Diposting Jumat, 24 Februari 2012 jam 10:47 am oleh Evy Siscawati

Asteroid Lutetia: Tubuh Primitif dari Periode Pembentukan Planet Tata Surya

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 24 Februari 2012 -


Rosetta terbang melintasi Lutetia tanggal 10 Juli 2010 dengan kecepatan 54 ribu km/jam dan jarak terdekat 3170 km. Pada saat itu, asteroid sepanjang 130 km tersebut adalah yang terbesar yang pernah ditemui pesawat ini. Sejak itu, para ilmuan telah menganalisis data yang diambil saat perjumpaan singkat ini.

 Semua perlintasan sebelumnya melewati benda ini, yang merupakan pecahan dari sebuah badan yang lebih besar. Pada saat pertemuan ini, walau begitu, para ilmuan berspekulasi kalau Lutetia mungkin merupakan dunia mini primitive yang lebih tua.

 Sekarang mereka lebih yakin lagi. Citra dari kamera OSIRIS mengungkapkan kalau bagian dari permukaan Lutetia berusia sekitar 3,6 miliar tahun. Bagian lain lebih muda dalam standar astronomi, yaitu 50-80 juta tahun.

 Astronom memperkirakan usia planet, bulan, dan asteroid tanpa udara dengan menghitung kawah. Setiap depresi berbentuk mangkuk di permukaannya terjadi lewat tumbukan. Semakin tua permukaan, semakin banyak tumbukan yang akan dikumpulkannya. Sebagian dari Lutetia sangat berkawah, menunjukkan kalau ia sangat tua.

 Di sisi lain, daerah termuda Lutetia adalah tebing runtuh, mungkin dipicu oleh getaran dari tumbukan dekat.

 Bekas yang dihasilkan dari banyak tumbukan ini sekarang berada di permukaan sebagai lapisan batuan setebal 1 km.

Ada juga batu-batu besar terhambur di permukaan: sebagian besarnya 300-400 meter, atau separuh ukuran Batu Ayer di Australia.

 Beberapa tumbukan pastinya begitu besar sehingga melontarkan potongan besar Lutetia, perlahan memahatnya menjadi rongsokan seperti yang kita lihat sekarang.

 “Kami rasa Lutetia tidak lahir seperti ini,” kata   Holger Sierks, Max-Planck-Institut für Sonnensystemforschung, Lindau, Jerman. “Mungkin ia lahir dalam kondisi bulat.”

Spectrometer VIRTIS di Rosetta menemukan kalau komposisi Lutetia sangat seragam di semua daerah yang diamati.

 “Mengejutkan kalau sebuah benda seukuran ini dapat mempertahankan luka-luka peristiwanya begitu berbeda dalam usia di permukaannya namun tidak menunjukkan tanda-tanda variasi komposisi permukaan,” kata   Fabrizio Capaccioni, INAF, Roma, Italia.

Ini baru awal dari misterinya.

 Rosetta juga memungkinkan para ilmuan memeriksa di bawah permukaan asteroid. Tampak kalau Lutetia mencoba menumbuhkan inti besi seperti planet ketika ia terbentuk.

 Pada pertemuan ini, gravitasi lemah Lutetia menarik Rosetta. Perubahan kecil pada jalur Rosetta tercermin dalam sinyal radio yang diterima di Bumi, menunjukkan massa 1,7 juta miliar ton.

 Ini kejutan.

 “Massa ini lebih rendah dari yang kami perkirakan. Pengamatan berbasis Bumi menyimpulkan nilai yang lebih besar,” kata  Martin Pätzold, Universität zu Köln, Jerman, pemimpin tim ilmu radio.

Walau begitu, ketika dibandingkan dengan volumenya, Lutetia masih merupakan salah satu asteroid terpadat dari asteroid manapun yang diketahui: 3400 kg per meter kubik. Kepadatan ini menunjukkan kalau Lutetia mengandung kuantitas besi yang besar, namun tidak mesti berbentu inti sempurna.

Untuk membentuk sebuah inti besi, Lutetia harus meleleh sebagai hasil dari panas yang dilepaskan isotop radioaktif dalam batuannya. Besi padat kemudian akan tenggelam ke pusat dan bahan batuan akan mengambang di permukaan.

 Walau begitu, VIRTIS menunjukkan kalau komposisi permukaan Lutetia tetap sepenuhnya purba, menunjukkan tidak satupun bahan batuan diharapkan terbentuk saat fase pelelehan.

 Penjelasan satu-satunya tampaknya Lutetia merupakan subjek pemanasan internal awal dalam sejarahnya namun tidak cukup meleleh dan karenanya berakhir dengan inti besi yang tidak sempurna.

Hasil ini, semua dikumpulkan hanya dalam sebuah perjumpaan singkat, membuat Lutetia merupakan asteroid yang unik dan merupakan kartu pos berharga dari masa lalu, saat Bumi sedang terbentuk.

 “Kami memilih anggota paling penting sabuk asteroid,” kata   Rita Schulz, ilmuan proyek Rosetta ESA.

 “Semua asteroid yang kami temui sejauh ini berbeda satu sama lain, namun Lutetia satu-satunya yang tampilan purba dan diferensiasinya ada.”

 “Hasil tak terduga ini jelas menunjukkan kalau masih banyak yang harus dipelajari sebelum kita memahami sabuk ini sepenuhnya.”

 Sekarang setelah meninggalkan Lutetia, Rosetta ada dalam kondisi hibernasi dan dalam perjalanan menuju perjumpaan tahun 2014 dengan komet Churyumov-Gerasimenko.

Sumber berita:

 European Space Agency (ESA).

Referensi lanjut:

H. Sierks, P. Lamy, C. Barbieri, D. Koschny, H. Rickman, R. Rodrigo, M. F. A’Hearn, F. Angrilli, M. A. Barucci, J.- L. Bertaux, I. Bertini, S. Besse, B. Carry, G. Cremonese, V. Da Deppo, B. Davidsson, S. Debei, M. De Cecco, J. De Leon, F. Ferri, S. Fornasier, M. Fulle, S. F. Hviid, R. W. Gaskell, O. Groussin, P. Gutierrez, W. Ip, L. Jorda, M. Kaasalainen, H. U. Keller, J. Knollenberg, R. Kramm, E. Kuhrt, M. Kuppers, L. Lara, M. Lazzarin, C. Leyrat, J. J. L. Moreno, S. Magrin, S. Marchi, F. Marzari, M. Massironi, H. Michalik, R. Moissl, G. Naletto, F. Preusker, L. Sabau, W. Sabolo, F. Scholten, C. Snodgrass, N. Thomas, C. Tubiana, P. Vernazza, J.- B. Vincent, K.- P. Wenzel, T. Andert, M. Patzold, B. P. Weiss. Images of Asteroid 21 Lutetia: A Remnant Planetesimal from the Early Solar System. Science, 2011; 334 (6055): 487 DOI: 10.1126/science.1207325

 

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.