Diposting Minggu, 24 Juni 2012 jam 7:27 pm oleh Evy Siscawati

Adegan Tegang di Film Memicu Aktivitas Otak

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 24 Juni 2012 -


 “Korelasi puncak aktivitas syaraf sepanjang melihat dapat terjadi dalam korespondensi mengagumkan dengan momen menaik film,” kata para peneliti dalam sebuah artikel yang diterbitkan dalam jurnal   Frontiers in Human Neuroscience. “Lebih jauh, reduksi signifikan korelasi syaraf muncul pada menonton kedua kalinya atau ketika narasi diganggu dengan menyajikan adegan yang teracak waktunya.”

 Para peneliti memakai EEG (ElektroEncephaloGrafi), yang mengukur aktivitas listrik di kulit kepala, untuk mengumpulkan data gelombang otak dari 20 subjek manusia, yang menonton adegan dari tiga film secara berulang. Dua film, karya  Alfred Hitchcock berjudul “Bang! You’re Dead” dan Sergio Leone berjudul “The Good, the Bad and the Ugly,” mengandung momen drama tinggi yang diharapkan memicu respon. Film ketiga, sebuah film amatir mengenai orang yang berjalan di kampus, digunakan sebagai kontrol.

“Kami menemukan momen dengan korelasi tinggi (antara aktivitas gelombang otak saat menonton secara terpisah) dan momen ketika ini tidak terjadi,” kata   Dr. Lucas C. Parra, profesor teknik biomedis di   Grove School of Engineering CCNY, dan salah satu pengarang. “Dengan melihat pola osilasi kami dapat mengetahui momen ketika seseorang terlibat dalam film. Selain itu, kami dapat melihat apakah korelasi itu terjadi di antara subjek dan di antara menonton berulang.”

 Pengukuran skala aktivitas alfa EEG menunjukkan derajat atentivitas seseorang, jelas beliau. Ketika osilasinya kuat, seseorang itu relaks, yaitu tidak terlibat. Ketika atensi orang tinggi, aktivitas alfa rendah.

 Puncak dalam keterlibatan berkorelasi dengan tiga jenis adegan, kata Dr. Jasek Dmochowski, seorang pasca doktoral di Grove School dan juga salah seorang pengarang. Mereka mencakup momen dengan petunjuk visual kuat, seperti close-up senjata api dalam  “Bang! You’re Dead,” adegan dengan musik tegang dimana komponen visual tidak signifikan, dan perubahan adegan yang bermakna.

 Para peneliti menemukan korelasi syaraf yang rendah secara signifikan pada tontonan kedua partisipan dan ketika adegan diacak dan ditunjukkan dalam potongan. “Mengikuti narasi dan terlibat di dalamnya merupakan pengolahan terdistribusi. Ketika seseorang tidak memiliki keterlibatan pada narasi, korelasi yang ada rendah (di antara melihat yang sama atau subjek lain), “ kata Dr. Dmochowski.

 Setelah menunjukkan korelasi antara rangsangan intens dan reliabilitas gelombang otak, tim peneliti sekarang ingin menunjukkan dimana respon terjadi di otak, kata profesor Parra. Ia ingin menggunakan kombinasi EEG dan pencitraan resonansi magnetik untuk “memahami kedua dunia” resolusi temporal halus EEG dan citra detail MRI.

Tim ini melihat beberapa penerapan potensial untuk kemampuan mengkuantifikasi tingkat keterlibatan, termasuk neuro-marketing, penilaian hiburan secara kuantitatif, pengukuran dampak wacana narasi, dan studi gangguan kurangnya atensi. “Pengiklan ingin mengetahui dimana dan kapan iklannya berkesan,” kata beliau.

 “Potensi untuk mengukur keterlibatan ini besar karena memberikan cara yang objektif untuk mengumpulkan data,” tambah Dr. Dmochowski, yang saat ini menyelidiki apakah ada korelasi antara pemakaian media sosial dan aktivitas otak pada remaja saat menonton  “The Walking Dead,” sebuah drama seri di jaringan kabel  American Movie Classics.

“Kami mempelajari Twitter untuk mengukur kedalaman tontonan,” lanjutnya. “Kami pikir akan ada banyak korelasi antara adegan yang mendorong respon media sosial dan signatur syaraf, dan kami dapat melihat pada respon positif maupun negatif.”

 Studi ini didanai oleh  Defense Advanced Research Program Agency. Joao Dias dari City College dan Paul Sajda dari Columbia University bekerja sama dengan Professor Parra dan Dr. Dmochowski dalam penelitian ini.

Sumber berita:

City College of New York.

Referensi jurnal:

Jacek P. Dmochowski, Paul Sajda, Joao Dias, Lucas C. Parra. Correlated Components of Ongoing EEG Point to Emotionally Laden Attention – A Possible Marker of Engagement? Frontiers in Human Neuroscience, 2012; 6 DOI: 10.3389/fnhum.2012.00112

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.