Saran Karir Penting dalam Mendorong Masuknya Pelajar ke Bidang Sains
Suka dengan artikel ini?
Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh. Login
Senin, 16 Juli 2012 - Lebih banyak pelajar mempelajari fisika dan kimia setelah usia 16 tahun di sekolah yang memberikan jangkauan supervisi dan saran karir yang lebih luas, menurut penelitian terbaru oleh akademisi dari Universitas York.
Studi ini mengungkapkan kalau sekolah yang memiliki masukan fisika dan kimia adalah mereka yang memberikan penempatan kerja berbasis sains dengan pengusaha setempat – dan memungkinkan siswa secara signifikan mengatakannya dalam pilihan penempatannya.
Para peneliti membandingkan masukan fisika dan kimia dalam empat pasang sekolah menengah di Inggris di lokasi pedesaan, semi-pedesaan, dan kota. Mereka memuat enam sekolah komprehensif dan dua sekolah tata bahasa untuk perempuan.
Penelitian ini, dipimpin oleh Profesor Judith Bennet dari Jurusan Pendidikan Universitas tersebut, dikomisikan oleh AstraZeneca Science Teaching Trust.
Menggunakan Database Siswa Nasional, tim peneliti menemukan sekolah dengan karakteristik sama mencakup sekolah 11-16 dan 11-18. Mereka memeriksa kinerja rata-rata pada semua GCSE dan sains dan rata-rata siswa yang mengambil level-A dan proporsi mereka yang memilih fisika dan kimia.
Professor Bennett mengatakan: “Kami ingin melihat faktor yang mempengaruhi keputusan pelajar termasuk fitur khusus sekolahnya. Pesan terkuat yang muncul adalah pengambilan bidang fisika dan kimia lebih besar dimana saran dan panduan karirnya lebih komprehensif.
“Kami menemukan pengambil lebih baik dimana guru lebih banyak terlibat dalam saran dan panduan karir dan dimana siswa mampu mengalami penempatan kerja berbasis sains. Pelajar juga dihargai dalam terlibat pada seleksi penempatan kerja mereka.
“Sekolah dengan masukan besar terjaring dengan baik dengan pengusaha setempat dan dirancang bagi orang yang bekerja dalam bidang sains utuk masuk dan berbicara dengan siswa. Siswa juga didukung untuk membangun perkumpulan berbasis sains di sekolah.”
Sumber berita:
Referensi jurnal:
Hampden-Thompson, G., Lubben, F., & Bennett, J. (2011). Post-16 physics and chemistry uptake: combining large scale secondary analysis with in-depth qualitative methods. International Journal of Research and Method in Education, 34 (3), 279-297.
- Urutan Genom Coelacanth Menginformasikan Evolusi Vertebrata Darat
- Misi Kepler NASA: Tiga Planet Berukuran Super-Bumi Ditemukan Dalam Zona Layak Huni
- Teknik Ultra-cepat Menyingkap Prinsip-prinsip Perancangan dalam Biologi Kuantum
- Studi Telur Mengungkap Eratnya Hubungan Evolusi Antara Burung dan Dinosaurus
- Ilmuwan Membentuk Sel-sel Saraf Baru – Langsung di Dalam Otak
- Ilmuwan Temukan Kemungkinan untuk Menciptakan Bahan Bakar dari Karbon Dioksida di Atmosfer
- Metascreen Ultra-tipis: Setahap Mewujudkan Mantel Tembus Pandang ala Harry Potter
- Kehadiran Manusia di Kepulauan Pasifik Sebabkan Kepunahan Massal Burung
- Kehidupan Ditemukan Dalam Ekosistem Terluas di Bumi, Jauh di Kedalaman Kerak Samudera
- Ilmuwan Menghidupkan Kembali Embrio Katak yang Telah Punah
