Diposting Rabu, 30 November 2011 jam 11:44 am oleh Gun HS

Peneliti Menggunakan Printer 3-D untuk Membuat Material Mirip Tulang

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 30 November 2011 -


Ini terlihat seperti tulang. Rasanya seperti tulang. Untuk sebagian besar, ini bertindak seperti tulang.

Dan ini hanya dihasilkan dengan sebuah printer inkjet.

Para peneliti Washington State University (WSU) menggunakan printer 3-D untuk membuat bahan dan struktur mirip-tulang yang dapat digunakan dalam prosedur ortopedi, perawatan gigi dan pengobatan osteoporosis. Dipasangkan dengan tulang yang sebenarnya, material ini bertindak sebagai perancah untuk tulang baru bertumbuh dan akhirnya larut tanpa ada efek sakit.

Para penulis melaporkan keberhasilan dalam pengujian in vitro dalam jurnal Dental Materials dan menyatakan bahwa mereka sudah melihat hasil yang menjanjikan dengan tes in vivo pada tikus dan kelinci. Ada kemungkinan bahwa para dokter akan bisa menggunakan pengganti jaringan tulang ini dalam beberapa tahun ke depan, kata Susmita Bose, penulis pendamping dan profesor di Sekolah Teknik Mesin dan Material WSU.

“Jika seorang dokter memindai kecacatan, kita dapat mengkonversinya ke file CAD dan membuat perancah yang sesuai dengan kecacatannya,” kata Bose.

Materi yang bertumbuh hasil dari upaya interdisipliner selama empat tahun ini melibatkan ilmu kimia, material, biologi dan manufaktur. Temuan utama dari makalah ini adalah bahwa penambahan silikon dan seng menggandakan lebih dari dua kali lipat kekuatan dari bahan utama, kalsium fosfat.

Para peneliti – yang meliputi profesor teknik mekanik dan material, Amit Bandyopadhyay, mahasiswa doktoral Gary Fielding dan asisten penelitian Solaiman Tarafder – juga menghabiskan waktu selama satu tahun untuk mengoptimalkan printer 3-D ProMetal yang tersedia secara komersial, yang dirancang untuk membuat benda logam.

Printer ini bekerja dengan semprot inkjet pengikat plastik di atas wadah bubuk pada lapisan 20 mikron, sekitar setengah lebar rambut manusia. Dengan mengikuti arahan komputer, printer ini menciptakan saluran silinder seukuran penghapus pensil.

Setelah hanya seminggu dalam sebuah medium dengan sel-sel tulang manusia dewasa, perancah ini telah mendukung jaringan sel-sel tulang baru.

Penelitian ini didanai sebesar 1,5 juta dolar dari National Institutes of Health.

Video YouTube: http://www.youtube.com/watch?v=XvkfMu76drE

Kredit: Washington State University
Jurnal: Gary A. Fielding, Amit Bandyopadhyay, Susmita Bose. Effects of silica and zinc oxide doping on mechanical and biological properties of 3D printed tricalcium phosphate tissue engineering scaffolds. Dental Materials, 2011; DOI: 10.1016/j.dental.2011.09.010

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.