Resiko Cacat Lahir Lebih Tinggi pada Reproduksi yang Dibantu
Suka dengan artikel ini?
Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh. Login
Senin, 14 Mei 2012 - Sebuah studi dari Universitas Adelaide menemukan resiko cacat lahir besar berasosiasi dengan berbagai tipe teknologi reproduksi pembantu.
Dalam studi paling komprehensif dalam jenisnya di dunia, para peneliti dari Lembaga Robinson Universitas Adelaide membandingkan resiko cacat lahir besar untuk tiap terapi reproduksi yang biasa tersedia secara internasional, seperti : IVF (in vitro fertilization), ICSI (intracytoplasmic sperm injection) dan induksi ovulasi. Mereka juga membandingkan resiko cacat lahir setelah transfer janin segar dan beku.
Hasilnya diterbitkan tanggal 5 Mei di New England Journal of Medicine, dan disajikan di Barcelona, Spanyol dalam Kongres Dunia Pembentukan Konsensus mengenai Ginekologi, Ketidaksuburan, dan Perinatologi.
“Sementara teknologi pembantu reproduksi berasosiasi dengan meningkatnya resiko cacat lahir secara keseluruhan, kami menemukan perbedaan signifikan dalam resiko antara perlakuan-perlakuan yang ada,” kata pengarang utama studi ini, asisten professor Michael Davies dari Lembaga Robinson Universitas Adelaide dan Sekolah Paediatrik dan Kesehatan Reproduksi.
Para peneliti menghubungkan sebuah sensus pada lebih dari 6100 kelahiran yang dibantu oleh teknologi reproduksi di Australia Selatan dengan sebuah daftar lebih dari 300 ribu kelahiran dan 18 ribu cacat lahir. Mereka membandungkan resiko cacat lahir pada semua perawatan ketaksuburan pada kehamilan wanita dengan tanpa catatan ketidaksuburan. Mereka juga membandungkan kehamilan berkelanjutan bagi wanita.
Studi sebelumnya telah menemukan resiko yang lebih tinggi pada cacat kelahiran dengan perawatan ketaksuburan, namun ini adalah studi pertama yang membandingkan semua bentuk perawatan yang ada. Ini juga studi pertama yang membandingkan kehamilan pada wanita yang menerima perawatan.
“Resiko kasar cacat lahir pada kehamilan yang melibatkan konsepsi berbantuan adalah 8.3% (513 cacat), dibandingkan dengan 5,8% bagi kehamilan yang tidak melibatkan konsepsi berbantuan (17,546 cacat),” kata asisten professor Davies.
“Resiko cacat lahir untuk IVF adalah 7,2% (165 cacat lahir); dan tingkat untuk ICSI lebih tinggi yaitu 9,9% (139 cacat).
“Sejarah ketidaksuburan, baik dengan atau tanpa konsepsi berbantuan, juga secara signifikan berasosiasi dengan cacat lahir. Sementara faktor yang berasosiasi dengan penyebab ketidaksuburan menjelaskan resiko berlebih yang berasosiasi dengan IVF, peningkatan resiko sejumlah perawatan lainnya tidak dapat siap dijelaskan oleh faktor pasien. ICSI misalnya, memiliki peningkatan 67% dalam kemungkinan cacat besar, walaupun ukuran mutlak resikonya tetap relatif kecil,” kata beliau.
Asisten professor Davies mengatakan pelestarian cryo (pembekuan) janin berasosiasi dengan pengurangan resiko cacat lahir secara mendasar, khususnya untuk ICSI. “Hal ini mungkin karena kompromi terhadap gagalnya janin bertahan dalam proses pendinginan,” katanya.
Juga menjadi perhatian adalah lipat tiganya resiko perempuan menggunakan clomiphene citrate untuk merangsang ovulasi diluar latar klinis yang terawasi ketat.
“Sementara terbatas pada sebuah kelompok kecil dalam studi kami, penting untuk menyorot clomiphene citrate yang sekarang tersedia luas dengan harga murah, dan dapat dengan mudah digunakan walaupun pabrik memberikan peringatan khusus untuk menggunakannya di saat hamil, karena dapat menyebabkan malformasi janin. Aspek studi ini membutuhkan konfirmasi penelitian lanjutan tambahan,” kata asisten professor Davies.
Ia mengatakan kalau studi ini sekarang perlu diperluas untuk memasukkan perawatan yang lebih baru, karena teknologi reproduksi telah melewati inovasi berkelanjutan yang dapat mempengaruhi resiko perawatan yang berasosiasi dengannya.
Latar Belakang
Di dunia, lebih dari 3,7 juta bayi lahir setiap tahun sebagai hasil dari teknologi bantuan reproduksi.
Bantuan reproduksi biasanya invasif, mahal, dan berhubungan dengan masalah muatan emosional tinggi.
Ada beberapa bidang yang menarik bagi kesehatan publik.
Ini mencakuplah:
- Resiko berasosiasi dengan transfer janin ganda
- Resiko kesehatan keturunan sebagai hasil perlakuan
- Kesehatan mental pasien sebagai hasil perlakuan
- Keberfungsian sosial jangka panjang dari keturunan yang lahir sebagai hasil bantuan reproduksi
Sumber berita: University of Adelaide,
Referensi jurnal:
Michael J. Davies, Vivienne M. Moore, Kristyn J. Willson, B.Sc., Phillipa Van Essen, Kevin Priest, Heather Scott, Eric A. Haan, Annabelle Chan. Reproductive Technologies and the Risk of Birth Defects. New England Journal of Medicine, 2012; : 120505030011004 DOI: 10.1056/NEJMoa1008095
- Urutan Genom Coelacanth Menginformasikan Evolusi Vertebrata Darat
- Misi Kepler NASA: Tiga Planet Berukuran Super-Bumi Ditemukan Dalam Zona Layak Huni
- Teknik Ultra-cepat Menyingkap Prinsip-prinsip Perancangan dalam Biologi Kuantum
- Studi Telur Mengungkap Eratnya Hubungan Evolusi Antara Burung dan Dinosaurus
- Ilmuwan Membentuk Sel-sel Saraf Baru – Langsung di Dalam Otak
- Ilmuwan Temukan Kemungkinan untuk Menciptakan Bahan Bakar dari Karbon Dioksida di Atmosfer
- Metascreen Ultra-tipis: Setahap Mewujudkan Mantel Tembus Pandang ala Harry Potter
- Kehadiran Manusia di Kepulauan Pasifik Sebabkan Kepunahan Massal Burung
- Kehidupan Ditemukan Dalam Ekosistem Terluas di Bumi, Jauh di Kedalaman Kerak Samudera
- Ilmuwan Menghidupkan Kembali Embrio Katak yang Telah Punah
