Diposting Sabtu, 28 Juli 2012 jam 1:46 am oleh Albert Liang

EKSTRAK CURCUMIN DALAM MENCEGAH DIABETES TIPE 2

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 28 Juli 2012 -


Suatu penelitian klinis berskala kecil menyatakan bahwa suplemen yang terdapat dalam bahan dalam bumbu kari dapat membantu mencegah diabetes pada orang dengan resiko tinggi.

 

Para peneliti menemukan bahwa pemberian dosis curcumin harian selama sembilan bulan nampaknya dapat mencegah kasus baru diabetes diantara orang dengan kondisi pre-diabetes – kondisi dimana kadar gula darah tinggi secara abnormal yang dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2, yang berhubungan dengan obesitas

 

Curcumin merupakan bahan yang terdapat pada rempah kunyit, dan penelitian laboratorium telah menunjukkan bahwa senyawa ini dapat melawan inflamasi dan kerusakan oksidatif pada sel-sel tubuh. Dua proses yang disebutkan di atas diduga berperan dalam proses terjadinya berbagai penyakit, termasuk diabetes tipe 2.

 

Penelitian tersebut, dipublikasikan pada jurnal Diabetes Care, menyertakan 240 orang Thailand dewasa dengan kondisi prediabetes yang tentukan secara random untuk mengkonsumsi kapsul curcumin atau placebo (kapsul dengan penampilan sama tanpa bahan aktif).

 

Setelah 9 bulan, 19 dari 116 pasien placebo mengalami diabetes tipe 2. Hal ini kontras dengan 0 dari 119 pasien yang mengkonsumsi curcumin.

 

Para peneliti, yang dipimpin oleh Dr. Somlak Chuengsamarn dari Universitas Srinakharinwirot di Nakornnayok, Thailand, menganggap temuan ini sebagai hal yang mendukung penggunaan senyawa tersebut.

 

“karena manfaat dan keamanan bahan ini, kami mengusulkan agar ekstrak curcumin agar dipergunakan sebagai terapi intervensi untuk populasi prediabetes”, tulis ilmuwan tersebut.

 

Mereka tidak merespon terhadap permintaan email untuk wawancara.

 

Namun, ahli diabetes tidak dilibatkan dalam penelitian ini, sehingga terlalu dini apabila orang-orang ingin membeli suplemen curcumin.

 

“Hal ini nampaknya menjanjikan, namun masih terdapat banyak pertanyaan”, kata Constance Brown-Riggs, seorang edukator diebetes tersertifikasi dan juru bicara bagi the Academy of Nutrition and Dietetics.

 

Satu masalah lain adalah penelitian ini hanya berlangsung selama sembilan bulan, Brown-Riggs berkata pada Reuters Health. Dan telah diketahui dari penelitian yang lebih besar dan lama bahwa perubahan gaya hidup – termasuk pengaturan kalori dan olahraga – dapat mencegah atau menunda diabetes tipe 2 pada orang dengan prediabetes.

 

Brown-Riggs berkata bahwa ia khawatir bahwa orang dengan prediabetes akan melihat hal ini sebagai solusi instan dalam kapsul curcumin.

 

“Apabila saya membicarakan hal ini dengan seorang pasian”, ia berkata “Saya akan menyarankan untuk berkonsentrasi pada pola makan sehat dan gaya hidup secaa keseluruhan. Menyertakan lebih banyak tanaman dan rempah dalam makanan anda, dan mempergunakan hal tersebut sebagai pengganti natrium.”

 

—————————————————————————————————————–

APA YANG TERDAPAT DALAM SUPLEMEN ANDA?

 

Pada penelitian ini, peserta penelitian meminum enam kapsul suplemen per hari, masing-masing mengandung 250 miligram “curcuminoid”.

 

Tahun lalu, perusahaan penguji ConsumerLab.com menemukan bahwa 20 persen suplemen curcumin dan kunyit yang diuji tidak lolos dalam pengujian kualitas tersebut. Dan biaya untuk mendapatkan sejumlah curcumin yang diperlukan dalam penelitian ini akan berkisar dari 39 sen sampai 1,5 dolar amerika, bergantung pada suplemen yang dipergunakan.

 

Namun dibalik masalah tersebut, Brown-Riggs berkata bahwa ia khawatir orang akan mengabaikan perubahan pola makan dan olahraga yang mereka perlukan untuk kesehatan mereka dan lebih menyukai “obat ajaib”.

 

“saya pikir saat ini yang paling baik dilakukan adalah menyertakan bahan ini dalam pola makan anda” katanya. “Cobalah bereksperimen dengan makanan Asia” – yang sering mengandung kunyit dan curcumin.

 

Walaupun demikian, Brown-Riggs mengatakan bahwa penelitian mengenai kapsul curcumin harus dilanjutkan. “penelitian ini menarik, dan berita baiknya, nampaknya terdapat efek samping yang minimal”

 

Satu peserta penelitian yang mendapatkan curcumin melaporkan keluhan “gatal”, dua mengalami konstipasi dan satu melaporkan vertigo. Masih belum jelas apakah suplemen tersebut bertanggung jawab terhadap efek tersebut.

 

Dan apabila curcumin memang membantu melawan diabetes, alasan penyebabnya belum jelas betul.

 

Namun para peneliti menemukan bahwa suplemen tersebut nampaknya meningkatkan fungsi sel beta pada pancreas yang melepaskan hormon regulator gula darah, insulin.

 

Mereka berspekulasi bahwa efek anti-inflamasi curcumin membantu melindungi sel beta pancreas dari kerusakan.
sumber berita: reuters

 

Sumber Jurnal: S. Chuengsamarn, S. Rattanamongkolgul, R. Luechapudiporn, C Phisalaphong, dan S. Jirawatnotai, Curcumin Extract for Prevention of Type 2 Diabetes. Diabetes Care July 6, 2012
http://care.diabetesjournals.org/content/early/2012/07/02/dc12-0116

Kunyit

Ilustrasi kunyit, salah satu sumber curcumin

 

Albert Liang
praktisi kesehatan di Bandung.
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.