Diposting Kamis, 22 Maret 2012 jam 2:44 pm oleh Evy Siscawati

Para Ilmuan Membuat Struktur Mata dari Sel Punca Darah Manusia

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 22 Maret 2012 -


Dan dalam kemajuan baru, struktur retina menunjukkan kapasitas membentuk lapisan-lapisan sel – sebagaimana halnya retina lakukan dalam perkembangan manusia normal – dan sel-sel ini memiliki permesinan yang memungkinkan mereka mengkomunikasikan informasi. (Sel fotoreseptor sensitif cahaya di retina sepanjang dinding belakang mata menghasilkan impuls yang pada akhirnya dikirim lewat syaraf optic dan kemudian ke otak, memungkinkan anda melihat.)  Digabungkan, temuan-temuan ini menunjukkan kalau mungkin merakit sel retina manusia menjadi jaringan retina kompleks, semua diawali dari pengambilan sampel darah pasien secara rutin.

 Banyak penerapan jaringan retina manusia yang dibuat di lab, termasuk memakainya untuk menguji obat dan mempelajari penyakit degenerative retina seperti retinitis pigmentosa, penyebab kebutaan anak dan dewasa awal. Suatu hari, mungkin mengganti lapisan jamak retina untuk membantu pasien dengan kerusakan retina yang luas.

 “Kita tidak tahu seberapa jauh teknologi ini akan membawa kita, namun fakta kalau kita mampu menumbuhkan struktur retina kasar dari sebuah sel darah pasien itu menggembirakan, bukan hanya karena ia membenarkan penelitian kami sebelumnya memakai sel kulit manusia, namun juga karena darah mudah didapat,” kata   Dr. David Gamm, ophthalmologis pediatric dan pengarang senior studi in. “Ini langkah pasti maju.”

 Tahun 2011, Gamm lab di UW Waisman Center menciptakan struktur dari tahap paling primitive perkembangan retina memakai sel punca embrionik dan sel punca dari kulit manusia. Sementara struktur tersebut membuat berbagai tipe utama sel retina, termasuk fotoreseptor, mereka tidak memiliki organisasi yang ditemukan dalam retina yang lebih dewasa.

 Kali ini, tim yang dipimpin oleh Gamm, asisten professor Ophthalmologi dan Ilmu Visual di Sekolah Medis dan Kesehatan Umum UW, dan peneliti pascadoktoral dan pengarang utama Dr. Joseph Phillips, menggunakan metode mereka untuk menumbuhkan jaringan mirip retina dari sel-sel iPS yang diambil dari darah manusia yang dikumpulkan dengan teknik pengambilan darah standar.

 Dalam studi mereka, sekitar 16 persen struktur retina awal mengembangkan lapisan berbeda. Lapisan paling luar umumnya mengandung fotoreseptor, sementara lapisan tengah dan dalam memiliki sel syaraf intermediet dan sel-sel ganglion. Susunan sel ini ditemukan pula di belakang mata. Lebih jauh, penelitian Dr. Phillips menunjukkan kalau sel-sel retina ini mampu membuat sinapsis, syarat untuk mereka dapat berkomunikasi satu sama lain.

 Sel-sel iPS yang digunakan dalam studi ini dibuat lewat kolaborasi dengan  Cellular Dynamics International (CDI) Madison, Wis., yang merintis teknik mengubah sel darah menjadi sel iPS. Para ilmuan CDI mengekstrak semacam sel darah yang disebut T-limfosit dari sampel donor, dan memprogram ulang sel tersebut menjadi sel iPS. CDI didirikan oleh perintis sel punca UW  Dr. James Thomson.

“Kami beruntung karena CDI juga berminat dengan penelitian kami. Kombinasi keahlian lab kami dengan CDI penting bagi keberhasilan studi ini,” tambah  Dr. Gamm.

Anggota lain tim peneliti mencakup:

– Kyle Wallace, Amelia Verhoeven, Jessica Martin, Lynda Wright, Wei Shen, Elizabeth Capowski dan Enio Perez, dari Waisman Center.
– Sarah Dickerson dan Michael Miller dari CDI.
– E. Ferda Percen dari Fakultas Medis, Universitas Gazi, Ankara, Turki
– Xiufeng Zhong dan Maria Canto-Soler, dari Institut Mata Wilmer di Universitas John Hopkins.

 Penelitian ini didukung oleh   Foundation Fighting Blindness, National Institutes of Health, Retina Research Foundation, UW Institute for Clinical and Translational Research, UW Eye Research Institute dan E. Matilda Ziegler Foundation for the Blind, Inc.

Sumber berita:

University of Wisconsin-Madison

Referensi jurnal:

M. J. Phillips, K. A. Wallace, S. J. Dickerson, M. J. Miller, A. Verhoeven, J. M. Martin, L. Wright, W. Shen, E. E. Capowski, E. F. Percin, E. T. Perez, X. Zhong, M. V. Canto-Soler, D. M. Gamm. Blood-derived Human iPS Cells Generate Optic Vesicle-like Structures with the Capacity to Form Retinal Laminae and Develop Synapses. Investigative Ophthalmology & Visual Science, 2012; DOI: 10.1167/iovs.11-9313

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.