Diposting Minggu, 28 Oktober 2012 jam 2:53 pm oleh Evy Siscawati

Baju Mirip IronMan NASA memberikan Kemampuan Super bagi Astronot

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 28 Oktober 2012 -


 NASA dan  Florida Institute for Human and Machine Cognition (IHMC) di Pensacola, Fla., dibantu para insinyur dari   Oceaneering Space Systems of Houston, bersama mengembangkan kerangka luar robot bernama X1. Alat seberat 28,5 kg ini adalah robot yang dapat dipakai manusia pada tubuhnya baik untuk membantu atau menghambat gerakan di sendi kaki.

 Dalam mode menghambat, alat robot ini dapat dipakai sebagai mesin latihan di antariksa untuk memberi hambatan pada gerakan kaki. Teknologi yang sama dapat dipakai sebaliknya di tanah, membantu orang lumpuh bergerak untuk pertama kalinya.

 “Robot berperan kunci di   International Space Station dan akan terus penting ketika kita semakin menjelajahi antariksa,” kata   Michael Gazarik, direktur Space Technology Program NASA. “Apa yang luar biasa tentang teknologi antariksa dan penelitian kami dengan proyek Robonaut adalah kemungkinan tak terduga yang dapat terjadi di Bumi. Menarik sekali melihat teknologi yang dikembangkan NASA suatu saat akan membantu orang yang lumpuh untuk dapat berjalan kembali atau bahkan berjalan untuk pertama kali dalam hidupnya. Investasi demikian membuat bangga NASA pada Amerika dan dunia.”

 Dipakai di kaki dengan perpanjangan hingga ke punggung dan bahu, X1 memiliki 10 derajat kebebasan, atau sendir – empat sendi gerak di paha dan lutut, dan enam sendi diam yang memungkinkan gerakan menggeser, berbelok, menunjuk, dan memutar kaki. Ada juga sendi ganda memungkinkan X1 bergerak dalam berbagai cara.

 X1 saat ini dalam fase penelitian dan pengembangan dengan focus utama perancangan, evaluasi, dan perbaikan teknologi. NASA memeriksa potensi X1 sebagai alat latihan untuk meningkatkan kesehatan kru di stasiun antariksa dan saat misi jangka panjang masa depan ke asteroid atau ke Mars. Tanpa mengambil waktu dan berat yang berharga di antariksa, X1 dapat mereplikasi latihan kru biasa, yang penting untuk menjaga kesehatan astronot dalam gravitasi mikro. Selain itu, alat ini memiliki kemampuan mengukur, merekam, dan mengirim, dalam real-time, data ke pengendali penerbangan di Bumi, member dokter kemampuan untuk umpan balik cepat pada rezim latihan kru.

 Saat teknologi ini dewasa, X1 dapat memberi kekuatan tambahan robot pada astronot saat mereka bekerja di permukaan badan planet yang jauh. Diselaraskan dengan baju antariksa, X1 dapat memberi gaya tambahan yang dibutuhkan saat eksplorasi permukaan, meningkatkan kemampuan berjalan dalam lingkungan gravitasi rendah, memberikan kekuatan besar dari ukurannya yang kecil.

 Di Bumi, IHMC tertarik mengembangkan dan memakai X1 sebagai alat pembantu berjalan. Dengan mengkombinasikan teknologi NASA dan algoritma berjalan yang dikembangkan di IHMC, X1 berpotensi memberi torsi besar untuk membantu berjalan pada berbagai permukaan, serta mendaki tangga. Studi pendahuluan memakai X1 untuk tujuan ini telah dimulai di IHMC.

“Kami sangat menghargai kerjasama kami dengan NASA,” kata Ken Ford, direktur IHMC dan CEO nya. “Kemampuan kinerja tinggi X1 akan memungkinkan IHMC terus melakukan penelitian mutakhir dalam pembantuan gerak serta memperluas pada bidang rehabilitasi.”

 Potensi X1 meluas pada aplikasi lain, termasuk rehabilitasi, modifikasi gerak, dan pengangkatan beban berat dari pengguna. Studi pendahuluan IHMC menunjukkan kalau X1 lebih nyaman, mudah digunakan, dan mudah dilepaskan daripada alat eksoskeleton sebelumnya. Para peneliti berencana meningkatkan desain X1, menambah sendi yang lebih aktif pada daerah seperti pergelangan dan paha, yang akan pada gilirannya meningkatkan potensi pemakaian alat ini.

 Dirancang dalam hanya beberapa tahun, X1 datang dari teknologi yang dikembangkan untuk Robonaut 2 dan eksoskeleton Mina IHMC.

Game Changing Development Program NASA, bagian dari Space Technology Program NASA, mendanai penelitian X1.  Space Technology Program NASA berfokus dalam mendewasakan teknologi antariksa lanjut yang dapat membawa pada pendekatan yang sepenuhnya baru pada misi antariksa dan solusi pada kebutuhan nasional yang signifikan.

Untuk informasi tambahan tentang IHMC, kunjungi  http://www.ihmc.us

Untuk informasi tentang X1 dan Robonaut, kunjungi  http://www.nasa.gov/robonaut

Sumber berita

 NASA.

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.