Diposting Senin, 14 Mei 2012 jam 3:38 pm oleh Evy Siscawati

Tujuan Hidup yang Lebih Besar Melindungi Perubahan Berbahaya di Otak yang Berasosiasi dengan Penyakit Alzheimer

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 14 Mei 2012 -


Studi ini diterbitkan dalam edisi Mei   Archives of General Psychiatry.

“Studi kami menunjukkan kalau orang yang melaporkan tujuan hidup yang lebih besar menunjukkan kognisi yang lebih baik dari mereka yang kurang memiliki tujuan hidup walaupun plak dan kerutan ada di otak mereka,” kata Patricia A. Boyle, PhD.

“Temuan ini menunjukkan kalau tujuan hidup melindungi terhadap dampak berbahaya plak dan kerutan pada ingatan dan kemampuan berpikir lainnya. Hal ini mendorong dan menyarankan kalau terlibat dalam aktivitas bermakna dan bertujuan mendorong kesehatan kognitif pada usia tua.”

 Boyle dan koleganya dari Pusat Penyakit Alzheimer Rush mempelajari 246 partisipan dari Proyek Penuaan dan Ingatan Rush yang tidak menderita dementia dan mereka yang pada akhirnya meninggal lalu mengalami otopsi otak. Partisipan mendapatkan evaluasi klinis tahunan selama hampir 10 tahun, yang mencakup uji kognitif detail dan latihan neurologis.

 Partisipan juga menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai tujuan hidup, derajat dimana satu membawa makna dari pengalaman hidup yang terfokus dan didasarkan oleh niat. Plak dan kerutan otak dikuantifikasi setelah meninggal. Para peneliti kemudian memeriksa apakah tujuan hidup menurunkan laju peluruhan kognitif bahkan seiring manula tersebut menumpuk plak dan kerutan.

 Sementara plak dan kerutan sangat umum ditemukan pada penderita dementia Alzheimer (dicirikan oleh kehilangan ingatan yang besar dan perubahan dalam kemampuan berpikir lainnya), data terbaru menunjukkan kalau plak dan kerutan menumpuk pada sebagian besar manula, bahkan mereka yang tidak menderita dementia. Plak dan kerutan mengganggu ingatan dan fungsi kognitif lainnya.

 Boyle dan koleganya mencatat kalau kebanyakan penelitian Alzheimer yang sedang berlangsung mencoba menemukan cara mencegah atau membatasi penumpukan plak dan kerutan di otak, sebuah tugas yang terbukti cukup sulit. Studi seperti yang dilakukan sekarang dibutuhkan karena, hingga terapi pencegahan yang efektif ditemukan, strategi yang meminimalisir dampak plak dan kerutan pada kognisi perlu dicari.

 “Studi-studi ini menantang karena banyak faktor mempengaruhi kognisi dan studi penelitian sering kekurangan data spesimen otak yang dibutuhkan untuk mengkuantifikasi perubahan Alzheimer di otak,” kata Boyle. “Menentukan faktor-faktor yang mendorong kesehatan kognitif bahkan ketika plak dan kerutan berkembang akan membantu memerangi tantangan kesehatan publik yang sudah besar dan terus meningkat yang diajukan oleh penyakit Alzheimer.”

 Proyek Penuaan dan Ingatan Rush, yang dimulai tahun 1997, adalah sebuah studi patologi klinis longitudinal pada kondisi kronik yang umum pada penuaan. Partisipan adalah manula yang direkrut dari sekitar 40 komunitas perawatan pensiunan berkelanjutan dan fasilitas perumahan subsidi untuk senior dan dari sekitar daerah Metropolitan Chicago. Lebih dari 1500 manula ambil bagian dalam studi ini.

 Studi ini didanai oleh Lembaga Penuaan Nasional. Para peneliti berterima kasih pada lembaga ini untuk mendukung penelitian mereka dan kepada para partisipan dan staff Proyek Penuaan dan Ingatan Rush serta Pusat Penyakit Alzheimer Rush atas kontribusi mereka yang berharga.

Sumber berita:

Rush University Medical Center

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.