara.

 Sebuah gendang telinga yang sobek dapat diperbaiki dengan dua cara, tergantung tingkat keparahan gejala. Metode perawatan yang paling umum adalah pengamatan perforasi oleh seorang ahli otolaringologi karena seringkali gendang telinga akan sembuh dengan sendirinya dalam dua bulan. Kasus yang lebih parah dirawat dengan pembedahan.

 Sementara studi ini menemukan kalau sebagian besar kasus atau gendang telinga yang sobek sembuh dengan sendirinya, gangguan neurologi, seperti lumpuh syaraf wajah, memerlukan intervensi bedah untuk memperbaiki gendang telinga.

 Intervensi bedah terbukti sangat berhasil, dengan hanya satu pasien menderita vertigo ringan namun semakin baik.

Dr. Darrat dan koleganya menyimpulkan kalau follow up yang sesuai dengan seorang dokter untuk menguji pendengaran setelah kasus gendang telinga sobek sembuh adalah penting untuk memastikan kalau tidak ada kehilangan pendengaran yang disebabkan dari cedera ini.

Studi ini didanai oleh   Henry Ford Hospital.

Sumber berita:

 Henry Ford Health System

Referensi Jurnal:

Smith, M., Darrat, I. and Seidman, M. (2012), Otologic complications of cotton swab use: One institution’s experience. The Laryngoscope, 122: 409–411. doi: 10.1002/lary.22437

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.