Diposting Senin, 2 Januari 2012 jam 2:17 pm oleh Evy Siscawati

Diskriminasi Ras Terus Menerus dapat Menyebabkan Sakit Pertarungan Rasial

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 2 Januari 2012 -


 African american yang melaporkan dalam sebuah survey kalau mereka mengalami saat-saat diskriminasi rasial memiliki kemungkinan lebih tinggi secara signifikan untuk menderita gangguan ketakutan umum (generalized anxiety disorder – GAD) suatu saat dalam hidupnya, menurut Jose Soto, asisten profesor psikologi.

 Gangguan ketakutan umum memiliki gejala psikologis maupun fisik yang begitu parah sehingga dapat mempengaruhi secara nyata kegiatan sehari-hari termasuk kinerja. Orang dengan gangguan ini memiliki rasa khawatir kronis, pemikiran intrusif, dan sulit berkonsentrasi. Secara fisik, gangguan ini dapat memanifestasi gejala seperti sakit kepala tegang, lelah ekstrim, dan sakit perut. Sebagian gejala ini berasosiasi dengan “kelelahan pertarungan rasial”, istilah yang diberikan oleh   William A. Smith, asisten profesor di Universitas Utah.

“Hasil studi kami menyarankan kalau istilah kelelahan pertarungan rasial dapat merupakan fenomena sangat nyata yang dapat menjelaskan bagaimana individu dapat datang dari pengalaman rasisme ke pengalaman gangguan kesehatan mental serius,” kata Soto. “Sementara istilah ini jelas tidak mengatakan kalau kondisi-kondisi tepat seperti apa yang dialami prajurit di medan perang, ia datang dari ide kalau stress tercipta dalam lingkungan yang tidak aman atau kasar secara kronis.”

 Para peneliti, yang melaporkan temuan mereka dalam edisi terbaru   Journal of Anxiety Disorders, memeriksa data dari Survei Nasional Kehidupan Amerika, sebuah studi melibatkan 5,899 dewasa Amerika. Studi mengumpulkan data, selain topik lain, kesehatan mental dan pengalaman diskriminasi dari 3,570 African American (60,5 persen populasi studi total), 1,438 Afro-Karibia (24,4 persen) dan 891 kulit putih non-Hispanik (15,1 persen).

 Dari African American yang disurvey, lebih dari 40 persen melaporkan kalau mereka mengalami berbagai bentuk diskriminasi rasial, dan sekitar 4,5 persen melaporkan menderita GAD. Sekitar 39 persen Afro-Karibian melaporkan contoh diskriminasi rasial, namun hanya 2,69 persen pernah mengalami GAD.

 Pengalaman diskriminasi rasial, walau begitu, tidak berasosiasi dengan GAD bagi Afro-Karibian. Soto, yang bekerja dengan Nana Dawson, mahasiswa pasca sarjana psikologi dan Rhonda BeLue, asisten profesor kebijakan dan administrasi kesehatan, menyarankan kalau karena Afro-Karibian memiliki sejarah berbeda dengan African American, mereka mungkin mendefinisikan dan mengatur diskriminasi rasial secara berbeda.

 Sementara kulit putih non-hispanik memiliki tingkat gangguan ansieti umum lebih tinggi dari African American maupun Afro-Karibia, hanya 7,79 persen kulit putih non-hispanik melaporkan insiden diskriminasi rasial. Walaupun pengalaman diskriminasi rasial pada kulit putih non-hispanik tidak berasosiasi dengan pengembangan GAD, mengalami bentuk lain diskriminasi, seperti diskriminasi umur dan gender, berasosiasi dengan gangguan tersebut.

“Satu temuan menarik dari studi ini adalah diskriminasi non-rasial terlihat berasosiasi dengan pengembangan GAD untuk semua kelompok sampel,” kata Soto. “Sekitar 49 persen kulit putih non-hispanik melaporkan kalau mereka menderita bentuk lain diskriminasi.”

 Soto mengatakan hubungan antara rasisme dan ansieti parah menekankan pengaruh negatif yang diberikan diskriminasi pada masyarakat.

 “Ini bukan hanya satu contoh betapa kuatnya stressor sosial dapat mempengaruhi fungsi kesehatan,” kata Soto. “Dan saya akan menduga, bila kita dapat menggoyangkan tongkat dan menghapus rasisme dari masa lalu dan masa kini kita, kita juga akan menghapus banyak disparitas kesehatan.”

Sumber berita:

Penn State.

Referensi jurnal:

José A. Soto, Nana A. Dawson-Andoh, Rhonda BeLue. The relationship between perceived discrimination and Generalized Anxiety Disorder among African Americans, Afro Caribbeans, and non-Hispanic Whites. Journal of Anxiety Disorders, 2011; 25 (2): 258 DOI: 10.1016/j.janxdis.2010.09.011

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.