Diposting Minggu, 4 Desember 2011 jam 7:19 pm oleh Evy Siscawati

Mentarget Pertahanan Gas Bakteri Memungkinkan Peningkatan Efisiensi Sejumlah Antibiotik

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 4 Desember 2011 -


Dalam studi yang dipimpin oleh  Evgeny Nudler, PhD, professor biokimia dari  NYU School of Medicine, para peneliti menemukan bukti kalau H2S bertindak sebagai mekanisme pertahanan utama melawan tekanan oksidatif, proses yang dilalui banyak antibiotic untuk membunuh bakteri.

 Informasi ini memberikan landasan untuk mengembangkan teknik baru menekan mekanisme pertahanan bakteri universal ini dan membuat bakteri lebih rentan pada antibiotic pada dosis rendah. Ia juga menjadi jalan bagi banyak pembalikan resistensi antibiotic pada pathogen manusia seperti   Staphylococcus, Pseudomonas, E. coli, dan banyak lagi.

Temuan studi ini diterbitkan secara online tanggal 17 November 2011 dalam jurnal  Science.

“Anehnya, sedikit yang telah diketahui dari biokimia dan fisiologi H2S pada bakteri biasa” kata Dr. Nudler. “Kami senang mengenai pengaruh potensial dari penelitian ini dalam masalah resistensi mikroba yang terus berkembang sekarang. Penemuan ini menyarankan pendekatan baru secara konseptual, sebuah terapi yang mentarget pertahanan gas bakteri dan karenanya meningkatkan efisiensi banyak antibiotic berbasis klinik.”

 Lebih khusus lagi, studi ini menunjukkan kalau mekanisme terintegrasi perlindungan termediasi H2S melawan tekanan oksidatif juga melindungi terhadap antibiotika. Penelitian ini memberi dukungan langsung untuk konsep tindakan pro-oksidatif yang muncul pada banyak antibiotic.

 Selain itu, studi ini menunjukkan kalau bakteri yang membangkitkan H2S dan nitric oksida (NO) serentak, seperti   B. anthracis (penyebab antraks), tidak dapat bertahan tanpa kedua gas tersebut, bahkan dalam kondisi pertumbuhan normal. Satu gas menyusun kekurangan yang lain dan setidaknya salah satunya mendasar bagi mereka.

 Dalam studi sebelumnya, Dr. Nudler dan koleganya menunjukkan kalau NO berperan sama dalam melindungi bakteri dari antibiotic (Science, 9 September 2009). Walau begitu, karena NO ada hanya dalam sejumlah kecil bakteri sementara sintesis hydrogen sulfide terjadi pada dasarnya dalam semua bakteri, implikasi praktis penemuan baru ini sangat luas.

Sumber berita:

 NYU Langone Medical Center / New York University School of Medicine.

Referensi jurnal :

K. Shatalin, E. Shatalina, A. Mironov, E. Nudler. H2S: A Universal Defense Against Antibiotics in Bacteria. Science, 2011; 334 (6058): 986 DOI: 10.1126/science.1209855

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.