Diposting Rabu, 25 April 2012 jam 9:04 pm oleh Evy Siscawati

Semakin Banyak Pendidikan Seks Melarang, Semakin Banyak Remaja Melanggar

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 25 April 2012 -


Para peneliti melihat data kehamilan dan kelahiran remaja dari 48 negara bagian AS untuk mengevaluasi efektivitas pendekatan negara bagian tersebut terhadap pendidikan seks, seperti dinyatakan dalam kebijakan dan hukum daerah.

 “Analisis kami menambah bukti yang sudah sangat banyak yang menunjukkan kalau pendidikan yang hanya mengajarkan pantangan tidak mengurangi tingkat kehamilan remaja,” kata Kathrin Stanger-Hall, asisten profesor biologi tanaman dan ilmu biologi di Franklin College of Arts and Sciences.

Hall adalah pengarang perdana makalah hasil tersebut, yang diterbitkan dalam jurnal   PLoS ONE.

Studi ini adalah bukti skala besar pertama kalau tipe pendidikan seks yang disediakan sekolah negeri memiliki dampak yang signifikan pada tingkat kehamilan remaja, kata Hall.

 “Ini jelas menunjukkan kalau pendidikan yang hanya memberikan pantangan dalam sekolah negeri tidak membawa pada perilaku berpantang,” kata David Hall, pengarang kedua dan asisten profesor genetika di   Franklin College. “Ia bahkan mungkin berkontribusi pada tingginya tingkat kehamilan remaja di AS dibandingkan negara industri lainnya.”

 Bersama dengan tingkat kehamilan remaja dan metode pendidikan seks, Hall dan Stanger-Hall melihat pengaruh status sosioekonomi, tingkat pendidikan, akses pada sarana kesehatan, dan etnisitas dari tiap populasi remaja negara bagian.

 Bahkan ketika mempertimbangkan faktor-faktor ini, yang dapat secara potensial berdampak pada tingkat kehamilan remaja, hubungan signifikan antara metode pendidikan seks dan kehamilan remaja masih tetap terjaga: semakin kuat pendidikan pantangan ditekankan dalam hukum dan kebijakan daerah, semakin tinggi tingkat kehamilan dan kelahiran remaja rata-rata.

“Karena korelasi tidak menyebabkan sebab akibat, analisis kami tidak dapat menunjukkan kalau penekanan laranganlah yang menyebabkan peningkatan kehamilan remaja. Walau begitu, jika pendidikan pantangan mengurangi kehamilan remaja merupakan dakuan lawan, maka korelasinya seharusnya berbalik arah,” kata Stanger-Hall.

 Makalah ini menunjukkan kalau Negara bagian dengan tingkat kehamilan remaja paling rendah adalah yang memerikan pendidikan seks komprehensif dan/atau pendidikan HIV, mencakup pantangan sekaligus penggunaan kontrasepsi dan kondom yang pantas. Negara bagian yang hukumnya menekankan pengajaran pantangan hingga menikah secara signifikan tidak berhasil dalam mencegah kehamilan remaja.

 Hasilnya datang pada waktu yang penting bagi para legislator. Sebuah Inisiatif Pencegahan Kehamilan Remaja berbasis bukti ditanda-tangani dalam hukum federal bulan Desember 2009 dan didanai 114 juta dollar untuk implementasinya. Walau begitu, pendanaan untuk hukum hanya pantangan diperbarui tahun 2010 dan diantaranya mencakup dana 250 juta dollar sebagai bagian dari amandemen pada peraturan reformasi kesehatan Komite Keuangan Senat.

Dengan dua tipe program pendanaan federal tersedia, para legislator tiap Negara bagian sekarang memiliki kesempatan untuk memutuskan tipe pendidikan seks apa – dan pilihan pendanaan yang mana – untuk dipilih bagi Negara bagian mereka dan mungkin mempertimbangkan kebijakan pendidikan seks Negara bagian mereka untuk sekolah negeri, sementara mengejar tujuan puncak mengurangi tingkat kehamilan remaja.

 Stanger-Hall dan Hall melakukan analisis skala besar ini untuk menyediakan bukti ilmiah untuk membantu keputusan diambil.

 “Pendukung pendidikan hanya pantangan berkelanjutan perlu bertanya pada diri mereka sendiri. Jika remaja tidak belajar mengenai reproduksi manusia, mencakup praktek kesehatan seksual yang aman untuk mencegah kehamilan dan penyakit menular seksual, serta bagaimana merencanakan kehidupan dewasa reproduktif mereka di sekolah, maka kapan mereka harus belajar itu dan dari siapa?” kata Stanger-Hall.

Sumber berita:

University of Georgia.

Referensi jurnal:

Kathrin F. Stanger-Hall, David W. Hall. Abstinence-Only Education and Teen Pregnancy Rates: Why We Need Comprehensive Sex Education in the U.S. PLoS ONE, 2011; 6 (10): e24658 DOI: 10.1371/journal.pone.0024658

 

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.