Diposting Kamis, 5 April 2012 jam 1:28 pm oleh Evy Siscawati

Studi Menemukan Hubungan Antara Etnisitas dan Kesehatan

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 5 April 2012 -


Dalam tahun-tahun terakhir, pemerintah Inggris telah membuat pernyataan mengenai rekomendasi untuk hidup sehat; mencakup panduan seberapa banyak buah dan sayuran harus dimakan setiap hari (five-a-day), bersama dengan jumlah aktivitas fisik ideal yang harus kita lakukan untuk menghindari resiko obesitas. Didanai oleh   Economic and Social Research Council (ESRC), penelitian menemukan kalau para pria dari kelompok etnik minoritas dan wanita dari kelompok Pakistan dan Bangladesh, lebih mungkin dari pada orang kulit putih untuk memakan lima bagian buah atau sayuran setiap hari. Pria dan wanita Pakistan dan Bangladesh serta wanita India dan China lebih kecil kemungkinannya untuk aktif secara fisik.

 Penelitian ini, dilakukan oleh  Vanessa Higgins dan Professor Angela Dale dari Centre for Census and Survey Research di University of Manchester, memeriksa perbedaan pola makan, aktivitas fisik, dan obesitas pada kelompok-kelompok etnik di Inggris. Studi ini menemukan kalau perempuan yang bermigrasi ke Inggris sebagai orang dewasa lebih mungkin daripada yang lahir di Inggris untuk mengikuti pola makan five-a-day.

Walau begitu, studi ini juga menemukan kalau pria dan wanita Pakistan dan Bangladesh, dan juga wanita India dan China, lebih kecil kemungkinannya aktif secara fisik sebagaimana yang direkomendasikan Departemen Kesehatan. Hasil ini konsisten setelah mempertimbangkan usia responden, tingkat pendidikannya, status ekonominya, apakah mereka lahir di Inggris atau luar Inggris, pendapatan rumah tangga, dan tingkat kelangkaan di daerah mereka tinggal.

 Ditunjukkan kalau pendidikan adalah prediktor penting aktivitas fisik, pola makan dan obesitas, dan khususnya, tingkat pendidikan ibu, mempengaruhi aktivitas fisik, pola makan, dan obesitas anak perempuan mereka. Selain itu, tingkat aktivitas fisik ibu sangat berhubungan dengan aktivitas fisik anak dan ibu yang menjalankan pola makan five-a-day lebih mungkin mewariskan kebiasaan baik ini pada anak mereka; jika orang tua kegemukan, ada resiko yang lebih besar kalau anak mereka juga mengalami kegemukan.

 Higgins menyatakan: “Rendahnya tingkat aktivitas fisik pada pria dan wanita Pakistan dan Bangladesh menunjukkan kalau kebijakan yang ditujukan untuk meningkatkan aktivitas fisik harus mengarah pada kelompok etnik ini. Studi lain menyarankan kalau kendala budaya dapat mencegah wanita Pakistan dan Bangladesh untuk ikut serta dalam beberapa bentuk aktivitas fisik, walau begitu karena perbedaannya rendah antara pria dan wanita, ia tidak dapat dijelaskan semata oleh kendala budaya yang spesifik mengarah pada wanita.”

Sumber berita:

 Economic & Social Research Council

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.