Diposting Jumat, 5 Oktober 2012 jam 4:18 pm oleh Gun HS

Ilmuwan Berhasil Membuat Bayi Tikus dari Sel Punca

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 5 Oktober 2012 -


Para ilmuwan telah berhasil menciptakan telur tikus dari sel punca dan menggunakannya untuk membuat bayi tikus yang sehat. Teknik ini akan membantu mereka dalam mempelajari bagaimana telur mengalami perkembangan dan juga menawarkan potensi untuk menciptakan telur bagi wanita yang tidak subur.

Mitinori Saito dari Universitas Kyoto memimpin tim riset yang memanfaatkan sel punca dari tikus dan secara genetik merekayasanya menjadi sel perintis telur. Saat sel-sel ini dicampur dengan sel-sel tubuh yang sesuai dari tikus betina untuk membuat “pembentukan ulang indung telur” dan menanamkannya pada tikus, mereka mengembangkannya menjadi telur dewasa. Telur-telur ini kemudian berhasil difertilisasi di dalam laboratorium dengan menggunakan IVF dan menghasilkan bayi-bayi tikus yang sehat dan subur.

Hasil studi ini dideskripsikan dalam jurnal Science. Sebelumnya, pada tahun 2003, para ilmuwan di Universitas Pennsylvania juga pernah mentransformasi sel punca tikus menjadi telur, namun tidak mengunakannya untuk menciptakan bayi tikus.

“Sistem kami ini berfungsi sebagai landasan yang kuat untuk menyelidiki dan selanjutnya membentuk kembali pembangunan germline betina secara in vitro, tidak hanya pada tikus, tetapi juga pada mamalia lain, termasuk manusia,” tulis para peneliti dalam jurnal Science.

Saitou menggunakan dua jenis sel punca dalam pekerjaannya ini: sel punca embrionik, yang ditemukan pada tahap awal embrio dan dapat berubah menjadi segala jenis jaringan dalam tubuh; serta sel punca pluripotent, yang dibuat dengan mengambil sebuah sel dari hewan dewasa (seperti sel kulit) dan memprogramnya ulang ke dalam keadaan yang serupa dengan sel punca embrionik.

Proporsi yang dijalankan untuk menciptakan keturunan yang sehat, relatif rendah – lima ekor anak tikus lahir dari 127 embrio (3,9%) dalam kasus sel punca, berbanding 13 ekor bayi dari 75 embrio (17,3%) dalam salah satu kontrol, yang dimulai dengan sel reproduksi normal tikus.

Penelitian terbaru Saitou ini memperluas hasil kerja sebelumnya tahun lalu, saat ia memimpin tim ilmuwan untuk menciptakan sperma dari sel punca tikus dan menggunakannya untuk membuat keturunan sehat dan subur lewat IVF.

Dr. Allan Pacey, seorang ahli kesuburan di Universitas Sheffield dan ketua British Fertility Society, mengatakan: “Ini merupakan bagian yang sangat teknis dari pekerjaan yang mendorong lebih jauh ilmu pengetahuan tentang bagaimana telur dihasilkan dan bagaimana kita mungkin suatu saat dapat secara rutin menstimulasi produksi telur-telur baru bagi wanita yang tidak subur.

“Apa yang luar biasa tentang pekerjaan ini adalah kenyataan bahwa, meskipun proses tersebut masih cukup efisien, keturunannya muncul sehat dan dengan sendirinya menjadi subur saat dewasa. Ini merupakan langkah besar ke depan, tapi saya akan mendesak kehati-hatian mengingat ini adalah studi laboratorium dan kita masih cukup jauh dari uji klinis untuk diterapkan pada manusia.”

Dalam jangka pendek, menjadi mampu menciptakan telur di laboratorium dari sel punca bisa membantu para ilmuwan untuk lebih memahami ketidaksuburan pada wanita dengan wawasan tentang usia telur dan bagaimana telur terkadang mengalami perkembangan yang salah.

Robert Norman, seorang profesor reproduksi dari Universitas Adelaide, mengatakan bahwa penelitian ini suatu saat akan memungkinkan para wanita tidak subur untuk memiliki anak kandung secara genetis, tapi hal itu masih butuh waktu yang sangat lama. “Perhatian utama masih perlu ditangani, termasuk kesehatan jangka panjang pada keturunannya,” katanya.

Kredit: Universitas Kyoto
Jurnal: Katsuhiko Hayashi, Sugako Ogushi, Kazuki Kurimoto, So Shimamoto, Hiroshi Ohta, Mitinori Saitou. Offspring from Oocytes Derived from in Vitro Primordial Germ Cell–Like Cells in Mice. Science, 4 Oktober 2012. DOI: 10.1126/science.1226889

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.