Iklan Kampanye Menyerang Lawan Politik oleh Kelompok Independen Lebih Efektif daripada oleh Kandidat
Suka dengan artikel ini?
Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh. Login
Minggu, 29 Juli 2012 - Saat musim pilkada tiba, banyak pemilih siap mengalami serangan iklan politik. Bukan hanya mempromosikan dirinya, kandidat sering juga menunjukkan kelemahan lawan politiknya.
Menurut sebuah artikel terbaru di American Politics Research, sebuah jurnal SAGE, kekuatan iklan yang disponsori oleh kelompok independen terletak bukan hanya dalam volumenya, namun juga efektivitas relatifnya. Ketika sebuah iklan disponsori oleh kelompok independen, para peneliti menemukan kalau iklan tersebut jauh lebih efektif daripada iklan yang sama tapi disponsori oleh seorang kandidat.
“Studi ini menunjukkan kalau kandidat harus berharap pada tenaga kerja tidak resmi, dimana kelompok independen yang tidak akuntabel bagi pemilih akan bekerja dengan melakukan kampanye yang tidak perlu dilakukan oleh kandidat,” tulis pengarang studi Deborah Jordan Brooks dan Michael Murov.
Brooks dan Murov melakukan eksperimen dengan menunjukkan iklan pilkada negatif mengenai seorang kandidat fiktif. Iklan tersebut didukung oleh lawan kandidat, oleh kelompok independen nonpartai, atau tidak kedua-duanya dan ditunjukkan pada sampel sebanyak 1500 orang dari AS.
Tanpa melihat sponsornya, Brooks dan Murov menemukan kalau iklan semuanya sama persuasifnya tentang kelemahan kandidat yang menjadi target iklan. Perbedaannya adalah public menghukum kandidat untuk mensponsori iklan tersebut dengan apa yang disebut efek balik (backlash effect). Karena ada jauh lebih sedikit efek balik ditemukan pada kandidat ynag diuntungkan jika sponsor iklan adalah kelompok independen, iklan ini jauh lebih efektif ketika disponsori oleh Citizens for a Better State Government daripada kandidat itu sendiri.
Para pengarang menyarankan pula kalau karena ada potensi efek balik dari pemilih, kelompok independen dapat memperoleh insentif lebih banyak untuk menghasilkan iklan yang sangat controversial sementara menghadapi sedikit insentif dari iklan yang jujur.
“Sampai pada mereka dapat memunculkan kontroversi, mereka dapat memperoleh liputan media gratis yang dapat memperluas cakupan mereka melebihi pengeluaran iklan yang sesungguhnya,” tulis para pengarang.
Sumber berita:
Referensi jurnal:
D. J. Brooks, M. Murov. Assessing Accountability in a Post-Citizens United Era: The Effects of Attack Ad Sponsorship by Unknown Independent Groups. American Politics Research, 2012; 40 (3): 383 DOI: 10.1177/1532673X11414791
- Urutan Genom Coelacanth Menginformasikan Evolusi Vertebrata Darat
- Misi Kepler NASA: Tiga Planet Berukuran Super-Bumi Ditemukan Dalam Zona Layak Huni
- Teknik Ultra-cepat Menyingkap Prinsip-prinsip Perancangan dalam Biologi Kuantum
- Studi Telur Mengungkap Eratnya Hubungan Evolusi Antara Burung dan Dinosaurus
- Ilmuwan Membentuk Sel-sel Saraf Baru – Langsung di Dalam Otak
- Ilmuwan Temukan Kemungkinan untuk Menciptakan Bahan Bakar dari Karbon Dioksida di Atmosfer
- Metascreen Ultra-tipis: Setahap Mewujudkan Mantel Tembus Pandang ala Harry Potter
- Kehadiran Manusia di Kepulauan Pasifik Sebabkan Kepunahan Massal Burung
- Kehidupan Ditemukan Dalam Ekosistem Terluas di Bumi, Jauh di Kedalaman Kerak Samudera
- Ilmuwan Menghidupkan Kembali Embrio Katak yang Telah Punah
