Diposting Selasa, 2 Oktober 2012 jam 12:16 am oleh Gun HS

Pengisian Memori Membuat Kita ‘Tidak Melihat’ Objek Tegas pada Bidang Visual

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Selasa, 2 Oktober 2012 -


Berusaha untuk tetap mengingat gambar yang baru saja kita lihat ke dalam memori dapat membuat kita ‘buta’ pada hal-hal yang sedang kita lihat, demikian hasil penelitian terbaru di bawah naungan Wellcome Trust.

Sudah cukup lama diketahui bahwa di saat otak kita terfokus pada sebuah tugas, kita dapat gagal untuk melihat hal-hal lain yang berada pada bidang visual yang jelas. Fenomena ini, yang dikenal sebagai “kebutaan perhatian”, dicontohkan pula di dalam eksperimen terkenal yang disebut “gorila kasat mata”, di mana sejumlah relawan yang sedang menonton video aksi seorang pemain basket, gagal menyadari kehadiran seorang pria berkostum gorila yang melintas di tengah layar.

Hasil temuan baru ini mengungkapkan bahwa bidang penglihatan kita tidak perlu dikacaukan dengan objek-objek lain untuk menyebabkan ‘kebutaan’ tersebut. Hanya dengan fokus mengingat sesuatu yang baru saja kita lihat, hal itu sudah cukup membuat kita tidak menyadari hal-hal yang terjadi di sekeliling kita.

Profesor Nilli Lavie dari Institut Ilmu Saraf Kognitif, yang memimpin studi ini, menjelaskan: “Sebuah contoh yang relevan dengan dunia nyata adalah ketika orang mengikuti petunjuk dari alat navigasi selagi berkendara.

“Riset kami akan menunjukkan bahwa fokus dalam mengingat petunjuk yang baru saja kita lihat di layar navigasi bisa saja menjadikan kita lebih gagal mengamati bahaya-bahaya lain di sekitar kita di jalanan, misalnya sepeda motor yang mendekat atau pejalan kaki yang menyeberang jalan, sekalipun kita mungkin ‘melihat’ arah yang kita tuju.”

Para relawan dalam studi ini diberikan tugas memori visual untuk dikerjakan selagi para peneliti mengamati aktivitas di otak mereka dengan menggunakan pencitraan resonansi magnetik fungsional. Temuan studi ini mengungkapkan bahwa, selagi para relawan berkutat dalam mengingat sebuah gambar yang baru saja ditunjukkan, mereka gagal memperhatikan kilatan cahaya yang harus mereka deteksi, sekalipun tidak ada objek lain dalam bidang penglihatan mereka di waktu yang sama.

Sebaliknya, para partisipan bisa dengan mudah mendeteksi kilatan cahaya saat pikiran mereka tidak diisi, menunjukkan bahwa sebelumnya mereka telah membangun ‘pengisian menyebabkan kebutaan’. Di saat yang sama, tim riset mengamati terjadinya pengurangan aktivitas di area otak yang mengolah kehadiran informasi visual, yaitu korteks visual primer.

Profesor Lavie menambahkan: “‘Kebutaan’ tampaknya disebabkan oleh terganggunya pesan visual untuk mencapai otak pada tahap yang paling awal dalam jalur aliran informasi. Artinya, selagi mata ‘melihat’ objek, otak tidak melihatnya.”

Gagasan bahwa terjadi kompetisi dalam otak dengan terbatasnya daya dalam mengolah informasi dikenal sebagai ‘teori pengisian’ dan pertama kali diusulkan oleh Profesor Lavie sejak lebih dari satu dekade lalu. Teori ini menjelaskan kenapa otak gagal dalam mendeteksi kejadian-kejadian yang bahkan menyolok pada bidang penglihatan, seperti halnya pria berkostum gorila, saat perhatian terfokus pada sebuah tugas yang melibatkan tingkat tinggi pengisian informasi.

Riset ini mengungkapkan jalur kompetisi dalam otak antara informasi visual baru dan memori visual jangka-pendek kita yang tidak diapresiasi sebelumnya. Dengan kata lain, tindakan untuk mengingat sesuatu yang kita lihat berarti kita tidak melihat apa yang sedang kita lihat.

Kredit: Wellcome Trust
Jurnal: Nikos Konstantinou, Bahador Bahrami, Geraint Rees, Nilli Lavie. Visual Short-term Memory Load Reduces Retinotopic Cortex Response to Contrast. Journal of Cognitive Neuroscience, 2012; 24 (11): 2199 DOI: 10.1162/jocn_a_00279

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.