Diposting Senin, 13 Februari 2012 jam 7:45 pm oleh Evy Siscawati

Tingkat-Tingkat Kesadaran

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 13 Februari 2012 -


Tingkat kesadaran yang separuh tertekan dapat digolongkan sebagai letargi, seseorang dalam kondisi ini dapat sadar dengan mudah. Orang tertumpul berada pada tingkat kesadaran yang lebih tertekan dan tidak dapat disadarkan sepenuhnya. Orang yang tidak dapat disadarkan dari kondisi mirip tidur disebut mengalami stupor. Koma adalah ketidakmampuan membuat respon apapun yang bertujuan. Jika anda datang ke rumah sakit, anda mungkin melihat sebuah formulir bertuliskan skala koma Glasgow, ini adalah tanda tingkat kesadaran yang umum digunakan.

 Skala dan istilah untuk mengklasifikasikan tingkat-tingkat kesadaran berbeda, namun secara umum, hilangnya respon pada rangsangan menunjukkan perbedaan tingkat kesadaran:

 

Tingkat kesadaran

Tingkat

Rangkuman

Deskripsi

Sadar

NormalPenilaian melibatkan pemeriksaan orientasi: orang yang mampu segera dan spontan menyatakan nama, lokasi, dan tanggal atau waktu dikatakan terorientasi dengan diri, ruang, dan waktu, atau terorientasi X3. Tahap tidur normal dimana seseorang mudah sadar juga dipandang sebagai tingkat kesadaran normal. “Pengawanan kesadaran” adalah istilah untuk perubahan ringan kesadaran dalam hal perhatian dan keterjagaan.

bingung

Tidak terorientasi; berpikir dan merespon tidak baikOrang yang tidak merespon dengan cepat informasi mengenai nama, lokasi, dan waktunya dipandang “tumpul” atau “bingung”. Orang yang kebingungan dapat limbung, tidak terorientasi, dan memiliki kesulitan mengikuti perintah. Orang ini dapat berpikir lamban dan kemungkinan kehilangan ingatan tentang waktu. Hal ini dapat disebabkan oleh kurang tidur, gizi kurang, alergi, polusi lingkungan, obat (resep atau bukan), dan infeksi.

mengigau

Tidak terorientasi; tidak tenang, halusinasi, kadang delusiBeberapa skala memiliki “mengigau” dibawah level ini, dimana seseorang dapat tidak tenang atau gelisah dan menunjukkan penurunan perhatian.

mengantuk

mengantukOrang yang mengantung menunjukkan kantuk berlebihan dan merespon rangsangan hanya dengan gumaman yang tidak koheren atau gerakan yang tidak terorganisir.

tertumpul

Keterjagaan yang menurun; respon psikomotor melambatDalam kondisi tumpul, seseorang memiliki minat yang menurun pada lingkungannya, respon yang melambat, dan mengantuk.

stupor

Keadaan mirip tidur (bukan tidak sadar); sedikit/tidak ada aktivitas spontanOrang dengan tingkat kesadaran lebih rendah, stupor, hanya merespon dengan meringis atau menarik diri dari rangsang menyakitkan.

koma

Tidak dapat disadarkan; tidak ada respon pada rangsanganOrang yang koma tidak membuat respon pada rangsangan, tidak memiliki reflex kornea atau muntahan, dan mereka tidak memiliki respon pupil pada cahaya.

Referensi

  1. Kandel ER, Jessell, Thomas M.; Schwartz, James H. (2000). Principles of neural science. New York: McGraw-Hill.
  2. Kruse MJ (1986). Nursing the Neurological and Neurotrauma Patient. Totowa, N.J: Rowman & Allanheld. pp. 57–58.
  3. Porth C (2007). Essentials of Pahtophysiology: Concepts of Altered Health States. Hagerstown, MD: Lippincott Williams & Wilkins. pp. 835.
  4. Tindall SC (1990). “Level of consciousness”. In Walker HK, Hall WD, Hurst JW. Clinical Methods: The History, Physical, and Laboratory Examinations. Butterworth Publishers. Retrieved 2008-07-04.
Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Fans Facebook

Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.