Laporan Baru Mengungkapkan Pengaruh Krisis Global pada Pembangunan Internasional
Suka dengan artikel ini?
Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh. Login
Minggu, 4 Desember 2011 - Krisis global dan pembakaran lambat perubahan iklim memiliki pengaruh besar pada kehidupan masyarakat miskin di dunia, dan memunculkan pertanyaan mengenai apa makna dari pembangunan dan bagaimana ia terjadi, menurut laporan terbaru.
“Time to Reimagine Development?” adalah isu terbaru IDS Bulletin, jurnal dari Lembaga Studi Pembangunan (Institute of Development Studies – IDS), yang diterbitkan oleh Wiley-Blackwell.
Laporan ini menarik 20 studi kasus dari berbagai penjuru dunia, mulai dari pengalaman masyarakat pribumi di Brazil, hingga umpan balik dari dermawan, peneliti, dan akademisi di sebuah workshop di Ethiopia.
Studi kasus ini melihat bagaimana berbagai kelompok dalam berbagai tempat merespon krisis, termasuk sektor swasta, masyarakat madani, pemerintah, kelompok berbasis agama, mahasiswa, dan donor bantuan. Laporan ini menantang asumsi dan gagasan pembangunan inti, dan menyimpulkan:
- Pertumbuhan ekonomi tidak selalu baik – walau tidak ada alternatif selain pertumbuhan, ada banyak bentuk pertumbuhan dan teknologinya, yang penting adalah bagaimana ia dikelola
- Masyarakat madani tidak mampu berhadapan dengan kejutan besar – studi-studi kasus menemukan kalau masyarakat madani tidak memunculkan cukup kekuatan untuk menantang atau meraih kesempatan yang ditawarkan oleh krisis.
- Negara lebih relevan daripada mekanisme multilateral – kesepakatan global mengenai iklim, perdagangan, dan obat-obatan tidak mendorong perilaku nasional namun aliansi nasional memasok oksigen dan kredibilitas pada kesepakatan global. Beberapa studi kasus menunjukkan bagaimana kepentingan nasional akan terus meremehkan tindakan kolektif dalam kepentingan semua pihak dalam jangka panjang.
Professor Lawrence Haddad, direktur Institut Studi Pembangunan dan salah satu editor dari “Time to Reimagine Development?” mengatakan:
“Krisis global dalam empat tahun terakhir dan perubahan iklim perlahan mempertanyakan cara hidup kita, dan kita memiliki pengaruh mendasar pada pembangunan internasional. Namun penelitian ini menunjukkan kalau walaupun beberapa gagasan telah muncul, mereka harus berjuang untuk meruntuhkan konsep-konsep yang telah mapan dan tertempel pada pemikiran mengenai pembangunan.
“Jelas kalau kekuatan-kekuatan baru – seperti China, India, dan Brazil – dan donor serta filantropis baru tidak perlu mengambil jalan berbeda. Dan tetap dapat diperdebatkan apakah pemikiran pembangunan yang ada sekarang masih cocok untuk menghadapi krisis yang tak terlihat daripada sebelum 2008.”
Edisi IDS Bulletin ini dapat diperoleh online di: http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/idsb.2011.42.issue-5/issuetoc
Sumber berita:
Referensi Jurnal:
Lawrence Haddad, Naomi Hossain, J. Allister McGregor, Lyla Mehta. Introduction: Time to Reimagine Development? IDS Bulletin, 2011; 42 (5): 1 DOI: 10.1111/j.1759-5436.2011.00243.x
- Tujuan Hidup yang Lebih Besar Melindungi Perubahan Berbahaya di Otak yang Berasosiasi dengan Penyakit Alzheimer
- Resiko Cacat Lahir Lebih Tinggi pada Reproduksi yang Dibantu
- Pandangan Berbeda Mengenai Tuhan Mempengaruhi Perilaku Mencontek
- Manfaat Pengasuhan Anak Bermutu Tinggi Tetap Terasa Ketika Individu telah Berusia 30 Tahun
- Korupsi Menghambat Pertumbuhan Ekonomi Negara Berpenghasilan Rendah
- Asal Usul Suku-Suku Di Indonesia
- Kelelawar, Paus, dan Bio-Sonar: Temuan Baru Tentang Perilaku Mencari Makan Paus Mengungkapkan Konvergensi Evolusi Mengejutkan
- Tuhan dan Sains Modern (Part 11): Penutup
- Untuk Mendorong Kepuasan Konsumen, Pemilik Harus Memperhatikan Kepuasan Kerja Karyawan
- Kepulauan Pasifik di Khatulistiwa Dapat Menjadi Tempat Pengungsian Terumbu Karang dalam Iklim yang Menghangat Karena Perubahan Arus Samudera
