Diposting Rabu, 14 Desember 2011 jam 6:30 pm oleh Evy Siscawati

Chip Fotonik Multi Tujuan Memberi Jalan bagi Prosesor Kuantum Terprogram

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 14 Desember 2011 - Sebuah chip optik multi tujuan yang membangkitkan, memanipulasi, dan mengukur entanglement (pembelitan) dan mixture (pencampuran) telah dikembangkan oleh para peneliti dari Pusat Fotonika Kuantum Universitas Bristol.


 Sumber daya dasar yang mengendalikan komputer kuantum adalah pembelitan (entanglement) – hubungan antara dua partikel jauh yang disebut Einstein sebagai ‘tindakan hantu jarak jauh’. Para peneliti Bristol telah, untuk pertama kali, menunjukkan kalau fenomena mengagumkan ini dapat dibuat, dimanipulasi, dan diukur seluruhnya pada sebuah chip silika kecil. Mereka juga menggunakan chip yang sama untuk mengukur pencampuran (mixture) – sebuah efek yang sering tidak diinginkan dari lingkungan, namun fenomena ini dapat dikendalikan dan digunakan untuk mengkarakterisasi rangkaian kuantum, serta menjadi minat dasar fisikawan.

 “Untuk membangun sebuah komputer kuantum, kita tidak hanya harus mampu mengendalikan fenomena kompleks seperti pembelitan dan pencampuran, namun kita perlu mampu melakukannya pada sebuah chip, sehingga kita dapat menduplikasi secara skala maupun praktis banyak rangkaian miniatur tersebut – sama dengan komputer modern yang kita miliki sekarang,” kata   Professor Jeremy O’Brien, direktur Pusat Fotonika Kuantum. “Alat kami memungkinkan ini dan kami yakin ini adalah langkah besar menuju komputasi kuantum optis.”

 Chip ini, yang melakukan beberapa eksperimen yang masing-masing akan dilakukan pada meja optik berukuran meja makan besar, berukuran 70 mm kali 3 mm. Ia terdiri dari jaringan saluran kecil yang memandu, memanipulasi, dan menginteraksikan satu foton – partikel cahaya. Menggunakan delapan elektroda yang dapat dikonfigurasi tertanam dalam rangkaian, pasangan foton dapat dimanipulasi dan di belitkan, menghasilkan segala keadaan terbelit yang mungkin dari dua foton atau keadaan campuran dari satu foton.

 “Tidaklah ideal bila komputer kuantum anda hanya dapat melakukan satu pekerjaan saja,” jelas  Peter Shadbolt, pengarang utama studi ini, yang diterbitkan dalam jurnal Nature Photonics. “Kami akan memilih alat yang dapat dikonfigurasi yang dapat melakukan beraneka jenis tugas, kurang lebih seperti PC desktop sekarang – kemampuan konfigurasi inilah yang kami demonstrasikan. Alat ini sepuluh kali lebih rumit daripada eksperimen sebelumnya memakai teknologi ini. Ia mengagumkan karena kami dapat melakukan banyak eksperimen berbeda dalam satu cara, menggunakan chip konfigurasi tunggal.”

 Para peneliti, yang telah mengembangkan chip fotonik kuantum selama enam tahun terakhir, sekarang bekerja untuk memperbesar kompleksitas alat ini, dan melihat teknologi ini sebagai balok bangunan bagi komputer kuantum masa depan.

Dr Terry Rudolph dari Imperial College di London, Inggris, percaya kalau karya ini adalah kemajuan yang signifikan. Ia mengatakan: “Mampu membangkitkan, memanipulasi, dan mengukur pembelitan pada sebuah chip adalah pencapaian luar biasa. Bukan hanya ini langkah kunci menuju banyak teknologi kuantum – seperti komputasi kuantum optik – yang akan merevolusi hidup kita, ia memberi kita banyak kesempatan untuk menjelajahi dan bermain dengan sebagian fenomena kuantum sangat aneh yang masih coba kita pahami sekarang. Ia mempermudah eksperimen dikerjakan dalam beberapa detik yang dulunya perlu beberapa bulan, sehingga saya ingin segera melakukan eksperimen saya sendiri sekarang!”

 Sumber berita:

 University of Bristol.

Referensi lanjut:

P. J. Shadbolt, M. R. Verde, A. Peruzzo, A. Politi, A. Laing, M. Lobino, J. C. F. Matthews, M. G. Thompson & J. L. O’Brien. Generating, manipulating and measuring entanglement and mixture with a reconfigurable photonic circuit. Nature Photonics, 11 December 2011 DOI:10.1038/nphoton.2011.283

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Fans Facebook

Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.