Diposting Jumat, 15 Juni 2012 jam 7:09 am oleh Gun HS

Ilmuwan Tuntas Mengurutkan Genom Bonono

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 15 Juni 2012 -


Dalam proyek yang dipimpin Max Planck untuk Antropologi Evolusi di Leipzig, sebuah tim ilmuwan internasional berhasil menyelesaikan pengurutan dan analisis genom kera besar terakhir, bonobo. Bonobo, yang bersama dengan simpanse merupakan kerabat paling dekat dengan manusia, dikenal karena perilakunya yang damai, menyenangkan dan juga perilaku seksualnya yang kontras dengan simpanse yang berperilaku lebih agresif. Urutan genom ini memberi wawasan lebih mendalam tentang hubungan evolusi di antara kera-kera besar dan dapat membantu kita dalam memahami dasar genetik dari sifat-sifat ini.

Genom yang diurutkan ini berasal dari seekor bonono betina bernama Ulindi yang tinggal di Kebun Binatang Leipzig. Urutan genom ini juga dihasilkan dari kera-kera besar lainnya, yaitu simpanse, orang utan dan gorila, membuat genom akhir ini memberikan wawasan mengenai kekerabatan mereka satu sama lain dan juga dengan manusia.

Ulindi, bonobo betina yang genomnya diurutkan, tinggal di Kebun Binatang Leipzig. (Kredit: Michael Seres)

Perbandingan urutan genom bonobo, simpanse, dan manusia menunjukkan bahwa manusia berbeda sekitar 1,3% dengan bonobo maupun simpanse. Sedangkan simpanse dan bonobo lebih erat, hanya berbeda 0,4%.

Bonobo dan simpanse yang hidup di Afrika tengah memiliki kedekatan satu sama lain dan hanya terpisahkan oleh Sungai Kongo. Sebelumnya terdapat hipotesis yang menyatakan bahwa pembentukan Sungai Kongo tersebut memisahkan nenek moyang simpanse dan bonobo, yang menyebabkan kera-kera ini menjadi berbeda. Penelitian pada kekerabatan antara bonobo dan simpanse menunjukkan bahwa pemisahannya terjadi secara bersih dan bukan karena antar pembiakan berikutnya, yang dengan demikian mendukung hipotesis tersebut.

Terlepas dari kenyataan bahwa rata-rata genom bonobo dan simpanse jauh dari manusia, analisis urutan genom bonobo ini mengungkapkan bahwa pada beberapa bagian genom tertentu, manusia lebih dekat dengan bonobo dibandingkan simpanse, sedangkan pada beberapa wilayah genom lainnya manusia lebih dekat dengan simpanse. Penelitian lebih lanjut akan menentukan apakah wilayah-wilayah ini memberi kontribusi pada perbedaan dan persamaan perilaku di antara manusia, simpanse, dan bonobo.

Kredit: Max-Planck-Gesellschaft
Jurnal: Kay Prüfer, Kasper Munch, Ines Hellmann, Keiko Akagi, Jason R. Miller, Brian Walenz, Sergey Koren, Granger Sutton, Chinnappa Kodira, Roger Winer, James R. Knight, James C. Mullikin, Stephen J. Meader, Chris P. Ponting, Gerton Lunter, Saneyuki Higashino, Asger Hobolth, Julien Dutheil, Emre Karakoç, Can Alkan, Saba Sajjadian, Claudia Rita Catacchio, Mario Ventura, Tomas Marques-Bonet, Evan E. Eichler, Claudine André, Rebeca Atencia, Lawrence Mugisha, Jörg Junhold, Nick Patterson, Michael Siebauer, Jeffrey M. Good, Anne Fischer, Susan E. Ptak, Michael Lachmann, David E. Symer, Thomas Mailund, Mikkel H. Schierup, Aida M. Andrés, Janet Kelso, Svante Pääbo. The bonobo genome compared with the chimpanzee and human genomes. Nature, 2012; DOI: 10.1038/nature11128

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.