Manfaat Pengasuhan Anak Bermutu Tinggi Tetap Terasa Ketika Individu telah Berusia 30 Tahun
Suka dengan artikel ini?
Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh. Login
Senin, 14 Mei 2012 - Orang dewasa yang berpartisipasi dalam sebuah program pendidikan anak usia dini bermutu tinggi tahun 1970an masih memperoleh manfaat dari pengalaman awal mereka dalam berbagai cara, menurut sebuah studi terbaru.
Studi ini memberikan data baru dari Proyek Abecedarian yang panjang dan terpandang, yang dipimpin oleh Lembaga Anak FPG di Universitas Carolina Utara di Chapel Hill. Para peneliti mengikuti partisipan sejak usia dini hingga remaja dan dewasa awal, memberikan sebuah data longitudinal yang komprehensif dan langka.
Menurut studi terbaru pada dewasa berusia 30, partisipan Proyek Abecedarian secara signifikan memiliki lebih banyak tahun pendidikan daripada rekannya yang menjadi anggota kelompok kontrol. Mereka juga empat kali lebih mungkin memiliki titel sarjana; 23 persen partisipan lulus dari kuliah empat tahun di universitas dibandingkan hanya 6 persen pada kelompok kontrol.
Temuan ini diterbitkan tanggal 18 Januari 2012 dalam jurnal Developmental Psychology.
Elizabeth Pungello, Ph.D., ilmuan dari Lembaga FPG dan pengarang studi ini, mengatakan kalau temuan tingkat pendidikan perlu disorot secara khusus.
“Ketika kami pertama mengunjungi mereka sebagai dewasa awal di usia 21, kami menemukan kalau anak yang telah mendapatkan intervensi pendidikan dini lebih mungkin masuk kuliah; sekarang kami tahu mereka juga lebih mungkin meneruskannya dan akhirnya lulus,” kata Pungello. “Lebih penting lagi, pencapaian ini berlaku bagi anak laki-laki maupun perempuan, temuan penting yang mengalamatkan masalah rendahnya tingkat kelulusan sarjana pada laki-laki minoritas di negara ini.”
Manfaat lain mencakup kalau partisipan proyek Abecedarian lebih mungkin bekerja secara konsisten (75 persen bekerja penuh waktu selama setidaknya 16 bulan dari 24 bulan terakhir, dibandingkan 53 persen pada kelompok kontrol) dan lebih kecil kemungkinannya meminta bantuan publik (hanya 4 persen mendapat manfaat untuk setidaknya 10 persen dari tujuh tahun sebelumnya, dibandingkan 20 persen pada kelompok kontrol). Mereka juga menunjukkan kecenderungan menunda berkeluarga hampir dua tahun dibandingkan kelompok kontrol. Partisipan proyek juga tampaknya memiliki hubungan lebih baik dengan aspek sosial dan ekonomi lain (termasuk pendapatan yang lebih tinggi) namun hasil tersebut tidak signifikan secara statistik.
Dari 11 balita yang awalnya terlibat dalam proyek (98 persen adalah Afrika-Amerika), 101 ikut serta dalam tindak lanjut di usia 30.
“Mampu mengikuti sampel studi ini dalam begitu lama merupakan sebuah kebanggaan,” kata Frances Campbell, Ph.D., ilmuan senior di lembaga tersebut dan pengarang utama studi. “Desain acak studi ini memberi kita keyakinan dalam mengatakan kalau manfaat yang kami lihat pada usia 30 tahun berasosiasi dengan pengalaman pendidikan usia dini.”
Craig Ramey, Ph.D., profesor dan sarjana penelitian luar biasa di Virginia Tech Carilion Research Institute dan salah seorang pengarang, mengatakan kalau implikasi penelitian ini penting bagi kebijakan publik.
“Saya percaya kalau pola hasil selama 30 tahun pertama kehidupan memberikan sebuah pemahaman ilmiah yang lebih jelas mengenai bagaimana pendidikan anak usia dini dapat menjadi penyumbang penting bagi pencapaian akademis dan kompetensi sosial di masa dewasa,” kata Ramey. “Tantangan utama selanjutnya adalah memberikan pendidikan anak usia dini yang bermutu pada semua anak yang membutuhkannya dan yang dapat memperoleh manfaat darinya.”
Proyek Abecedarian adalah sebuah studi ilmiah yang dikontrol dengan hati-hati mengenai potensi manfaat dari pendidikan anak usia dini bagi anak keluarga berpenghasilan rendah yang beresiko mengalami penundaan perkembangan atau kegagalan akademis. Partisipan menghadiri sebuah fasilitas perawatan anak penuh waktu yang beroperasi setahun penuh, dari balita hingga usia TK. Sepanjang usia dini, anak-anak diberi aktivitas pendidikan yang dirancang untuk mendukung perkembangan bahasa, kognitif, sosial, dan emosional mereka. Studi lanjutan secara konsisten menunjukkan kalau anak yang memperoleh intervensi pendidikan usia dini memang berkinerja baik secara akademis, berpuncak pada lebih besarnya kemungkinan mereka mendapatkan fasilitas pendidikan dewasa.
Sumber berita:
University of North Carolina at Chapel Hill.
Referensi jurnal:
Frances A. Campbell, Elizabeth P. Pungello, Margaret Burchinal, Kirsten Kainz, Yi Pan, Barbara H. Wasik, Oscar A. Barbarin, Joseph J. Sparling, Craig T. Ramey. Adult outcomes as a function of an early childhood educational program: An Abecedarian Project follow-up.. Developmental Psychology, 2012; DOI: 10.1037/a0026644
- Urutan Genom Coelacanth Menginformasikan Evolusi Vertebrata Darat
- Misi Kepler NASA: Tiga Planet Berukuran Super-Bumi Ditemukan Dalam Zona Layak Huni
- Teknik Ultra-cepat Menyingkap Prinsip-prinsip Perancangan dalam Biologi Kuantum
- Studi Telur Mengungkap Eratnya Hubungan Evolusi Antara Burung dan Dinosaurus
- Ilmuwan Membentuk Sel-sel Saraf Baru – Langsung di Dalam Otak
- Ilmuwan Temukan Kemungkinan untuk Menciptakan Bahan Bakar dari Karbon Dioksida di Atmosfer
- Metascreen Ultra-tipis: Setahap Mewujudkan Mantel Tembus Pandang ala Harry Potter
- Kehadiran Manusia di Kepulauan Pasifik Sebabkan Kepunahan Massal Burung
- Kehidupan Ditemukan Dalam Ekosistem Terluas di Bumi, Jauh di Kedalaman Kerak Samudera
- Ilmuwan Menghidupkan Kembali Embrio Katak yang Telah Punah
