Diposting Kamis, 5 April 2012 jam 12:09 pm oleh Evy Siscawati

Bukti Kalau Leluhur Manusia Menggunakan Api Satu Juta Tahun Lalu

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 5 April 2012 -


“Analisis ini mendorong waktu penggunaan api oleh manusia mundur 300 ribu tahun, menunjukkan kalau leluhur manusia setua Homo erectus mulai memakai api sebagai bagian cara hidup mereka,” kata antropologi Universitas Toronto, Michael Chazan,  ko-direktur proyek dan direktur Pusat Arkeologi Universitas Toronto.

 Penelitian ini diterbitkan dalam  Proceedings of the National Academy of Sciences tanggal 2 April 2012.

Wonderwerk adalah sebuah gua besar yang berada di ujung Kalahari dimana penggalian awal dilakukan oleh Peter Beaumont dari Museum McGregor di Kimberly, Afrika Selatan, menemukan sejumlah catatan mengenai tempat tinggal manusia. Sebuah proyek penelitian, diarahkan bersama oleh Chazan dari Universitas Toronto dan Liora Kolska Horwitz dari Universitas Hebrew, telah melakukan analisis bahan dari galian Beaumont bersama dengan studi lapangan baru di situs Wonderwerk.

 Analisis endapan oleh peneliti   Francesco Berna dan Paul Goldberg dari Universitas Boston mengungkapkan sisa-sisa tanaman yang telah menjadi abu dan fragmen tulang yang dibakar, keduanya terlihat dibakar secara lokal bukannya dibawa ke gua oleh angin atau air. Para peneliti juga menemukan bukti perubahan warna permukaan yang luas yang merupakan tanda-tanda bekas terbakar.

 “Pengendalian api merupakan titik balik penting dalam evolusi manusia,” kata Chazan. “Pengaruh memasak makanan telah banyak ditemukan, namun dampak pengendalian api juga akan mempengaruhi seluruh elemen masyarakat manusia.”

 “Sosialisasi di sekitar api unggun mungkin menjadi aspek dasar apa yang menjadikan kita manusia.”

 Dana untuk penelitian disediakan oleh Dewan Penelitian Ilmu Sosial dan Kemanusiaan Kanada, Yayasan Sains Nasional dan Yayasan Wenner Gren. Anggota tim lainnya mencakup James Brink dan Sharon Holt dari Museum Nasional Bloemfontein, Marion Bamford dari Universitas Witswatersrand dan Ari Motmon dan Hagai Ron dari Universitas Hebrew. Penelitian di Gua Wonderwerk dilakukan bekerjasama dengan Museum McGregor Kimberley dan atas izin Dinas Sumber Daya Kekayaan Budaya Afrika Selatan.

Sumber berita:

University of Toronto.

Referensi jurnal:

Francesco Berna, Paul Goldberg, Liora Kolska Horwitz, James Brink, Sharon Holt, Marion Bamford, and Michael Chazan. Microstratigraphic evidence of in situ fire in the Acheulean strata of Wonderwerk Cave, Northern Cape province, South Africa. Proceedings of the National Academy of Sciences, April 2, 2012 DOI: 10.1073/pnas.1117620109

 

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.