Diposting Rabu, 25 April 2012 jam 8:41 pm oleh Evy Siscawati

Pindai Otak dapat Meramalkan Berat dan Aktivitas Seksual

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 25 April 2012 -


“Ini adalah salah satu studi pertama dalam pencitraan otak yang menggunakan respon teramati dalam pemindai untuk meramalkan hasil penting dunia nyata dalam jangka waktu panjang,” kata   Todd Heatherton, professor hubungan manusia di jurusan ilmu otak dan psikologi sekaligus salah seorang pengarang makalah. “Menggunakan aktivitas otak untuk meramalkan perilaku konsekuensi di luar pemindai ini cukup baru.”

 Menggunakan fMRI, para peneliti mentarget sebuah daerah otak bernama nucleus accumbens, sering disebut sebagai “pusat penghargaan” otak, dalam sekelompok mahasiswa tahun pertama. Saat mengikuti pemindaian, subjek melihat gambar hewan, pemandangan, makanan lezat, dan manusia. Enam bulan kemudian, berat dan respon mereka pada kuesioner mengenai perilaku seksual dibandingkan dengan data berat dan pindai otak sebelumnya yang telah dicatat.

“Orang yang otaknya merespon lebih kuat pada petunjuk makanan adalah orang yang mendapat lebih banyak berat enam bulan kemudian,” jelas   Kathryn Demos, penulis pertama makalah ini. Demos, yang melakukan penelitian ini sebagai bagian dari disertasi doktornya di Dartmouth, saat ini ada di fakultas penelitian di Sekolah Medis  Warren Alpert Medical School Universitas Brown.

Korelasi antara respon otak citra makanan kuat dan perolehan berat juga ada untuk citra dan aktivitas seksual. “Sama seperti reaktivitas pada petunjuk makanan diselidiki sebagai prediktor perolehan berat, reaktivitas pada petunjuk citra seksual digunakan untuk meramalkan nafsu seksual,” lapor para peneliti.

 Makalah ini menekankan “spesifisitas material,” mencatat kalau partisipan yang merespon pada citra makanan meraih berat badan namun tidak terlibat dalam perilaku seksual yang lebih banyak, begitu pula sebaliknya. Para pengarang melanjutkan dengan mengatakan kalau tidak ada citra non makanan yang meramalkan perolehan berat.

Heatherton dan William Kelley, asisten professor ilmu otak dan psikologi serta pengarang senior makalah memiliki minat panjang dalam teori psikologi mengenai regulasi diri, juga disebut kontrol diri atau kekuatan keinginan.

“Kami mencoba memahami situasi dimana orang menghadapi godaan dan mencoba tidak bertindak,” kata Kelley.

Peneliti mencatat kalau langkah pertama dalam mengendalikan nafsu adalah kesadaran mengenai seberapa besar anda dipengaruhi oleh pemicu tertentu di lingkungan, seperti kemunculan makanan pembuka di sebuah restoran.

 “Anda perlu secara aktif berpikir tentang perilaku yang ingin anda kendalikan untuk mengaturnya,” catat Kelley. “Pengaturan diri membutuhkan banyak usaha sadar.”

Sumber berita:

Dartmouth College.

referensi jurnal:

Demos, K.D., Heatherton, T.F., & Kelley, W.M. (in press). Individual differences in nucleus accumbens activity to food and sexual images predict weight gain and sexual behavior. Journal of Neuroscience.

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.