Diposting Senin, 9 Januari 2012 jam 7:22 pm oleh Evy Siscawati

Perilaku Kucing Dilihat Dari Perspektif Evolusi

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 9 Januari 2012 -


Kucing adalah hewan pemburu, mereka berevolusi dari leluhur pemburu dan telah tertanam dalam gen mereka kalau mereka pada dasarnya pemburu. Mereka berevolusi untuk bertahan hidup dengan menangkap mangsa. Karakteristik ini bisa dilihat dari bentuk fisiknya, gerakannya yang diam, pandangan malam, giginya yang tajam, kumisnya yang mendeteksi arus udara, getaran, dan benda padat semuanya merupakan karakteristik predator.

Ribuan tahun lalu ketika manusia mulai bercocok tanam, tikus mulai menjadi masalah bagi lumbung. Kemampuan kucing untuk membunuh hewan pengerat dengan mudah dan gayanya yang terlihat bersahabat dengan manusia membuat mereka diterima dengan mudah oleh masyarakat purba sebagai bagian dari simbiosis mutualisme. Kucing yang pandai berburu dipandang bernilai tinggi karena berarti memberikan keamanan penduduk dari tikus. Seleksi alam berganti menjadi seleksi buatan dimana manusia membuat peternakan kucing pemburu dan menjual belikannya.

Pada zaman Mesir Kuno, peran kucing menjadi begitu penting sampai-sampai ia diangkat menjadi hewan suci. Dengan sejarah evolusi yang mendukung kemampuan berburu tersebut, masuk akal bila berbagai perilakunya dijelaskan secara evolusioner. Jadi berikut penjelasan beberapa perilaku kucing:

Kucing mengeong sebagai sinyal sosial kepada sesama kucing. Sinyal sosial ini bisa berupa pertanda kalau ia butuh bantuan, merasa senang, atau merasa puas.

Kucing tidur rata-rata 16 jam sehari. Hal ini untuk mencharge tubuhnya untuk berburu. Ketika berburu, kucing menggunakan energi secara mendadak, besar-besaran, dan cepat agar dapat menangkap buruan secara efisien.

Itu pertanda kucing tersebut menganggap pemilik rumah tidak kompeten dalam berburu. Ia menunjukkan kemampuannya berburu dan mencoba mengajarkan pada “majikannya” cara mencari makan yang benar. Namun karena sang “majikan” tidak pandai berburu, sang kucing membawakannya makanan.

Sebagai persediaan makanan. Seperti halnya anjing, ketika kenyang namun masih ada makanan, kucing akan menguburnya agar tidak diambil hewan lain.

Hanya kucing inferior yang mengubur kotoran. Dalam dunia hewan, terdapat hewan alpha dan inferior. Hewan alpha adalah penguasa teritorial karena kekuatannya atau kualitas fisik lainnya. Hewan inferior tidak boleh berperilaku seperti hewan alpha karena berarti menantang duel hewan alpha. Kucing alpha boleh Be-A-Be sembarangan tanpa mengubur. Kucing alpha boleh pipis sembarangan. Baik Be-A-Be maupun pipis adalah tanda bahwa daerah tersebut adalah daerah kekuasaannya. Kucing inferior yang Be-A-Be di wilayah tersebut harus mengubur kotorannya agar tidak diketahui oleh alpha. Ia juga harus pipis di wilayah khusus yang diperbolehkan oleh sang alpha. Jadi, jika kucing anda mengubur kotorannya dan pipis di tempat yang itu-itu melulu, kucing anda bukan kucing jagoan.

Itu tanda dominasi. Kucing menunjukkan eksistensi dirinya sebagai individu. Tindakan menatap matanya langsung adalah tanda konflik dan kucing dapat marah walaupun tatapan itu sebentar. Orang asing yang baunya tidak dikenal kucing harus menghindari kontak mata agar tidak memberi sinyal konflik.

Itu tanda kekalahan. Kucing tidak mampu menangkap sang burung sebagai mangsa sehingga menunjukkan kekesalannya dengan berdesis.

Itu tanda kenyamanan. Kucing memukul lembut pada tubuh anda yang dikiranya payudara ibunya. Sang ibu adalah tempat bernaung dan berlindung bagi sang anak kucing. Dengan memukul lembut payudara ibunya, sang kucing dapat menghisap asi sang ibu. Ini menjelaskan mengapa kucing yang manja umumnya kucing yang masih kecil.

  1. Mengapa kucing memakan rumput?

Kucing memakan rumput sebagai lalapan. Walaupun karnivora, kucing membutuhkan juga protein nabati untuk kelancaran pencernaannya.

Menajamkan kukunya agar dapat mencengkeram mangsa lebih kuat. Jika dilakukan di dekat makanannya atau Be-A-Be nya, tindakan ini untuk mengubur kedua benda kontradiktif tersebut.

Hal ini dilakukan untuk memperoleh sudut terbaik untuk mencengkeram mangsa sehingga mangsa efektif tertangkap. Lemparkan gulungan kertas, ia juga akan bersalto.

Bagi kucing rumahan, mendapat mangsa adalah peristiwa langka. Kucing dapat saja menggigit langsung sehingga mangsanya efektif mati, tetapi hal ini tidak dilakukan. Ia ingin bersenang-senang dan menikmati momen dimana ia memperoleh mangsanya. Bagi ibu kucing, sering ia tidak membunuh sang mangsa, tetapi membawanya hidup-hidup untuk membagi kegembiraan dengan anak-anaknya.

Ini disebut mimikri ular. Kucing sedang meniru ular karena bagi sang kucing, ular adalah hewan berbahaya. Ia punya taring seperti kucing, tetapi punya bisa. Kucing tidak punya bisa, tetapi dengan meniru desis ular, ia berharap lawannya mengira kalau ia juga punya bisa yang mematikan. Biasanya kucing mengarahkan telinganya menjadi datar ketika mendesis, tebak untuk apa, untuk meniru kobra.

Sama seperti pipis dan Be-A-Be bagi kucing alpha, kucing menggosokkan dirinya pada benda sebagai tanda benda tersebut adalah miliknya. Kucing memiliki feromon dan feromon alias bau khas ini menempel pada benda-benda tersebut. Kucing lain yang ingin menggosokkan tubuhnya di benda yang masih ada feromon dari kucing lain tidak akan berani menggosokkan tubuhnya kecuali ia berani mengambil resiko konflik agraria. Jadi, jika kucing menggosokkan tubuhnya ke kaki anda, itu tandanya ia merasa anda adalah miliknya.

Beda dengan sesama kucing yang menandakan sosialisasi, kucing mengeong pada manusia, terutama saat lapar, adalah berusaha menipu manusia. Ia mencoba meniru suara bayi agar dikira bayi oleh majikannya sehingga ia mendapatkan perhatian pula dari sang majikan layaknya perhatian yang diberikan sang manusia kepada anaknya.

Kucing punya kelenjar yang terangsang ketika mereka menyentuhkan bulunya. Itulah feromon atau bau khas kucing sebagai penanda individu. Manusia juga punya bau yang dapat dicium kucing. Jika kucing mencium bau manusia di tubuhnya, bau karakteristiknya sendiri dapat tertutupi. Bau manusia begitu tajam sehingga mengalahkan bau sang kucing sendiri. Sang kucing tidak terima ini dan segera menjilati bulunya agar bau manusia hilang dan baunya kembali. Tidak heran begitu anda memeluknya terlalu lama, ia akan segera lari dan membasuh dirinya.

Referensi

Carlos A. Driscoll, Juliet Clutton-Brock, Andrew C. Kitchener and Stephen J. O’Brien. The Evolution of House Cats. Scientific American, June 2009

Copley, 2009. Why Cats Rub Against Things: Felines Use Body Contact to Leave Pheremone Scent Messages

Hayden, M. 2009. 6 Adorable Cat Behaviors With Shockingly Evil Explanations.

Karen McComb, Anna M. Taylor, Christian Wilson, Benjamin D. Charlton. The cry embedded within the purr. Current Biology- 14 July 2009 (Vol. 19, Issue 13, pp. R507-R508).

Morris, D. 2003. Cat World: A Feline Encyclopaedia

Nicolaas. 2008. Why Cats Bring in Dead Animal?

Shukla, Nutan. 26 Mei 2002. Novel Ways to Protect Oneself from Predators.

Tilmouth, K. 2009. Cats/My cat is jealous!

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.