Diposting Selasa, 11 September 2012 jam 4:44 pm oleh Evy Siscawati

Astronom Menemukan Kelompok Galaksi Pertama yang Mirip dengan Kelompok Galaksi Kita

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Selasa, 11 September 2012 -


 

Bima Sakti adalah galaksi biasa namun dibandingkan dengan tetangga dekatnya – Awan Magellan – ia menjadi sangat langka dan mungkin satu-satunya pasangan di jagad raya, hingga sebuah survey alam semesta lokal kita menemukan dua contoh pasangan seperti ini.

Astronom Dr Aaron Robotham, bergabung dari nodus Universitas Australia Barat International Centre for Radio Astronomy Research (ICRAR) dan University of St Andrews Scotlandia, mencari kelompok galaksi sama dengan kita dalam peta jagad raya lokal paling detail yang ada saat ini, survey Galaxy and Mass Assembly (GAMA).

“Kami belum pernah menemukan sistem galaksi lain seperti Bima Sakti sebelumnya, yang tidak mengejutkan menimbang seberapa sulit mereka dideteksi! Hanya baru-baru ini saja menjadi mungkin melakukan analisis yang memungkinkan kami menemukan kelompok yang sama,” kata Dr Robotham.

“Segalanya harus muncul bersamaan sekaligus: kami memerlukan teleskop yang cukup baik untuk mendeteksi bukan hanya galaksi namun juga rekan kabur mereka, kami perlu melihat pada potongan besar di langit, dan yang paling penting, kita perlu memastikan tidak ada galaksi yang dilewatkan dalam survey ini.”

Simulasi canggih mengenai bagaimana galaksi terbentuk tidak menghasilkan banyak contoh yang sama dengan Bima Sakti dan sekitarnya, memprediksi kalau mereka merupakan kombinasi langka. Astronom belum mampu memberi tahu seberapa langka kah itu hingga sekarang, dengan penemuan bukan hanya satu tapi dua pasangan tepat dari ratusan ribu galaksi yang disurvey.

“Kami menemukan sekitar 3% galaksi sama dengan Bima Sakti memiliki rekan galaksi seperti Awan Magellan, yang berarti memang sangat langka. Secara total, kami menemukan 14 sistem galaksi yang sama dengan kita, dengan dua diantaranya hampir eksak sama,” kata Dr. Robotham.

Bima Sakti terkunci dalam tarian kosmik kompleks dengan rekan-rekan dekatnya, Awan Magellan Besar dan Awan Magellan Kecil, yang jelas terlihat di langit malam belahan selatan Bumi. Banyak galaksi memiliki galaksi yang lebih kecil mengorbit di sekitarnya, namun sedikit yang memiliki dua satelit yang sebesar Awan Magellan.

Penelitian Dr. Robotham juga menemukan kalau walaupun rekanan seperti Awan Magellan itu langka, ketika ia ditemukan mereka biasanya dekat sebuah galaksi yang sangat mirip Bima Sakti, yang berarti kita berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat untuk melihat pemandangan demikian di langit malam kita.

“Galaksi yang kita tinggali itu sepenuhnya umum namun Awan Magellan di dekatnya itu langka, dan mungkin penampakan yang berusia pendek. Kami harus menikmatinya di saat kita bisa, mereka hanya ada sekitar beberapa miliar tahun lagi,” tambah Dr Robotham.

Dr Robotham dan koleganya mendapatkan pendanaan untuk bekerja pada teleskop di New South Wales dan Chili untuk mempelajari sistem kembaran Bima Sakti yang telah mereka temukan ini.

Survey Galaxy and Mass Assembly (GAMA) adalah sebuah kolaborasi kerjasama internasional dipimpin dari ICRAR dan Australian Astronomical Observatory untuk memetakan alam semesta lokal kita secara lebih detail.

ICRAR adalah sebuah joint venture antara Universitas Curtin dan Universitas Australia Barat memberikan anugerah penelitian dalam bidang astronomi radio.

Sumber berita:

International Centre for Radio Astronomy Research.

Referensi jurnal:

A. S. G. Robotham, I. K. Baldry, J. Bland-Hawthorn, S. P. Driver, J. Loveday, P. Norberg, A. E. Bauer, K. Bekki, S. Brough, M. Brown, A. Graham, A. M. Hopkins, S. Phillipps, C. Power, A. Sansom, L. Staveley-Smith. Galaxy And Mass Assembly (GAMA): in search of Milky Way Magellanic Cloud analogues. Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, 2012; 424 (2): 1448 DOI: 10.1111/j.1365-2966.2012.21332.x

 

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.