Diposting Minggu, 3 Juni 2012 jam 11:49 am oleh Evy Siscawati

Nomadisme Modern dan Pengaruhnya pada Materialisme

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 3 Juni 2012 -


“Belum pernah ada yang mempelajari nomaden global kontemporer dan hubungannya dengan kepemilikan, dan kami dapat belajar sangat banyak mengenai bagaimana deteritorialisasi mempengaruhi kebudayaan konsumen dari kelompok masyarakat yang unik dan berkembang ini,” tulis pengarang   Fleura Bardhi (Northeastern University), Giana M. Eckhardt (Suffolk University), dan Eric J. Arnould (Bath University). “Karena kepemilikan dilihat sebagai kendala dalam jalan menuju gerakan geografis, perspektif nomaden menantang pandangan kita mengenai kepemilikan yang sentral bagi identitas konsumen.”

 Pengarang melakukan wawancara mendalam dengan “nomad global elit”, sebagian besar mereka dari Amerika Serikat, namun beberapa dari Inggris, Kanada, Turki, dan Romania. Menurut para peneliti, nomad ini berpindah lebih dari 60 persen waktu dalam satu tahun dan cenderung bekerja untuk lembaga global seperti PBB, IMF, Bank Dunia, dan LSM global.

 “Nomad global cenderung membentuk keterikatan situasional dengan benda, menghargai benda semata atas nilai kegunaan instrumentalnya, dan menghargai kepemilikan immaterial atau ringan serta praktek-prakteknya,” tulis para peneliti. Dan mereka membutuhkan kepemilikan yang portabel, seperti barang elektronik portabel. Mereka juga menghargai objek yang membantu mereka tetap terhubung dengan jaringan, seperti e-book dan foto digital. “Bukan bendanya yang bernilai, namun aksesibilitasnya. Karenanya, kepemilikan dapat direplikasi dan tidak menjadi bagian individual diri sendiri.” Berbeda dengan migran dan ekspatriat yang jauh dari rumah dan hubungan yang mereka tinggalkan, nomad global terbebas dari tanggung jawab emosional, sosial, dan fisik.

 “Teoritikus globalisasi berpendapat kalau nomadisme global akan menjadi lebih banyak di masa depan, dan karenanya hubungan cair dengan kepemilikan yang kita identifikasi akan menjadi lensa penting dalam memahami peran baru benda dalam kehidupan manusia, karena konsumen akan mencari akses objek temporer ketimbang memilikinya dalam jangka waktu panjang,” simpul para peneliti.

Sumber berita:

 University of Chicago Press Journals

Referensi jurnal

Fleura Bardhi, Giana M. Eckhardt, and Eric J. Arnould. Liquid Relationship to Possessions. Journal of Consumer Research, October 2012

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.