Diposting Selasa, 22 November 2011 jam 5:49 pm oleh Evy Siscawati

Misteri Mengenai Benda yang disebut Cygnus X-1 Terungkap

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Selasa, 22 November 2011 -


Menggunakan beberapa teleskop, baik berbasis bumi dan di orbit, para ilmuan mengungkapkan misteri panjang mengenai benda bernama Cygnus X-1, sebuah sistem bintang ganda terkenal yang ditemukan memancarkan sinar-x kuat hampir separuh abad lalu. Sistem ini terdiri dari sebuah lubang hitam dan sebuah bintang tetangga dimana materi yang ditarik lubang hitam tersebut berasal. Usaha para ilmuan menghasilkan pengukuran paling akurat yang pernah dilakukan pada massa dan laju pusaran lubang hitam.

 “Karena tidak ada informasi yang dapat lepas dari sebuah lubang hitam, mengetahui massa, pusaran, dan muatan listriknya memberikan gambaran lengkap mengenai dirinya,” kata   Mark Reid, dari Pusat Astrofisika Harvard-Smithsonian (CfA). “Muatan lubang hitam ini hampir nol, jadi mengukur massa dan pusarannya membuat deskripsinya lengkap,” tambahnya.

Walaupun Cygnus X-1 telah dipelajari dengan intensif sejak ia ditemukan, usaha sebelumnya untuk mengukur massa dan pusarannya kurang dalam pengukuran teliti jaraknya dari Bumi. Reid memimpin sebuah tim ynag menggunakan Very Long Baseline Array (VLBA) milik National Science Foundation, sebuah sistem teleskop radio seluas benua, untuk melakukan pengukuran trigonometri langsung dari jarak. Pengamatan VLBA memberikan jarak 6070 tahun cahaya, sementara perkiraan sebelumnya berjangkauan 5800-7800 tahun cahaya.

 Bersenjatakan pengukuran jarak baru yang lebih teliti, para ilmuan memakai Observatorium Sinar X Chandra, Penjelajah Waktu Sinar X Rossi, Satelit Lanjut Kosmologi dan Astrofisika, dan pengamatan cahaya tampak yang telah dibuat selama lebih dari dua dekade, menghitung kalau lubang hitam di Cygnus X-1 hampir 15 kali lebih masif dari Matahari kita dan berputar lebih dari 800 kali per detik.

 “Informasi baru ini memberi kami petunjuk kuat mengenai bagaimana lubang hitam lahir, berapa beratnya dan seberapa cepat ia berputar,” kata Reid. “Memperoleh pengukuran jarak yang baik adalah penting,” tambahnya.

 “Kita sekarang tahu kalau Cygnus X-1 adalah salah satu lubang hitam bintang paling masif di Bima Sakti,” kata Jerry Orosz, dari San Diego State University. “Pusarannya secepat lubang hitam lainnya yang kami telah lihat,” tambahnya.

 Selain mengukur jarak, pengamatan VLBA, yang dibuat selama 2009 dan 2010, juga mengukur gerakan Cygnus X-1 di galaksi kita. Gerakan tersebut, menurut para ilmuan, terlalu lambat untuk lubang hitam yang dihasilkan oleh ledakan supernova. Ledakan tersebut harusnya menendang benda tersebut dalam laju yang jauh lebih tinggi.

 “Ada pendapat kalau lubang hitam ini terbentuk tanpa ledakan supernova, dan hasil kami mendukung pendapat tersebut,” kata Reid.

Reid, Orosz, dan Lijun Gou, juga dari CfA, adalah penulis utama dari tiga makalah mengenai Cygnus X-1 yang diterbitkan dalam jurnal   Astrophysical Journal Letters.

Sumber berita

 National Radio Astronomy Observatory.

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.