Diposting Jumat, 5 Oktober 2012 jam 12:37 pm oleh Evy Siscawati

Hubungan Purba Tanaman-Jamur Mengungkapkan Bagaimana Dunia Menjadi Hijau

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 5 Oktober 2012 -


Penelitian ini memberikan pengetahuan dasar bagaimana tanaman mengkoloni daratan sebelum akar berevolusi dan evolusi bersama salah satu hubungan paling purba, antara jamur dan tanaman purba yang berperan penting dalam evolusi ekosistem Bumi.

 Penelitian ini menyorot pentingnya hubungan jamur-tanaman yang menguntungkan saat evolusi akar, dimana tanaman memperoleh forfor tanah yang mendorong pertumbuhan dari jamur yang ditukar dengan gula yang dibuat oleh tanaman  lewat fotosintesis.

Studi ini membandingkan efisiensi hubungan jamur-tanaman di spesies tanaman darat yang tersebar lebih dari 400 juta tahun evolusi dalam kondisi atmosfer modern dan konsentrasi CO2 di Bumi saat tanaman pertama muncul di daratan.

 Pengarang perdana, Dr Katie Field, dari Jurusan Ilmu Hewan dan Tanaman Universitas ini mengatakan: “Penelitian kami menunjukkan pertama kalinya bagaimana ekosistem daratan Bumi diawali dengan kemitraan dengan jamur tanah hampir setengah miliar tahun lalu dan bagaimana jamur ini berperan penting dalam memungkinkan tanaman menyebar menjadi flora modern yang beraneka ragam dan sangat kaya.

 “Tanaman daratan terpurba tidak hanya berhadapan dengan persaingan cahaya dengan evolusi tanaman spesies baru yang lebih tinggi, namun juga mengalami pengurangan efisiensi simbiosis jamur dan penurunan jumlah tangkapan fosfor seiring turunnya tingkat karbon dioksida atmosfer global.

 “Sebaliknya, efisiensi simbiosis jamur pada tanaman darat yang baru berevolusi dengan organ kompleks seperti daun dan akar, meningkat seiring menurunnya level karbon dioksida. Ini memberi mereka keuntungan evolusioner berarti dan membuat mereka mendominasi ekosistem dunia masa kini.”

Dr Martin Bidartondo, dari jurusan ilmu kehidupan di Imperial College London, seorang pakar ekologi dan evolusi mycorrhiza, salah satu simbiosis paling luas di Bumi, bertanggung jawab atas pekerjaan molekuler yang dilakukan sebagai bagian dari penelitian ini.

 Dr Bidartondo menambahkan “Kami akhirnya mulai memperoleh informasi bagaimana jamur memungkinkan kolonisasi daratan oleh tanaman dan bagaimana mereka melakukannya. Ini karena kita dapat sekarang menemukan silsilah jamur mana yang mengintimisasi hubungan dengan kelompok tanaman tertua menggunakan pendekatan evolusi dan ekologi molekuler baru.”

 Para ilmuan menggunakan liverworts sebagai perwakilan kelompok tanaman tertua yang meninggalkan air. Tanaman ini tidak memiliki akar atau daun, tidak menghasilkan bunga atau biji, dan secara struktur sangat mirip dengan fosil tanaman daratan pertama.

 Sebuah pakis dipilih untuk mewakili tanaman tertua yang telah memiliki akar dan daun. Terakhir, tanaman kebun biasa –  Ribwort Plantain – dipilih sebagai contoh kelompok tanaman yang paling baru berevolusi.

 Dr Field mengatakan: “Temuan menyenangkan kami jelas menunjukkan kalau ko-evolusi sistem akar tanaman kompleks dan simbiosis jamur, terhadap latar belakang penurunan karbon dioksida atmosfer, menghasilkan peningkatan efisiensi simbiosis dan karenanya, memastikan kesuksesan tanaman dalam ‘penghijauan Bumi’ dan keanekaragamannya, menciptakan ekosistem darat yang sangat bervariasi seperti yang kita lihat sekarang.”

Sumber berita:

University of Sheffield.

Referensi jurnal:

Katie J. Field, et al. Contrasting arbuscular mycorrhizal responses of vascular and non-vascular plants to a simulated Palaeozoic CO2 decline. Nature Communications, 3, 835, doi:10.1038/ncomms1831

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.