Diposting Minggu, 3 Juni 2012 jam 11:58 am oleh Evy Siscawati

Tipe Baru Kontrasepsi Pria? Gen Kunci untuk Pengembangan Sperma ditemukan

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 3 Juni 2012 -


 Temuan ini dapat membawa pada alternatif kontrasepsi pria konvensional yang bertopang pada penghambatan produksi hormon seperti testosteron. Perawatan ini dapat menyebabkan efek samping seperti iritabilitas, ayunan mood, dan jerawat.

 Penelitian, dipimpin oleh Universitas Edinburgh, menunjukkan bagaimana sebuah gen – Katnal1 – ternyata kritis untuk memungkinkan sperma menjadi dewasa dalam testis.

 Jika para ilmuan dapat mengatur gen Katnal1 dalam testis, mereka dapat mencegah sperma menjadi dewasa sepenuhnya, membuatnya tidak efektif tanpa mengubah tingkat hormon.

 Penelitian ini, yang diterbitkan dalam jurnal PloS Genetics, dapat membantu pula dalam menemukan perawatan dalam kasus ketidaksuburan pria ketika malfungsi gen Katnal1 menghambat perkembangan sperma.

Dr Lee Smith, Pembaca dalam Endokrinologi Genetik di Pusat Kesehatan Reproduksi Universitas Edinburgh, mengatakan: “Jika kita dapat menemukan cara mengalamatkan gen ini dalam testis, kita dapat secara potensial mengembangkan sebuah kontrasepsi non-hormonal.”

 “Hal penting adalah efek obat tersebut akan membalik karena Katnal1 hanya mempengaruhi sel sperma dalam tahap akhir perkembangan, jadi ia tidak dapat mencegah tahap awal produksi sperma dan keseluruhan kemampuan untuk memproduksi sperma.”

 “Walaupun penelitian kami dilakukan dalam kontrasepsi pria non-hormonal, identifikasi sebuah gen yang mengendalikan produksi sperma seperti yang dilakukan Katnal1 adalah langkah maju penting dan signifikan dalam memahami biologi testis.”

 Para ilmuan menemukan kalau tikus jantan yang dimodifikasi sehingga tidak memiliki gen Katnal1 ternyata menjadi mandul.

 Penyelidikan lebih jauh menunjukkan kalau ini disebabkan kalau gen inilah yang dibutuhkan untuk memungkinkan sperma berkembang dan dewasa.

 Para peneliti menunjukkan kalau Katnal1 dibutuhkan untuk mengatur pelipatan struktur yang disebut mikrotubula, yang membentuk bagian dari sel yang mendukung dan memberi nutrisi untuk perkembangan sperma.

 Peluruhan dan pembentukan mikrotubula ini memungkinkan sel sperma bergerak dalam testis saat mereka dewasa. Katnal1 bertindak sebagai pengendali esensial proses ini.

Sumber berita:

  Public Library of Science

Sumber berita:

Lee B. Smith, Laura Milne, Nancy Nelson, Sharon Eddie, Pamela Brown, Nina Atanassova, Moira K. O’Bryan, Liza O’Donnell, Danielle Rhodes, Sara Wells, Diane Napper, Patrick Nolan, Zuzanna Lalanne, Michael Cheeseman, Josephine Peters. KATNAL1 Regulation of Sertoli Cell Microtubule Dynamics Is Essential for Spermiogenesis and Male Fertility. PLoS Genetics, 2012; 8 (5): e1002697 DOI: 10.1371/journal.pgen.1002697

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.