Diposting Rabu, 23 Mei 2012 jam 11:31 am oleh Evy Siscawati

Korban Intimidasi Sering Mengalami Masalah Akademis

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 23 Mei 2012 -


 “Walaupun pencapaian akademis sangat dipengaruhi oleh latar belakang keluarga dan karakteristik sekolah, studi kami menunjukkan kalau pengalaman di intimidasi juga mempengaruhi prestasi siswa,” kata Lisa M. Williams, mahasiswa doktor sosiologi di  Ohio State University, dan pengarang utama studi ini. “Kami menemukan kalau intimidasi berimplikasi pada prestasi tidak melihat latar belakang ras dan etnik, namun tampaknya berdampak buruk bagi kelompok ras dan etnik tertentu.”

 Studi ini bertopang pada data perwakilan nasional dari  Educational Longitudinal Study of 2002 (ELS), yang, diantara hal lain, bertanya pada siswa apakah mereka merasa diintimidasi dalam tahun akademis 2001-2002, ketika berada di kelas X. Williams dan rekannya, Anthony A. Peguero, seorang profesor sosiologi di Virginia Tech, membandingkan prestasi akademis (GPA) dari partisipan ELS di kelas IX, sebelum intimidasi terjadi, dengan prestasi akademis mereka pada tahun ajaran 2003-2004, ketika mereka berada di kelas XII. Skala untuk GPA berjangkauan dari nol (terendah) hingga empat (tertinggi). Sampel mereka terdiri dari 9,590 siswa di 580 sekolah, termasuk 1,150 Asia, 1,360 kulit hitam, 1,470 latin, dan 5,610 kulit putih. Minoritas ras dan etnik disampel berlebih dalam ELS untuk memperoleh perwakilan yang cukup untuk analisis statistik.

 Menurut studi ini, siswa yang diintimidasi di kelas X mengalami penurunan 0.049 point pada GPA kelas XII. “Dampak ini, walaupun kecil, sangat signifikan dan menunjukkan kalau intimidasi mempengaruhi secara negatif GPA bahkan setelah faktor lain dimasukkan seperti nilai sebelumnya, latar belakang keluarga, dan karakteristik sekolah yang sering diasosiasikan dengan prestasi, yang semuanya merupakan variabel yang dikontrol oleh studi ini,” kata Williams.

 Namun, kata Williams, aspek paling mengejutkan dari studi ini adalah dampak negatif intimidasi pada GPA siswa berprestasi dari kulit hitam dan latin. Sebagai contoh, Williams dan Peguero menemukan kalau siswa kulit hitam – yang memiliki GPA 3,5 pada kelas IX dan diintimidasi di kelas X – mengalami penurunan 0,3 pada GPA di kelas XII. Dampak intimidasi ini lebih besar lagi bagi siswa latin berprestasi. Siswa latin dengan GPA 3,5 di kelas IX yang diintimidasi di kelas X, mengalami penurunan 0,5 pada GPA di kelas XII. Sebagai perbandingan, siswa kulit putih – yang memiliki GPA 3,5 di kelas IX dan diintimidasi di kelas X, mengalami penurunan hanya 0,03 point di kelas XII.

 “Stereotaip mengenai remaja kulit hitam dan latin menunjukkan kalau mereka berprestasi rendah di sekolah,” kata Williams. “Kulit hitam dan latin yang berprestasi yang tidak sejalan dengan stereotaip ini rentan dengan efek intimidasi di kelasnya.”

 Dalam hal implikasi kebijakan studi ini, Williams mengatakan kalau studi ini membuat kasus bagi pembuat kebijakan dan pendidik harus berpikir mengenai dampak intimidasi bagi prestasi siswa. “Kami mendorong mereka untuk menginvestasikan sumberdaya dalam melindungi pelajar dari intimidasi, yang akan berimplikasi bagi prestasi, khususnya pencapaian minoritas etnis dan ras,” kata Williams.

Sumber berita:

  American Sociological Association

Referensi jurnal

Peguero, Anthony A. and Lisa M. Williams. 2012. “Racial and Ethnic Stereotypes and Bullying Victimization.” Youth & Society

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.