Diposting Senin, 9 Januari 2012 jam 7:24 pm oleh Evy Siscawati

Psikologi dan Hukum

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 9 Januari 2012 -


Sebuah edisi special   Current Directions in Psychological Science, jurnal Association for Psychological Science, menyajikan kondisi penelitian saat ini mengenai psikologi dan hukum.

 Banyak pengacara bertopang pada identifikasi saksi mata dan kesaksian ahli dalam ruang siding, namun penelitian ilmiah menunjukkan kalau bukti ini sering tidak handal. Saksi mata dapat dipengaruhi oleh ras tersangka dan oleh umpan balik dari petugas penegak hukum. Kesaksian pakar dapat bias pula. Studi menunjukkan kalau para ahli sering bias pada sisi yang meminta bantuan mereka dan bahkan ketika kesaksian pakar sungguh-sungguh objektif, sang hakim – yang juga rentan pada bias – sering memiliki keputusan dalam menentukan kesaksian mana yang diperbolehkan dalam pengadilan.

Wawancara saksi mata dan tersangka yang sukses adalah penting bagi sistem hukum yang efektif. Walau begitu, pengakuan palsu dapat datang ketika polisi memberikan bukti palsu dan berbohong pada tersangka – sebuah strategi yang disebut teknik Reid. Para ilmuan psikologi menyelidiki metode alternatif; misalnya, penelitian menunjukkan kalau pengakuan palsu dapat dikurangi dengan model PEACE, sebuah metode yang umum dipakai para polisi di Inggris yang tidak memungkinkan petugas salah member informasi pada tersangka.

 Disamping hakim, juri berperan penting dalam sejumlah sistem hukum di dunia. Walaupun semua juri memasuki ruang siding dengan bias implisit tertentu, penelitian menunjukkan kalau juri sangat efektif dalam mempertimbangkan bukti yang disajikan pada mereka dan menerapkan hukum.

Walaupun tidak ada sistem hukum yang sempurna, penelitian ilmiah dapat meningkatkan pemahaman kita mengenai latar belakang psikologi wawancara tersangka, pemilihan juri, dan keputusan hakim dan karenanya membantu memastikan sistem hukum berevolusi menuju arah yang paling efisien.

Sumber berita:   Association for Psychological Science.

Referensi jurnal:

R. P. Fisher. Editor’s Introduction: Special Issue on Psychology and Law. Current Directions in Psychological Science, 2011; 20 (1): 4 DOI: 10.1177/0963721410397654

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.