Diposting Kamis, 5 April 2012 jam 11:58 am oleh Evy Siscawati

Bahkan Rangsangan Kecil dapat Mengubah Aliran Informasi di Otak

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 5 April 2012 -


Cara bagian-bagian otak terhubung satu sama lain berperan signifikan dalam mengolah informasi. Pengolahan ini dapat diubah oleh perakitan dan pelepasan rakitan serabut syaraf yang menghubungkan rangkaian otak jauh. Namun peristiwa tersebut terlalu lambat untuk menjelaskan perubahan cepat persepsi. Dari studi eksperimental diketahui kalau tindakan yang bertanggung jawab paling tidak harus dua kali lebih cepat. Para ilmuan   Göttingen kini menunjukkan pertama kalinya kalau mungkin mengubah aliran informasi dalam jaringan padat saling jalin secara sederhana.

 Banyak daerah di otak menunjukkan aktivitas sel syaraf berirama. “Daerah otak yang berinteraksi seperti metronome yang berdetak dengan kecepatan yang sama dan dalam pola waktu yang berbeda,” kata fisikawan dan penyelidik utama  Demian Battaglia. Para peneliti sekarang mampu menunjukkan kalau pola waktu ini menentukan aliran informasi. “Bila satu dari metronom terpengaruh, misalnya oleh rangsangan luar, maka ia mengubah detaknya, berdetak dalam pola waktu berbeda dibandingkan yang lain. Daerah lain beradaptasi pada situasi baru ini lewat organisasi diri dan mulai memainkan detak yang berbeda pula. Karenanya cukup mempengaruhi satu wilayah otak dalam jaringan ini untuk mereorganisasi ulang sepenuhnya fungsi, seperti kami tunjukkan dalam model kami,” jelas Battaglia.

Gangguan yang diberikan tidak harus kuat. “Lebih penting kalau ‘tendangan’ terjadi di waktu irama yang tepat,” kata Battaglia. Ini dapat berperan penting dalam proses persepsi: “Ketika melihat suatu gambar, kita terlatih mengenali wajah secepat mungkin – bahkan jika ukurannya kecil,” tunjuk peneliti   Göttingen. “Namun jika kita mencium aroma anggur, kita segera melihat cangkir dalam gambar itu. Ini memungkinkan kita segera menyetel hal-hal yang tidak kita duga, mengubah fokus perhatian kita.”

Selanjutnya, para ilmuan ingin menguji model mereka pada jaringan anatomi yang lebih realistic. Mereka juga berharap temuannya dapat menginspirasi studi eksperimental masa depan, seperti dikatakan Battaglia: “Akan fantastic jika suatu saat, daerah otak tertentu dapat dirangsang begitu halus dan tepat yang diramalkan teori dan efeknya dapat diukur lewat metode pencitraan.”

Sumber berita:

Max-Planck-Gesellschaft,

Referensi jurnal:

  1. Demian Battaglia, Annette Witt, Fred Wolf, Theo Geisel. Dynamic Effective Connectivity of Inter-Areal Brain Circuits. PLoS Computational Biology, 2012; 8 (3): e1002438 DOI: 10.1371/journal.pcbi.1002438

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.