Diposting Senin, 16 April 2012 jam 12:55 pm oleh Evy Siscawati

Tanpa Kompetisi, Katak Di Sulawesi Berevolusi dengan Cepat

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 16 April 2012 -


Tim ini menemukan 13 spesies katak taring di pulau tersebut, Sembilan diantaranya belum pernah diidentifikasi sebelumnya. Spesies ini berbeda dalam ukuran tubuh, jumlah selaput di kakinya, dan bagaimana mereka membesarkan anak – semua sejalan dengan tuntutan niche ekologi mereka yang berbeda. Sulawesi memiliki jumlah spesies katak taring yang sama seperti di kepulauan Philipina.

“Kami menduga memperoleh lebih banyak spesies di wilayah kepulauan karena ia jauh lebih luas, namun ini ternyata tidak terbukti,” kata Evans.

 Mengapa ada keanekaragaman hayati yang tinggi pada pulau yang kecil? Tidak adanya kompetisi di Sulawesi, kata para peneliti. Katak taring di Philipina harus berkompetisi dengan genus katak lainnya, Platymantis. Platymantis tidak pernah sampai ke Sulawesi, membuat katak taring bebas menyebar ke habitat baru, dimana mereka kemudian beradaptasi. Evolusi cepat katak ini adalah contoh mengagumkan dari radiasi adaptif – sebuah konsep yang dijelaskan Charles Darwin untuk kasus finch Galapagos.

Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal American Naturalist.

Sumber berita:

University of Chicago Press Journals

Referensi jurnal:

Mohammad I. Setiadi, Jimmy A. McGuire, Rafe M. Brown, Mohammad Zubairi, Djoko T. Iskandar, Noviar Andayani, Jatna Supriatna, Ben J. Evans. Adaptive Radiation and Ecological Opportunity in Sulawesi and Philippine Fanged Frog (Limnonectes) Communities. The American Naturalist, 2011; 178 (2): 221 DOI: 10.1086/660830

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.