Diposting Selasa, 11 September 2012 jam 4:49 pm oleh Evy Siscawati

Bahan Zaman Antariksa Baru untuk Barang Rumah Tangga, Pakaian, dan Kebutuhan Sehari-hari Lainnya

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Selasa, 11 September 2012 -


 

Laporan ini, mengenai pengembangan “aerogel” fleksibel baru – bahan yang begitu ringan sehingga disebut juga “asap padat’ – adalah bagian dari Rapat dan Eksposisi Nasional ke-244 Masyarakat Kimia Amerika.

 Mary Ann B. Meador, Ph.D., menjelaskan aerogel tradisional, yang dikembangkan satu dekade lalu dan dibuat dari silika, ditemukan dalam pasir pantai, bersifat rapuh dan mudah patah atau hancur. Para ilmuan telah meningkatkan kekuatan aerogel sepanjang berjalannya waktu, dan Meador menjelaskan salah satu bahan diperkuat ini yang dikembangkan dengan rekan-rekannya dari Pusat Penelitian Glenn NASA di   Cleveland, Ohio.

“Aerogel jenis baru ini 500 kali lebih kuat dari sebelumnya,” kata Meador. “Sebuah lembaran tebal mampu menopang berat sebuah mobil. Dan mereka dapat dibuat dalam bentuk tipis dalam bentuk film yang begitu fleksibel sehingga berbagai penggunaan komersial dan industrial mungkin dilakukan.”

 Aerogel fleksibel, misalnya, dapat digunakan dalam genre baru pakaian super isolasi yang menjaga orang tetap hangat dalam cuaca dingin dengan ukuran lebih tipis daripada garmen termal tradisional. Tenda dan kantung tidur juga dapat diperingan. Pendingin dan lemari es dapat diisolasi dengan bahan ini sehingga akan memperkecil ketebalan dinding dan memperbesar kapasitas penyimpanan. Meador mengatakan kalau aerogel 5-10 kali lebih efisien daripada isolasi modern, dengan lembar setebal 6 mm, ia mampu memberikan isolasi setara 7,5 cm fiberglass. Dan dapat digunakan dalam banyak aplikasi dalam isolasi efisiensi tinggi dan tipis seperti bangunan, kaca, pipa, pemanas air, dan alat lainnya.

 NASA membayangkan menggunakannya dalam pesawat antariksa sistem re-entri yang kembali ke Bumi dari Stasiun Antariksa Internasional dan mungkin misi lainnya pula. Kendaraan re-entri membutuhkan pelindung panas yang menjaga mereka agar tidak terbakar saat dipanaskan oleh gesekan dengan atmosfer Bumi. Pelindung tersebut besar dan berat. Jadi NASA mencari cara memakai pelindung panas dari aerogel fleksibel yang mengembang seperti balon ketika pesawat memasuki atmosfer.

 Meador mengatakan bahan ini juga dapat dipakai untuk mengisolasi pakaian antariksa. Walau begitu, ia mungkin tidak bagus untuk produk pakaian pemadam kebakaran, yang membutuhkan perlindungan melebihi batas 300 derajat Celsius yang dimiliki aerogel ini.

 Para ilmuan memproduksi aerogel baru yang lebih kuat ini dengan dua cara. Pertama melibatkan pengubahan dalam arsitektur terdalam aerogel silika tradisional. Mereka memakai sebuah bahan polimer mirip plastik untuk memperkuat jaringan silika yang merentang dalam struktur aerogel. Cara lain menggunakan pembuatan aerogel dari polyimida, sebuah polimer yang sangat kuat dan tahan panas, atau bahan mirip plastik, dan kemudian memasukkan hubungan melintang mirip kalung untuk menambah kekuatan pada strukturnya.

Sumber berita:

American Chemical Society (ACS)

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.