Mentarget Pertahanan Gas Bakteri Memungkinkan Peningkatan Efisiensi Sejumlah Antibiotik
Suka dengan artikel ini?
Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh. Login
Minggu, 4 Desember 2011 - Walaupun para ilmuan telah mengetahui berabad-abad kalau banyak bakteri menghasilkan hydrogen sulfide (H2S), ia diduga hanya sebagai limbah beracun dari aktivitas seluler. Sekarang, para peneliti dari NYU School of Medicine telah menemukan kalau H2S pada kenyataannya berperan penting dalam melindungi bakteri dari pengaruh sejumlah antibiotik.
Dalam studi yang dipimpin oleh Evgeny Nudler, PhD, professor biokimia dari NYU School of Medicine, para peneliti menemukan bukti kalau H2S bertindak sebagai mekanisme pertahanan utama melawan tekanan oksidatif, proses yang dilalui banyak antibiotic untuk membunuh bakteri.
Informasi ini memberikan landasan untuk mengembangkan teknik baru menekan mekanisme pertahanan bakteri universal ini dan membuat bakteri lebih rentan pada antibiotic pada dosis rendah. Ia juga menjadi jalan bagi banyak pembalikan resistensi antibiotic pada pathogen manusia seperti Staphylococcus, Pseudomonas, E. coli, dan banyak lagi.
Temuan studi ini diterbitkan secara online tanggal 17 November 2011 dalam jurnal Science.
“Anehnya, sedikit yang telah diketahui dari biokimia dan fisiologi H2S pada bakteri biasa” kata Dr. Nudler. “Kami senang mengenai pengaruh potensial dari penelitian ini dalam masalah resistensi mikroba yang terus berkembang sekarang. Penemuan ini menyarankan pendekatan baru secara konseptual, sebuah terapi yang mentarget pertahanan gas bakteri dan karenanya meningkatkan efisiensi banyak antibiotic berbasis klinik.”
Lebih khusus lagi, studi ini menunjukkan kalau mekanisme terintegrasi perlindungan termediasi H2S melawan tekanan oksidatif juga melindungi terhadap antibiotika. Penelitian ini memberi dukungan langsung untuk konsep tindakan pro-oksidatif yang muncul pada banyak antibiotic.
Selain itu, studi ini menunjukkan kalau bakteri yang membangkitkan H2S dan nitric oksida (NO) serentak, seperti B. anthracis (penyebab antraks), tidak dapat bertahan tanpa kedua gas tersebut, bahkan dalam kondisi pertumbuhan normal. Satu gas menyusun kekurangan yang lain dan setidaknya salah satunya mendasar bagi mereka.
Dalam studi sebelumnya, Dr. Nudler dan koleganya menunjukkan kalau NO berperan sama dalam melindungi bakteri dari antibiotic (Science, 9 September 2009). Walau begitu, karena NO ada hanya dalam sejumlah kecil bakteri sementara sintesis hydrogen sulfide terjadi pada dasarnya dalam semua bakteri, implikasi praktis penemuan baru ini sangat luas.
Sumber berita:
NYU Langone Medical Center / New York University School of Medicine.
Referensi jurnal :
K. Shatalin, E. Shatalina, A. Mironov, E. Nudler. H2S: A Universal Defense Against Antibiotics in Bacteria. Science, 2011; 334 (6058): 986 DOI: 10.1126/science.1209855
- Tujuan Hidup yang Lebih Besar Melindungi Perubahan Berbahaya di Otak yang Berasosiasi dengan Penyakit Alzheimer
- Resiko Cacat Lahir Lebih Tinggi pada Reproduksi yang Dibantu
- Pandangan Berbeda Mengenai Tuhan Mempengaruhi Perilaku Mencontek
- Manfaat Pengasuhan Anak Bermutu Tinggi Tetap Terasa Ketika Individu telah Berusia 30 Tahun
- Korupsi Menghambat Pertumbuhan Ekonomi Negara Berpenghasilan Rendah
- Asal Usul Suku-Suku Di Indonesia
- Kelelawar, Paus, dan Bio-Sonar: Temuan Baru Tentang Perilaku Mencari Makan Paus Mengungkapkan Konvergensi Evolusi Mengejutkan
- Tuhan dan Sains Modern (Part 11): Penutup
- Untuk Mendorong Kepuasan Konsumen, Pemilik Harus Memperhatikan Kepuasan Kerja Karyawan
- Kepulauan Pasifik di Khatulistiwa Dapat Menjadi Tempat Pengungsian Terumbu Karang dalam Iklim yang Menghangat Karena Perubahan Arus Samudera
