Diposting Sabtu, 28 Januari 2012 jam 12:51 pm oleh Evy Siscawati

Teori Pertama Tentang Asal Usul, Evolusi, dan Sifat Kehidupan Diajukan

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 28 Januari 2012 -


Erik Andrulis, PhD, asisten professor biologi molekuler dan mikrobiologi, mengajukan kerangka kontroversialnya dalam naskahnya  “Theory of the Origin, Evolution, and Nature of Life,” diterbitkan dalam jurnal mitra bestari, Life. Teorinya menjelaskan bukan hanya kemunculan evolusi kehidupan di bumi dan di alam semesta, namun juga struktur dan fungsi sel dan biosfer yang ada.

 Selain memecahkan paradoks dan teka-teki dalam kimia dan biologi, teori Dr Andrulis menyatukan mekanika kuantum dan langit. Solusi barunya pada masalah dalam fisika berbeda dari pendekatan umumnya, seperti teori string, karena ia sederhana, tidak matematis, dan teruji secara eksperimen dan ekseriensial. Atas alasan ini, gambaran barunya pada gravitas kuantum terhitung radikal.

 Gagasan dasar kerangka Dr Andrulis adalah bahwa semua realitas fisika dapat dimodelkan dengan entitas geometri sederhana dengan karakteristik seolah hidup: gyre. Gyromodel ini menyatakan benda – partikel, atom, kimiawi, molekul, dan sel – sebagai paket terkuantifikasi dari energi dan materi yang bersiklus antara keadaan terangsang dan keadaan dasar di sekeliling sebuah singularitas, pusat gyromodel. Sebuah singularitas sendiri dimodelkan sebagai sebuah gyre, sesuai dengan sifat termodinamika dan fraktal dari kehidupan. Contoh dari organisasi serupa diri bersarang ini adalah boneka Matryoshka Rusia.

 Dengan menyesuaikan gyromodel dengan fakta yang terkumpul dalam sejarah ilmiah, Dr Andrulis mengkonfirmasi keberadaan delapan hukum alam. Salah satunya, hukum kesatuan alam, menyatakan kalau sel hidup dan segala bagian alam semesta yang tampak tidak dapat di reduksi. Hukum ini secara formal menyatakan kalau hanya ada satu realitas fisika.

 Hukum alam lainnya menyatakan kalau relung atom dan kosmik patuh pada kendala-kendala organisasi yang sama. Sederhananya, atom dalam tubuh manusia dan tata surya di alam semesta bergerak dan berperilaku sama.

“Sains modern tidak memiliki teori kesatuan lintas disiplin tentang kehidupan. Dengan kata lain, teori-teori yang ada sekarang tidak mampu menjelaskan mengapa kehidupan seperti itu dan tidak seperti yang lain,” kata Dr Andrulis. “Paradigma umum ini memberikan sudut pandang yang segar pada karakter dan makna kehidupan, menawarkan solusi atas masalah-masalah besar, dan berusaha mengakhiri debat tanpa akhir.”

 Salah satu debat berputar pada masalah ilmiah dari hipotesis Gaia populer dari James Lovelock. Dengan menunjukkan kalau Bumi sinonim secara teoritis dengan kehidupan, paradigma Dr Andrulis mendasarkan premis Gaia kalau semua organisme dan lingkungannya di bumi terintegrasi membentuk satu sistem kompleks pengatur diri tunggal.

 Perdebatan legendaries lainnya adalah antara kreasionis injil dan evolusionis neo-Darwinian. Dalam menunjukkan kalau asal usul dan evolusi kehidupan adalah konsekuensi dari hukum alam dan gaya fisika, teori ini mensintesis argument dan menolak asumsi dari kedua sisi debat kreasi-evolusi.

Untuk menguji paradigm ini, Dr Andrulis merancang diagram alir dua arah yang menunjukkan dan memprediksi dinamika energi dan materi. Sementara diagram tersebut dapat asing bagi sebagian ilmuan, ia merupakan notasi reaksi standar bagi kimiawan, biokimiawan, dan biologiwan.

 Dr Andrulis telah memakai teorinya untuk memprediksi dan menemukan tanda tersembunyi biogenesis RNA dalam laboratoriumnya di Sekolah Kedokteran Universitas Case Western Reserve. Ia sekarang menerapkan gyromodel untuk menyatukan dan menjelaskan evolusi dan perkembangan manusia.

Sumber berita:

 Case Western Reserve University

Referensi jurnal:

Erik D. Andrulis. Theory of the Origin, Evolution, and Nature of Life. Life, 2011; 2 (1): 1 DOI: 10.3390/life2010001

NB:

Berita ini telah ditarik oleh Case Western karena masyarakat ilmiah segera menyerang dan menyatakan bahwa teori yang diajukan Andrulis tergolong pseudosains. Lebih lanjut lihat : Teori Asal Usul, Evolusi, dan Sifat Kehidupan Ditarik Karena Terbukti Tidak Ilmiah

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.