Diposting Jumat, 5 Oktober 2012 jam 7:33 pm oleh Gun HS

Penanggalan Baru Mengestimasi Awal Percampuran Gen Neanderthal dan Manusia Modern

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 5 Oktober 2012 -


Untuk menemukan kenapa Neanderthal begitu dekat kekerabatannya dengan manusia di luar Afrika, para ilmuwan dari Harvard dan Institut Max Planck membuat estimasi penanggalan saat Neanderthal dan manusia modern di Eropa terakhir kali berbagi nenek moyang. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal PLoS Genetics ini, menyodorkan konteks historis bagi terjadinya perkawinan silang. Riset ini menunjukkan bahwa manusia modern mungkin sudah melakukan kawin silang dengan Neanderthal segera setelah mereka menyebar keluar dari Afrika.

Neanderthal sudah berada di Eropa saat manusia modern menyebar keluar dari Afrika. Keduanya hidup berdampingan selama ribuan tahun sebelum akhirnya Neanderthal punah pada sekitar 30.000 tahun yang lalu.

Saat genom Neanderthal diurutkan pada tahun 2010, hal ini mengungkapkan bahwa manusia di luar Afrika sedikit lebih banyak memiliki varian genetik Neanderthal dibanding orang Afrika. Salah satu skenario yang dapat menjelaskan observasi ini adalah bahwa manusia modern telah bercampur dengan Neanderthal saat mereka keluar dari Afrika. Alternatif lain, tapi lebih kompleks, adalah skenario bahwa populasi di Afrika merupakan nenek moyang bagi Neandertal maupun manusia modern.

Dr. Sriram Sankararaman bersama rekan-rekannya mengukur rentang potongan-potongan DNA yang serupa dengan Neanderthal dalam genom orang Eropa. Karena rekombinasi antara dua kromosom saat sel telur dan sperma terbentuk mengurangi ukuran beberapa potongan dari tiap-tiap generasi, potongan yang terkait Neanderthal akan semakin mengecil.

Tim riset mengestimasi bahwa Neanderthal dan manusia modern terakhir kali bertukar gen antara 37.000 dan 86.000 tahun yang lalu, tak lama setelah kemunculan manusia modern di luar Afrika, tapi kemungkinan sebelum mereka mulai menyebar di seluruh Eurasia.

Para peneliti berpendapat bahwa kemungkinan hubungan seksual tersebut berlangsung di Timur Tengah.

Mereka menulis: “Analisis genetik dengan sendirinya tidak memberi indikasi di mana aliran gen mungkin terjadi. Namun, penanggalan dalam hubungannya dengan bukti arkeologi menunjukkan bahwa kedua populasi ini kemungkinan bertemu di suatu tempat di bagian barat Eurasia.

“Sebuah hipotesis yang menarik adalah di Timur Tengah, di mana bukti-bukti arkeologi dan fosil menunjukkan bahwa manusia modern muncul sebelum 100.000 tahun yang lalu.”

Kredit: Public Library of Science
Jurnal: Sriram Sankararaman, Nick Patterson, Heng Li, Svante Pääbo, David Reich. The Date of Interbreeding between Neandertals and Modern Humans. PLoS Genetics, 2012; 8 (10): e1002947 DOI: 10.1371/journal.pgen.1002947

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.