Diposting Kamis, 22 Maret 2012 jam 2:18 pm oleh Evy Siscawati

Ilmuan Mengirim Pesan Nirkabel Memakai Berkas Neutrino

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 22 Maret 2012 -


“Memakai neutrino, akan mungkin berkomunikasi diantara dua titik di Bumi tanpa memakai satelit atau kabel,” kata Dan Stancil, profesor teknik listrik dan komputer dari NC State dan pengarang utama makalah penelitian. “Sistem komunikasi neutrino akan jauh lebih rumit dari sistem yang ada sekarang, namun memiliki manfaat strategik yang penting.”

 Banyak yang telah berteori mengenai kemungkinan memakai neutrino untuk berkomunikasi karena ia punya sifat berharga: mereka dapat menembus apapun yang mereka jumpai. Bila teknologi ini dapat diterapkan dalam kapal selam, misalnya, maka mereka dapat berkomunikasi dalam jarak jauh di air, yang sulit dan bahkan hampir tidak mungkin dicapai oleh teknologi sekarang. Dan jika kita ingin berkomunikasi dengan sesuatu di luar angkasa yang berada di sisi belakang bulan atau planet, pesan kita dapat bergerak lurus menembusnya tanpa terhambat.

 “Tentu saja, teknologi kita masa kini membutuhkan sejumlah besar peralatan teknologi tinggi untuk berkomunikasi memakai neutrino, jadi saat ini ia masih belum praktis,” kata Kevin McFarland, seorang profesor fisika Universitas Rochester yang terlibat dalam eksperimen. “Namun langkah pertama dalam suatu saat memakai neutrino untuk berkomunikasi secara praktis telah didemonstrasikan memakai teknologi masa kini.”

 Tim ilmuan yang menunjukkan kalau hal ini mungkin melakukan tes mereka di   Fermi National Accelerator Lab (atau Fermilab, singkatnya), di luar kota Chicago. Kelompok ini menjelaskan temuannya dalam jurnal Modern Physics Letters A.

Di Fermilab, para peneliti memiliki akses pada dua komponen penting. Pertama adalah salah satu pemercepat partikel terkuat di dunia, yang menciptakan berkas neutron intensitas tinggi dengan mempercepat proton mengitari jalur lingkaran sepanjang 4 km lalu menabrakkan mereka dengan target karbon. Kedua adalah detektor multi-ton bernama MINERvA, berada di gua 100 meter di bawah tanah.

 Fakta kalau setup penting demikian dibutuhkan untuk berkomunikasi memakai neutrino berarti masih banyak pekerjaan dibutuhkan sebelum teknologi ini dapat diterapkan dalam bentuk siap pakai.

 Uji komunikasi dilakukan dalam periode dua jam ketika akselerator berjalan pada separuh intensitas penuhnya karena jadwal downtime. Data interaksi MINERvA reguler dikumpulkan di saat yang sama dengan uji komunikasi dilakukan.

 Di masa kini, sebagian besar komunikasi dilakukan dengan mengirim dan menerima gelombang elektromagnetik. Itulah bagaimana radio, ponsel, dan televisi bekerja. Namun gelombang elektromagnet tidak dapat menembus sebagian besar materi. Mereka terblokir oleh air dan gunung serta banyak jenis cairan dan zat padat. Neutrino, di sisi lain, terus menembus planet tanpa terserap. Karena muatan listrik yang netral dan massanya hampir tidak ada, neutrino tidak dipengaruhi oleh medan magnet dan tidak pula dipengaruhi kuat oleh gravitasi, jadi mereka bebas hambatan dalam bergerak.

 Pesan yang dikirim para ilmuan memakai neutrino diterjemahkan kedalam kode biner. Dengan kata lain, kata “neutrino” disajikan oleh seretan 1 dan 0, dengan 1 berarti sekelompok neutrino ditembakkan dan 0 berarti tidak ada neutrino ditembakkan. Neutrino ditembakkan dalam kelompok besar karena mereka begitu susah ditangkap bahkan dengan detektor multi-ton, hanya sekitar satu dari sepuluh miliar neutrino yang terdeteksi. Setelah neutrino terdeteksi, sebuah komputer di ujung lain menterjemahkan kode biner kembali ke bahasa Inggris, dan kata “neutrino” berhasil diterima.

 “Neutrino merupakan alat mengagumkan untuk membantu kita mempelajari cara kerja inti atom dan alam semesta,” kata Deborah Harris, manajer proyek Minerva, “namun komunikasi neutrino masih jauh dari mungkin dan seefektif komunikasi elektromagnetik.”

 Minerva adalah kolaborasi fisikawan nuklir dan partikel dari 21 lembaga yang mempelajari perilaku neutrino memakai sebuah detektor yang berada di  Fermi National Accelerator Laboratory dekat Chicago. Ini pertama kalinya eksperimen neutrino di dunia memakai berkas intensitas tinggi untuk mempelajari reaksi neutrino dengan inti dari lima bahan target berbeda, menciptakan interaksi perbandingan langsung. Hal ini akan membantu memperoleh gambaran lengkap neutrino dan memungkinkan data lebih jelas ditafsirkan dalam eksperimen masa kini dan akan datang.

Sumber berita:

 University of Rochester.

Referensi Jurnal

DEMONSTRATION OF COMMUNICATION USING NEUTRINOS
D. D. Stancil et. al.
Mod. Phys. Lett. A 27 (2012) 1250077

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.