Diposting Minggu, 6 Mei 2012 jam 9:41 pm oleh Evy Siscawati

Studi Mengungkapkan Apa yang Dapat Diungkapkan Evolusi Nama tentang China

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 6 Mei 2012 -


Penelitian dipimpin oleh Dr Jaiwei Chen, dari Beijing Normal University, dan Profesor Yida Yuan dari Chinese Academy of Sciences.

 “Ketika bicara mengenai nama panggilan, orang China termasuk yang unik. 1,28 miliar orang hanya memiliki 7,327 nama panggilan. Faktanya 100 nama paling umum mencakup 85% populasi,” kata Dr. Chen. “Ini artinya nama panggilan orang China mencakup lebih banyak informasi budaya dan genetik daripada sebagian besar negara lainnya.”

 Dr. Chen dan timnya menganalisis data dari Informasi Identitas Warga Negara Nasional China, menggunakan teori isonimi yang memerikan metode mempelajari struktur populasi dengan mempelajari distribusi nama panggilan. Ini mencakuplah pengukuran jarak Genetik, divergensi genetik antar populasi dalam sebuah spesies.”

“Nama panggilan diwariskan lewat jalur laki-laki yang berarti mereka dapat dipandang sebagai penanda untuk gen kromosom Y,” kata Dr. Chen. “Ini artinya sebuah studi distribusi nama panggilan dapat membantu kita memahami struktur genetik dan perilaku sosial historik, seperti peranan migrasi.”

 Tim peneliti berfokus pada dampak migrasi dan apungan pada evolusi struktur populasi China. Di negara Eropa Barat, apungan adalah efek utama karena mayoritas populasi telah hidup dalam waktu lama. Walau begitu, di Amerika Serikat, imigrasi memberikan dampak jauh lebih besar, khususnya dengan masuknya orang pada abad ke-19 dan 20.

China unik dari kedua model dengan sejarah 4 ribu tahun nama panggilan merentang hingga era dinasti Xia di abad ke 21 hingga 16 SM. Distribusi nama panggilan telah konsisten sejak zaman dinasti Song 900 tahun lalu dan sebagian karena kebudayaan Konghucu nama panggilan telah dilestarikan sepanjang generasi.

Tim ini menemukan tingkat keanekaragaman nama panggilan tertinggi di lembah Sungai Yangtze, khususnya disekitar capaian tengah dan muara sungai. Tim ini percaya ini disebabkan banyaknya migrasi besar sepanjang sejarah China.

Secara historis, 97 dari 100 nama panggilan paling umum berasal dari periode musim semi dan gugur (722-476 SM) dan periode Negara perang (476-221 SM) ketika wilayah China terbatas pada dataran tengah. Ada banyak migrasi historis dari dataran tengah ke lembah sungai Yangtze dan karenanya populasi di sekitar lembah terdiri dari warga lokal dan warga pendatang historis.

Tim ini juga menemukan kalau jarak genetik antara tiga provinsi timur laut China dan provinsi timur Shandong sangat kecil, walaupun mencakup wilayah geografis yang besar. Hal ini karena migrasi historis yang dikenal sebagai “perjalanan berani ke China timur laut”, yang membawa 20 juta orang bergerak ke provinsi-provinsi berpopulasi jarang ini.

 Distribusi geografis keseluruhan nama panggilan dan struktur populasi China modern ditemukan sebagai hasil baik dari apungan maupun migrasi skala besar karena beberapa pusat regional peradaban China berkembang sepanjang sejarah Negara ini.

 “Trend paling jelas adalah rendahnya jumlah nama panggilan dan isolasinya berdasarkan jarak, keduanya menunjukkan stabilitas historis nama panggilan China,” simpul Dr. Chen. “Pewarisan historis nama panggilan China terus berlanjut, dengan keseimbangan yang unik antara apungan dan migrasi selama ribuan tahun evolusi nama panggilan.”

Sumber berita:

Wiley-Blackwell,

Referensi jurnal:

Yan Liu, Liujun Chen, Yida Yuan, Jiawei Chen. A study of surnames in china through isonymy. American Journal of Physical Anthropology, 2012; DOI: 10.1002/ajpa.22055

 

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.