Diposting Minggu, 6 Mei 2012 jam 9:46 pm oleh Evy Siscawati

Tuhan dan Sains Modern (Part 11): Penutup

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 6 Mei 2012 -


Lihat Part 10

Beberapa fisikawan besar seperti Susskind dan Weinberg tertarik dengan masalah multijagad karena gagasan ini tidak membutuhkan Tuhan lagi sebagai penjelasan desain kosmis (Carr, 2007:16). Walau begitu, Robin Collins (2007) menegaskan kalau eksistensi multijagad tidak melarang adanya Tuhan. Menurutnya mengapa tidak sang Pencipta bertindak lewat skema multijagad. Namun pesimistis juga muncul, Neil Manson (2003) menuduh kalau multijagad adalah pertahanan terakhir bagi ateis. Tentu bagi yang netral, kembali, tidak peduli multijagad ada atau tidak, sains tidak akan pernah mampu membuktikan ada tidaknya Tuhan. Dan karenanya, bahkan fisikawan religius pun, tidak mendasarkan keyakinan adanya Tuhan pada wahyu ilmiah (Wilbur, 2001).

Sekarang tampaknya pertanyaan dimana posisi Tuhan di alam semesta menjadi tidak relevan. Pertanyaannya sekarang adalah, seperti apa itu sederhana? Apakah Tuhan sederhana atau multijagad yang lebih sederhana? Lebih jauh, haruskah Tuhan dan alam semesta harus sederhana? Sejauh sains dan Tuhan dijadikan pegangan, mungkin jawaban yang paling kompromistis adalah “Tuhan tidak punya pilihan” dalam menyetel alam semesta ini, seperti yang dikatakan Einstein (Bennet dan Shostak, 2012:70).

Referensi

Bennet, J., Shostak, S. 2012. Life in the Universe. 3rd Edition. Addison-Wesley

Carr, B. 2007. Universe or Multiverse. Cambridge: Cambridge University Press

Collins, R. 2007. The Multiverse Hypothesis: A Theistic Perspective. in B. J. Carr, ed., Universe or Multiverse? Cambridge: Cambridge University Press. pp. 459-481

Manson, N.A. 2003. God and Design. London: Routledge

Wilbur, K. 2001. Quantum Questions: Mystical Writings of the Worlds Greatest Physicist. Boston: Shambala

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.