Diposting Selasa, 11 September 2012 jam 5:03 pm oleh Evy Siscawati

Neil Armstrong, 1930-2012, Astronot Pertama yang Mendarat di Bulan Wafat

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Selasa, 11 September 2012 -


 Kata-kata Armstrong “Ini adalah satu langkah kecil seorang manusia, tapi sebuah langkah besar bagi umat manusia,” yang diucapkan tanggal 20 Juli 1969, saat ia menjadi orang pertama yang melangkahkan kaki ke benda planeter lain, segera menjadi bagian dari sejarah.

Kata-kata tersebut datang dari Mare Tranquillitatis dan menjadi pemenuhan klimaks usaha dan harapan jutaan orang dan pengeluaran miliaran dollar. Sebuah plak di salah satu kaki pendarat tersebut menyatakan “Kami datang dengan damai bagi semua manusia,” lebih jauh menekankan kalau Armstrong dan astronot rekannya  Edwin “Buzz” Aldrin adalah wakil dari semua manusia.

Armstrong meninggalkan seorang istri, dua anak laki-laki, seorang anak laki-laki angkat, 10 cucu, seorang saudara laki-laki, dan seorang saudara perempuan.

“Neil Armstrong adalah seorang pahlawan, bukan hanya pada masanya, namun sepanjang masa,” kata Presiden Barack Obama. “Terima kasih, Neil, karena menunjukkan kami kekuatan dari satu langkah kecil.”

Keluarga Armstrong merilis pernyataan berikut pada hari Sabtu, 25 Agustus 2012:

“Neil Armstrong juga seorang pahlawan Amerika yang selalu percaya kalau ia hanya melaksanakan tugasnya. Ia melayani negaranya dengan bangga, sebagai penerbang tempur Angkatan Laut, pilot uji, dan astronot. Ia juga sukses di rumah asalnya di Ohio dalam bisnis dan pendidikan, dan menjadi pemimpin masyarakat di   Cincinnati. …

“Sementara kami berduka atas hilangnya orang yang sangat baik, kami juga merayakan hidupnya dan harapannya yang luar biasa yang ia lakukan sebagai contoh bagi para pemuda di penjuru dunia untuk bekerja keras menjadikan impian mereka kenyataan, agar ingin menjelajah dan mendorong batas, dan dengan rendah hati melayani masyarakat yang lebih luas dari dirinya sendiri.”

Keluarga Armstrong akan memberikan update lebih lanjut di  www.neilarmstronginfo.com .

“Selama masih ada buku sejarah, Neil Armstrong akan selalu ada di dalamnya, diingat karena mengambil langkah kecil pertama umat manusia di dunia di luar dunia kita,” kata Administrator NASA  Charles Bolden.

“Selain menjadi salah satu penjelajah terbesar Amerika,” tambah Bolden, “Neil membawa sebuah kebanggaan sekaligus rasa rendah hati yang menjadi contoh bagi kita semua.”

 Pilot modul lunar Apollo 11 dan rekan pendarat bulannya Buzz Aldrin menyatakan: “Saya sangat sedih mengetahui kalau Neil Armstrong wafat hari ini. Neil dan saya berlatih bersama sebagai rekan teknik namun kami juga teman akrab yang akan selalu terhubung lewat partisipasi kami dalam misi Apollo 11. Kapanpun saya melihat ke Bulan, saya teringat saat-saat kami empat dekade lalu ketika saya menyadari kalau walaupun kami jauh dari Bumi daripada dua manusia manapun pernah lakukan, kami tidak sendirian.”

 Pilot modul komando Apollo 11 Michael Collins mengatakan “Ia adalah yang terbaik, dan saya akan sangat merindukannya.”

 “Wafatnya Neil Armstrong mengejutkan kita semua di   Johnson Space Center,” kata direktur Pusat Michael Coats. Seluruh dunia tahu Neil adalah manusia pertama yang menjejakkan kaki di Bulan, namun bagi kami ia adalah seorang rekan, seorang sahabat, dan seorang juru bicara luar biasa bagi Human Space Program. Kepercayaan dirinya, ketenangannya, dan kemampuannya melakukan apapun dalam tekanan menjadi contoh bagi semua astronot selanjutnya. Model peran kami akan kami rindukan.”

 “Neil Armstrong adalah inspirasi yang sangat pribadi bagi kita semua di kantor astronot,” kata Bob Behnken, Kepala Kantor Astronot NASA. “Langkah historisnya di permukaan Bulan adalah landasan bagi banyak impian pribadi kami untuk menjadi astronot. Satu-satunya yang menutupi pencapaiannya adalah rasa rendah hatinya mengenai pencapaian tersebut. Kita akan merindukannya sebagai teman, guru, penjelajah, dan duta bagi semangat kecerdasan Amerika.”

 Kalimat tunggal Armstrong, walaupun dihadapkan dengan perpecahan dan konflik di Bumi, masih menandai kejayaan Amerika Serikat dalam pacuan antariksa dengan Uni Soviet.

Neil A. Armstrong lahir 5 agustus 1930 di Wapakoneta, Ohio. Ia memperoleh gelar sarjana teknik penerbangan dari Universitas Purdue dan gelar master dari  University of Southern California.

Ia adalah penerbang Angkatan Laut dari 1949 hingga 1952. Dalam Perang Korea, ia ikut misi kombat 78.

 Tahun 1955 ia ikut dalam  National Advisory Committee for Aeronautics (NACA), pendahulu NASA, sebagai pilot peneliti di Laboratorium Lewis di   Cleveland.

Armstrong kemudian ditransfer ke  High Speed Flight Research Station NACA di Edwards AFB, Calif. Sebagai pilot proyek, ia ada di garis depan pengembangan banyak pesawat kecepatan tinggi, termasuk X-15, yang terbang dengan kecepatan 6,500 km per jam.

 Ia menerbangkan lebih dari 200 model pesawat. Termasuklah pesawat jet, roket, helikopter, dan layang.

Armstrong terpilih sebagai astronot tahun 1962.

Penerbangan antariksa pertamanya adalah Gemini 8 yang ia komandokan. Ia adalah warga negara AS pertama yang menerbangkan pesawat antariksa. Dengan rekan astronotnya, David R. Scott, Armstrong melakukan doking pertama di antariksa, dengan satelit target Agena.

 Kurang dari satu jam kemudian pesawat mereka mulai gerakan berputar tak terencana. Setelah lepas, ia meningkat menjadi satu putaran per detik. Salah satu pendorong dari 16 pendorong Gemini tersangkut karena konsleting.

 Armstrong memakai pendorong re-entry untuk mengendalikan kapsulnya, dan setelah berjuang selama 30 menit, ia menjadi stabil. Aturan penerbangan memerintahkan untuk kembali ke Bumi setelah menggunakan pendorong re-entry, jadi para kru menembakkan retroroket yang mengirim Gemini 8 ke zona pendaratan di Pasifik Barat.

 Penerbangan menentukan tersebut pada tanggal 16 Maret 1966 yang berlangsung selama 10 jam 41 menit.

 Apollo 11 berangkat tanggal 16 Juli 1969 dengan  Armstrong, Aldrin dan Mike Collins didalamnya. Collins tetap di orbit bulan dalam modul komando sementara Armstrong dan Aldrin turun dalam modul bulan yang mereka namakan Eagle ke pendaratan bersejarah di permukaan Bulan.

 “Houston, Basis Tranquilitatis disini. Eagle telah mendarat,” kata Armstrong, Bumi yang tegang menunggu para astronot akhirnya mendarat di permukaan bulan.

 Ia dan Aldrin menghabiskan sekitar 2 jam menjelajah dan mengumpulkan lebih dari 25 kg batu bulan dan melakukan tiga eksperimen ilmiah. Esok hari, setelah 21 jam 37 menit di Bulan, mereka menembakkan mesin Eagle untuk mulai kembali ke Collins dan modul komando.

Kru kembali ke Bumi, mendarat dekat dengan USS Hornet di Pasifik setelah sebuah misi hanya selama delapan hari. Presiden Richard M. Nixon ada di dek pembawa pesawat untuk menyambut mereka.

“Ini adalah minggu terbesar dalam sejarah manusia sejak penciptaan,” kata Nixon pada ketiga orang tersebut.

Setelah 16 hari karantina untuk melindungi Bumi dari kuman dari Bulan yang mungkin ada, kru ini melakukan tur AS dan internasional. Jutaan orang menyambut mereka sebagai pahlawan.

Armstrong kemudian mengabdi sebagai deputi asisten administrator untuk aeronautika di Office of Advanced Research and technology di markas besar NASA. Ia berhenti dari dinas antariksa tahun 1971. Ia kemudian menjadi profesor di Universitas Cincinnati dari tahun 1971 hingga 1979 dan terlibat dalam pengajaran maupun penelitian.

Ia kemudian memasuki dunia bisnis. Di antara berbagai posisi, ia bekerja selama 10 tahun sebagai pimpinan Computing Technologies for Aviation Inc. di Charlottesville, Va. dan kemudian sebagai pimpinan di AIL Systems Inc., sebuah perusahaan sistem elektronik berbasis di Deer Park, N.Y.

Armstrong adalah anggota dari Masyarakat Aeronautika Kerajaan dan Masyarakat Pilot Uji Eksperimental, serta anggota kehormatan Institut Aeronautika dan Astronautika Amerika dan Federasi Astronautika Internasional.

Ia adalah anggota dari Akademi Teknik Nasional. Ia menjadi anggota Komisi Nasional Antariksa tahun 1985 dan 1986, dan tahun 1985 menjadi wakil ketua Komisi Presiden Kecelakaan Pesawat Antariksa Challenger. Ia juga ketua Komite Penasehat Presiden untuk Korps Perdamaian 1971 hingga 1973.

Tujuh belas negara memberikan penghargaan pada Armstrong. Penghargaan yang ia terima mencakup Medali Kebebasan Presiden, Medali Penghargaan Antariksa Kongres, Penghargaan Duta Eksplorasi NASA, Medali Klub Penjelajah, Trofi Memorial Robert H. Goddard, Medali Pelayanan Luar Biasa NASA, Trofi Penerbangan Internasional Harmon, Medali Emas Masyarakat Geografi Kerajaan, Medali Antariksa Emas Federasi Aeronautique Internationale, Penghargaan Prestasi Penerbangan Masyarakat Astronautikal Amerika, dan Trofi Robert J. Collier Trophy, Penghargaan Astronautika AIAA, Penghargaan Octave Chanute, dan Penghargaan John J. Montgomery.

Sumber berita: NASA.

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.