Studi Genetik Mengkonfirmasi: Anjing Pertama Berasal dari Asia Timur
Suka dengan artikel ini?
Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh. Login
Kamis, 24 November 2011 - "Secara keseluruhan, dua studi memberikan bukti yang sangat kuat bahwa anjing berasal dari wilayah ASY."
Para peneliti di Institut Tehnologi Royal KTH Swedia menyatakan bahwa mereka telah menemukan bukti lebih lanjut bahwa nenek moyang dari anjing peliharaan saat ini dapat ditelusuri hingga ke selatan Asia Timur – temuan ini bertentangan dengan teori yang menempatkan asal usul anjing di Timur Tengah.
Dr. Peter Savolainen, peneliti genetika evolusioner KTH, menyebutkan studi baru ini menegaskan bahwa wilayah Asia di sebelah selatan Sungai Yangtze merupakan wilayah utama, dan mungkin satu-satunya, di mana serigala telah dipelihara oleh manusia.
Data tentang genetika, morfologi dan perilaku menunjukkan dengan jelas bahwa anjing merupakan keturunan dari serigala, namun tak pernah ada konsensus ilmiah di mana proses domestikasi dimulai. “Analisis kami pada DNA kromosom-Y kini menegaskan bahwa serigala pertama kali didomestikasi di Asia sebelah selatan Sungai Yangtze – kami menyebutnya sebagai wilayah ASY – di selatan Cina atau Asia Tenggara,” kata Savolainen.
Data Y mendukung bukti-bukti dari DNA mitokondria sebelumnya. “Secara keseluruhan, dua studi memberikan bukti yang sangat kuat bahwa anjing berasal dari wilayah ASY,” kata Savolainen.
Data arkeologi dan studi genetik sebelumnya, yang baru-baru ini dipublikasikan dalam Nature, menunjukkan bahwa anjing berasal dari Timur Tengah. Tapi Savolainen menolak pandangan itu. “Karena tidak satupun dari studi itu yang mencakup sampel dari wilayah ASY, bukti dari ASY telah diabaikan,” katanya.
Petrus Savolainen bersama mahasiswa PhD Mattias Oskarsson bekerja sama dengan rekan-rekan dari Cina untuk menganalisis DNA anjing jantan di seluruh dunia. Penelitian mereka dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Heredity.
Sekitar setengah dari kolam gen universal berbagi di semua tempat di dunia, sedangkan hanya wilayah ASY yang memiliki seluruh rentang keragaman genetik. “Ini menunjukkan bahwa kolam gen pada semua kawasan lain di dunia paling mungkin berasal dari wilayah ASY,” kata Savolainen.
“Hasil riset kami mengkonfirmasi bahwa Asia sebelah selatan Sungai Yangtze adalah wilayah yang paling penting – dan mungkin satu-satunya – untuk pemeliharaan serigala, dan di mana sejumlah besar serigala dipelihara,” kata Savolainen.
Dalam penelitian terpisah yang baru-baru ini dipublikasikan dalam Ecology and Evolution, Savolainen, mahasiswa PhD Arman Ardalan, serta para ilmuwan Iran dan Turki, melakukan studi komprehensif DNA mitokondria, dengan secara khusus berfokus pada kawasan Timur Tengah. Karena DNA mitokondria hanya diwariskan dari ibu pada sebagian besar spesies, maka hal ini sangat berguna dalam mempelajari hubungan evolusioner.
“Karena penelitian lain telah menunjukkan bahwa serigala telah didomestikasi di Timur Tengah, kami ingin memastikan tidak adanya yang terlewatkan. Kami menemukan tak adanya tanda-tanda apapun bahwa anjing berasal dari sana,” kata Savolainen.
Dalam studi mereka, para peneliti juga menemukan kontribusi genetik kecil dari persilangan antara anjing dan serigala di daerah geografis lain, termasuk Timur Tengah.
“Urutan hibridisasi anjing/serigala ini hanya sedikit memberi kontribusi ke kolam gen anjing,” jelas Savolainen.
Kredit: Swedish Research Council
Jurnal: Z-L Ding, M Oskarsson, A Ardalan, H Angleby, L-G Dahlgren, C Tepeli, E Kirkness, P Savolainen, Y-P Zhang. Origins of domestic dog in Southern East Asia is supported by analysis of Y-chromosome DNA. Heredity, 23 November 2011; DOI: 10.1038/hdy.2011.114
- Tujuan Hidup yang Lebih Besar Melindungi Perubahan Berbahaya di Otak yang Berasosiasi dengan Penyakit Alzheimer
- Resiko Cacat Lahir Lebih Tinggi pada Reproduksi yang Dibantu
- Pandangan Berbeda Mengenai Tuhan Mempengaruhi Perilaku Mencontek
- Manfaat Pengasuhan Anak Bermutu Tinggi Tetap Terasa Ketika Individu telah Berusia 30 Tahun
- Korupsi Menghambat Pertumbuhan Ekonomi Negara Berpenghasilan Rendah
- Asal Usul Suku-Suku Di Indonesia
- Kelelawar, Paus, dan Bio-Sonar: Temuan Baru Tentang Perilaku Mencari Makan Paus Mengungkapkan Konvergensi Evolusi Mengejutkan
- Tuhan dan Sains Modern (Part 11): Penutup
- Untuk Mendorong Kepuasan Konsumen, Pemilik Harus Memperhatikan Kepuasan Kerja Karyawan
- Kepulauan Pasifik di Khatulistiwa Dapat Menjadi Tempat Pengungsian Terumbu Karang dalam Iklim yang Menghangat Karena Perubahan Arus Samudera
