Diposting Kamis, 1 Desember 2011 jam 4:03 am oleh Gun HS

Astronom Mengamati Galaksi Tetangga untuk Menelusuri Pembentukan Bintang

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 1 Desember 2011 -


Sebuah tim astronom internasional telah memetakan secara detail wilayah kelahiran-bintang pada galaksi pembentuk-bintang yang paling dekat dengan galaksi kita, langkah menuju pemahaman kondisi di seputar penciptaan bintang.

Dipimpin oleh profesor astronomi University of Illinois, Tony Wong, para peneliti mempublikasikan temuan mereka ini dalam Astrophysical Journal Supplement Series edisi Desember.

Awan Magellan Besar (LMC) merupakan galaksi populer di kalangan para astronom baik karena kedekatannya dengan Bima Sakti kita serta pemandangannya yang spektakuler, sebuah vista gambar-besar yang tidak mungkin tertangkap dalam galaksi kita sendiri.

“Jika Anda membayangkan sebuah galaksi sebagai piringan, kemiringan LMC nyaris berhadapan sehingga kita bisa melihat ke dalamnya, yang memberi kita pandangan yang sangat jelas tentang apa yang terjadi di dalamnya,” kata Wong.

Meskipun para astronom telah memiliki teori bagaimana individu bintang terbentuk, sangat sedikit yang diketahui tentang apa yang memicu proses atau kondisi lingkungan yang optimal bagi kelahiran bintang. Tim Wong berfokus pada area yang disebut awan molekul, yang merupakan sebidang gas padat – terutama hidrogen molekul – di mana bintang-bintang dilahirkan. Dengan mempelajari awan-awan molekul ini dan hubungannya dengan bintang baru dalam galaksi, tim riset berharap bisa mempelajari lebih lanjut tentang metamorfosis awan gas hingga menjadi bintang-bintang.

“Ketika kami mempelajari pembentukan bintang, sebuah pertanyaan pentingnya adalah, apakah yang dikerjakan lingkungannya? Bagaimana lokasi pembentukan bintang merefleksikan kondisi lingkungan tersebut? Tidak ada tempat yang lebih baik untuk mempelajari lingkungan yang lebih luas dibandingkan LMC.”

Gambar warna galaksi Awan Magellan Besar menggabungkan peta atom netral gas hidrogen (merah), hidrogen yang terionisasi oleh bintang-bintang muda di dekatnya (biru), dan data baru dari tim Wong yang secara kasar melacak awan padat hidrogen molekuler (hijau). (Kredit: Tony Wong, University of Illinois)

Dengan menggunakan teleskop radio berdiameter 22 meter di Australia, para astronom memetakan lebih dari 100 awan molekul di LMC dan memperkirakan ukuran dan massanya, mengidentifikasi wilayah yang mengandung bahan-bahan yang cukup untuk membuat bintang-bintang. Tugas yang tampaknya sederhana ini memunculkan temuan yang mengejutkan.

Kebijakan konvensional menyatakan bahwa sebagian besar massa gas molekul dalam galaksi dibagi menjadi beberapa awan besar. Namun, tim Wong menemukan bahwa awan bermasa rendah ternyata lebih banyak dari yang mereka duga – sedemikian banyaknya, sebagian besar gas padat bertaburan di seluruh galaksi dalam bentuk awan molekul kecil, bukan mengelompok dalam beberapa gumpalan besar.

“Kami pikir awan-awan besar memusatkan sebagian besar massanya,” kata Wong, “namun kami menemukan bahwa di galaksi ini, tampaknya lapangan bermainnya lebih luas lagi. Awan bermassa rendah cukup banyak dan mereka benar-benar mengkontribusikan sejumlah massa yang signifikan. Hal ini memberikan bukti pertama bahwa kebijakan umum tentang awan molekul mungkin tidak berlaku di sini.”

Sejumlah besar awan yang relatif bermassa rendah ini mengindikasikan bahwa kondisi pembentukan-bintang di LMC mungkin relatif luas dan mudah untuk dicapai. Temuan ini memunculkan beberapa pertanyaan menarik tentang mengapa beberapa galaksi menghentikan pembentukan bintangnya sementara yang lainnya terus melakukannya.

Untuk lebih memahami hubungan antara awan molekul dan pembentukan bintang, tim riset membandingkan peta awan molekul mereka dengan peta radiasi inframerah, yang mengungkapkan di mana bintang-bintang muda memanaskan debu kosmik.

Sebagai perbandingan, mereka mengeksploitasi sampel bintang berat baru-lahir yang dipilih secara cermat, yang disusun oleh profesor astronomi UI, You-Hua Chu dan Robert Gruendl. Bintang-bintang ini sedemikian muda dan masih sangat tertanam dalam kepompong gas dan debu.

“Ternyata sebenarnya terdapat korespondensi yang sangat bagus di antara bintang-bintang besar muda dan awan-awan molekul,” kata Wong. “Itu tidak sepenuhnya mengejutkan, tapi cukup menenteramkan. Kami berasumsi bahwa bintang-bintang ini telah terbentuk di dalam awan molekul, dan itu memberitahu kita bahwa awan-awan molekul itu berkeliaran cukup lama agar kita bisa melihat mereka berasosiasi dengan bintang-bintang muda besar.”

Wong berharap untuk terus mempelajari hubungan antara awan molekul dan formasi bintang secara lebih rinci. Jika para peneliti dapat menentukan usia relatif bintang-bintang muda, maka mereka dapat mengkolerasikan ini dengan awan molekul untuk mencari tahu awan yang mana yang telah membentuk bintang, berapa lama awan-awan itu hidup dan apa yang akhirnya menyebabkan kehancurannya. Mereka juga berencana menggunakan sebuah array teleskop baru di Chile untuk melihat lingkungan awan dalam resolusi yang lebih tinggi, menentukan di bagian dalam mana persisnya pembentukan bintang awan molekul akan terjadi.

“Studi ini memberi kita pandangan yang paling rinci terhadap keseluruhan populasi awan di galaksi lain,” kata Wong. “Kita bisa mengatakan dengan keyakinan besar bahwa awan-awan ini adalah tempat di mana bintang-bintang terbentuk, tapi kami masih berupaya mencari tahu mengapa mereka memiliki sifat-sifat yang ada.”

Kredit: University of Illinois at Urbana-Champaign
Jurnal: Tony Wong, Annie Hughes, Jürgen Ott, Erik Muller, Jorge L. Pineda, Jean-Philippe Bernard, You-Hua Chu, Yasuo Fukui, Robert A. Gruendl, Christian Henkel, Akiko Kawamura, Ulrich Klein, Leslie W. Looney, Sarah Maddison, Yoji Mizuno, Deborah Paradis, Jonathan Seale, Daniel E. Welty. THE MAGELLANIC MOPRA ASSESSMENT (MAGMA). I. THE MOLECULAR CLOUD POPULATION OF THE LARGE MAGELLANIC CLOUD. Astrophysical Journal Supplement Series, 2011. 197, 16. DOI: 10.1088/0067-0049/197/2/16

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.