Diposting Jumat, 9 Desember 2011 jam 11:24 pm oleh Gun HS

Ahli Saraf Meningkatkan Memori dengan Genetik dan Obat Baru ‘Penguat-Memori’

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 9 Desember 2011 -


Ketika aktivitas sebuah molekul secara normal meningkat selama infeksi virus terhambat di otak, tikus belajar dan mengingat dengan lebih baik, demikian laporan dari para peneliti di Baylor College of Medicine dalam dalam jurnal Cell.

“PKR molekul pada awalnya dideskripsikan sebagai sensor infeksi virus, namun fungsinya dalam otak benar-benar tidak diketahui,” kata Dr. Mauro Costa-Mattioli, asisten profesor ilmu saraf di BCM. Karena aktivitas PKR berubah dalam berbagai gangguan kognitif, Costa-Mattioli bersama rekan-rekannya memutuskan untuk mengamati lebih dekat perannya di dalam otak mamalia.

Para penulis menemukan bahwa tikus yang tidak memiliki PKR di otak memiliki semacam memori “super”. “Kami menemukan bahwa ketika kami menghambat PKR secara genetik, kami meningkatkan rangsangan sel otak serta pembelajaran dan memori dalam berbagai tes perilaku,” katanya. Misalnya, ketika para penulis menilai memori spasial (memori pada orang, tempat dan peristiwa) melalui tes di mana tikus menggunakan isyarat-isyarat visual untuk menemukan platform yang tersembunyi pada sebuah kolam yang melingkar, mereka menemukan bahwa tikus normal harus mengulang tugas beberapa kali selama beberapa hari untuk mengingat lokasi platform tersebut. Sebaliknya, tikus yang tidak memiliki PKR mampu mempelajari tugas hanya setelah satu sesi pelatihan.

Costa-Mattioli dan rekan-rekannya ingin tahu bagaimana proses molekul ini benar-benar bekerja. Mereka menemukan bahwa ketika PKR dihambat, aktivitas sinaptik yang meningkat (yaitu, komunikasi antara neuron melonjak) disebabkan oleh gamma interferon, molekul lain yang terlibat dalam kekebalan.

“Data-data ini sama sekali tidak terduga, dan menunjukkan bahwa dua molekul yang telah lama diketahui ini memainkan peran dalam infeksi virus dan respon kekebalannya mengatur jenis aktivitas otak yang mengarah pada pembentukan memori jangka panjang pada otak orang dewasa,” kata Costa-Mattioli.

Temuan kunci lainnya adalah fakta bahwa proses ini bisa ditiru oleh sebuah penghambat PKR – molekul kecil yang memblokir aktivitas PKR dan dengan demikian bertindak sebagai “obat penguat-memori”.

“Memang cukup menakjubkan bahwa kita juga dapat meningkatkan memori maupun aktivitas otak dengan obat yang secara khusus mentargetkan PKR.” Maka sudah jelas, langkah berikutnya adalah menggunakan apa yang telah kita pelajari pada tikus dan mencobanya untuk meningkatkan fungsi otak pada orang yang menderita kehilangan memori, kata Costa-Mattioli.

Meskipun pil memori ciptaan Costa-Mattioli ini mungkin butuh bertahun-tahun lamanya sebelum mendapat persetujuan dari Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS, dampaknya terhadap masyarakat dan obat-obatan bisa sangat mendalam. Ada sekitar 6 juta orang Amerika dan 35 juta orang di seluruh dunia yang menderita penyakit Alzheimer, dan lebih dari 70 juta warga Amerika di atas usia 60 tahun yang mungkin menderita penurunan memori terkait usia.

“Identitas dan keunikan kita dibuat oleh memori kita sendiri,” kata Costa-Mattioli. “Molekul ini bisa memegang kunci bagaimana kita bisa menjaga ingatan kita lagi, namun juga bagaimana kita menciptakan yang baru.”

Kredit: Baylor College of Medicine
Jurnal: Ping Jun Zhu, Wei Huang, Djanenkhodja Kalikulov, Jong W. Yoo, Andon N. Placzek, Loredana Stoica, Hongyi Zhou, John C. Bell, Michael J. Friedlander, Krešimir Krnjevic, Jeffrey L. Noebels, Mauro Costa-Mattiolisend. Suppression of PKR Promotes Network Excitability and Enhanced Cognition by Interferon-?-Mediated Disinhibition. Cell, Volume 147, Issue 6, 1384-1396, 9 December 2011. DOI: 10.1016/j.cell.2011.11.029

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.