Mengapa Asam Folat Dapat Mencegah Serangan Jantung Pertama tapi tidak yang Kedua
Suka dengan artikel ini?
Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh. Login
Senin, 16 April 2012 - Sebuah paradoks medis sekarang memperoleh penjelasan menurut penelitian yang dilakukan di Barts dan Sekolah Medis dan Kedokteran Gigi London. Paradoksnya adalah asam folat menurunkan homosistein dalam aliran darah yang menurunkan resiko serangan jantung, namun uji klinis asam folat tidak menunjukkan hasil tersebut.
Penjelasannya ternyata sederhana; menurunkan homosistein mencegah pelengketan platelet, yang mencegah penggumpalan darah … seperti yang dilakukan oleh aspirin, jadi jika orang dalam uji klinis telah menggunakan aspirin, maka tidak ada keuntungan tambahan dalam menurunkan homosistein dengan asam folat. Aspirin faktanya digunakan luas oleh partisipan dalam uji klinis karena mereka umumnya dilakukan pada pasien yang sudah mendapatkan serangan jantung atau penyakit kardiovaskuler lainnya.
Penelitian yang dipimpin oleh Dr David Wald dari Wolfson Institute of Preventive Medicine Barts dan London School of Medicine and Dentistry menunjukkan kalau ada perbedaan reduksi peristiwa penyakit jantung antara lima uji klinis dengan penggunaan aspirin terendah (60 persen partisipan menggunakan aspirin) dan lima uji klinis dengan penggunaan tertinggi (91 persen menggunakan aspirin). Pengurangan resiko yang teramati adalah enam persen namun dapat menjadi 15 persen jika tidak ada yang memakai aspirin. Penelitian didasarkan pada 75 studi epidemiologi melibatkan 50 ribu partisipan dan uji klinis melibatkan sekitar 40 ribu partisipan.
“Penjelasan ini memiliki implikasi penting,” kata Dr David Wald, peneliti utama makalah tersebut. “Bukti uji klinis negatif harusnya tidak menutup pintu bagi asam folat – asam folat masih dapat bermanfaat bagi orang yang belum mendapatkan serangan jantung karena mereka pada umumnya tidak akan menggunakan aspirin.”
Sumber berita:
Queen Mary, University of London.
Referensi jurnal:
David S. Wald, Joan K. Morris, Nicholas J. Wald. Reconciling the Evidence on Serum Homocysteine and Ischaemic Heart Disease: A Meta-Analysis. PLoS ONE, 2011; 6 (2): e16473 DOI: 10.1371/journal.pone.0016473
- Urutan Genom Coelacanth Menginformasikan Evolusi Vertebrata Darat
- Misi Kepler NASA: Tiga Planet Berukuran Super-Bumi Ditemukan Dalam Zona Layak Huni
- Teknik Ultra-cepat Menyingkap Prinsip-prinsip Perancangan dalam Biologi Kuantum
- Studi Telur Mengungkap Eratnya Hubungan Evolusi Antara Burung dan Dinosaurus
- Ilmuwan Membentuk Sel-sel Saraf Baru – Langsung di Dalam Otak
- Ilmuwan Temukan Kemungkinan untuk Menciptakan Bahan Bakar dari Karbon Dioksida di Atmosfer
- Metascreen Ultra-tipis: Setahap Mewujudkan Mantel Tembus Pandang ala Harry Potter
- Kehadiran Manusia di Kepulauan Pasifik Sebabkan Kepunahan Massal Burung
- Kehidupan Ditemukan Dalam Ekosistem Terluas di Bumi, Jauh di Kedalaman Kerak Samudera
- Ilmuwan Menghidupkan Kembali Embrio Katak yang Telah Punah
