Diposting Rabu, 14 Desember 2011 jam 6:39 pm oleh Evy Siscawati

Orang Rela Berkorban demi Teman

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 14 Desember 2011 -


Dr Freya Harrison dari Jurusan Zoologi Universitas Oxford meminta 19 anggota kelompok penelitian di Universitas untuk menekankan lutut ke dinding pada sudut siku-siku – sebuah latihan ski yang menjadi semakin menyakitkan seiring berjalannya waktu.

 Individu melakukan latihan ini lima kali, sekali untuk diri mereka sendiri dan sekali untuk empat teman, yang mereka klaim sebagai teman yang berpengaruh dalam ikatan sosialnya.

 Mereka dibayar 1 pence (sekitar Rp 150) per detik dan diminta melakukan latihan ini selama yang mereka inginkan. Ketika teman dekat memenangkan uangnya, orang latihan lebih lama daripada saat mereka berlatih untuk temannya – dan sering berlatih lebih lama (rata-rata sekitar 1,5 kali lebih lama) untuk teman dekat mereka ketimbang untuk diri mereka sendiri.

 Studi oleh   Dr Harrison dan koleganya dari Universitas Bath, diterbitkan awal April 2011 di jurnal   PLoS ONE, di duga sebagai yang pertama mengukur kerjasama antara teman dan rekan ketimbang antar orang asing.

 Para peneliti percaya kalau, pada manusia, ikatan sosial meningkatkan kerjasama, temuan yang menggemakan studi sejenis pada spesies lain. Sebagai contoh: gapi, ikan akuarium popular, bekerja pada tugas pengawasan predator dengan gapi lain yang memiliki ikatan sosial dengannya. Begitu pula, monyet laba-laba lebih siap berbagi makanan dengan teman dekat mereka.

Dr Harrison tidak percaya kalau keahlian ilmiah dair banyak kelompok penelitian beranggotakan 19 orang ini merupakan faktor dalam penemuannya. “Orang akan selalu mencoba tebakan kedua eksperimen karena yang kami minta apakah orang akan menerima penderitaan bagi orang lain, Saya rasa bukan sifat dari kelompok kami untuk menyimpangkan hasil”

 Ia percaya hasil dari kelompok yang lebih kuat terstruktur dapat berbeda: “Jika anda rendah di urutan kekuasaan di kepolisian, katakanlah, Anda mungkin berharap fakta bahwa seseorang telah berkuasa atas dirimu untuk membatalkan persahabatan. Dan dalam angkatan bersenjata Anda akan membayangkan sebuah keselarasan kepentingan yang sangat kuat.”

Studi Universitas Oxford ini melaporkan hasil yang analog dengan penelitian yang diterbitkan tahun 2007 yang menemukan kalau partisipan berlatih lebih lama untuk mendapatkan uang demi kerabat dekat. Kedekatan sosial karenanya terlihat memiliki efek yang sama dengan keinginan untuk bekerjasama dengan keterkaitan biologis lainnya. Namun begitu, dalam studi sebelumnya orang tampak tidak ingin berlatih lebih lama untuk kerabat daripada untuk dirinya sendiri.

 Mungkin itu karena teman jauh lebih penting dalam menentukan manfaat sosial ketimbang kerabat,” kata Dr. Harrison. “Atau, mungkin kalau peran kerabat tidak perlu ditekankan karena anggota-anggota keluarga telah memiliki gen yang sama.”

 Mungkin kita dapat bertopang pada orang tua atau kerabat kita karena ia selalu dalam minat kita untuk membantu orang yang memiliki gen yang sama dengan kita. Peribahasa lama, seseorang dapat memilih teman, namun tidak keluarga, mungkin memiliki topangan dalam aturan investasi sosial.

Sumber berita:

University of Oxford.

Referensi Jurnal:

Freya Harrison, James Sciberras, Richard James. Strength of Social Tie Predicts Cooperative Investment in a Human Social Network. PLoS ONE, 2011; 6 (3): e18338 DOI: 10.1371/journal.pone.0018338

 

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Fans Facebook

Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.