Bahan Cerdas Baru dapat Memberi Potensi Medis dari Cahaya Penembus Jaringan
Suka dengan artikel ini?
Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh. Login
Selasa, 22 November 2011 - Para ilmuan melaporkan pengembangan dan pengujian awal yang sukses pada bahan cerdas praktis pertama yang dapat memasok jalur yang hilang dalam usaha untuk menggunakan sejenis cahaya dalam kedokteran yang dapat menembus sepuluh centimeter ke dalam tubuh manusia.
Adah Almutairi dan koleganya menjelaskan cahaya dekat inframerah (Near Infrared – NIR) yang hanya sedikit di atas yang dapat dilihat manusia menembus ke kulit dan hampir sepuluh sentimeter ke dalam tubuh, dengan potensi besar untuk mendiagnosa dan merawat penyakit. NIR energi rendah tidak merusak jaringan tubuh ketika lewat. Yang hilang adalah bahan yang merespon dengan efektif pada NIR energi rendah. Plastik yang meluruh ketika dihantam NIR, misalnya, dapat diisi dengan obat anti kanker, disuntikkan ke dalam tumor, dan melepaskan obat ketika dihantam oleh NIR. Bahan cerdas responsif NIR saat ini membutuhkan cahaya NIR energi tinggi, yang justru dapat merusak sel dan jaringan. Itu mengapa tim Almutairi mulai meneliti pengembangan polimer cerdas baru yang merespon pada cahaya NIR energi rendah.
Ketika dihantam dengan NIR energi rendah, bahan baru mereka meluruh menjadi potongan-potongan kecil yang tampaknya tidak beracun bagi jaringan sekitarnya. Pandangan para peneliti misalnya, meletakkan polimer ini dalam hidrogel (bahan fleksibel mengandung air) yang disuntikkan untuk pengiriman obat dan rekayasa jaringan. Sebuah hidrogel dengan polimer baru ini dapat melepaskan obat atau agen pencitraan ketika dihantam NIR. “Setahu kami, ini adalah contoh pertama bahan polimer yang mampu berderai menjadi molekul-molekul kecil ketika merespon iradiasi level rendah yang tidak berbahaya,” kata para peneliti.
Para peneliti berterima kasih pada dana yang disediakan oleh Penghargaan Inovator Baru Direktur NIH dan Kota Iptek King Abdul Aziz.
Sumber berita:
Referensi jurnal:
Nadezda Fomina, Cathryn L. McFearin, Marleen Sermsakdi, José M. Morachis, Adah Almutairi. Low Power, Biologically Benign NIR Light Triggers Polymer Disassembly. Macromolecules, 2011; 44 (21): 8590 DOI: 10.1021/ma201850q
- Tujuan Hidup yang Lebih Besar Melindungi Perubahan Berbahaya di Otak yang Berasosiasi dengan Penyakit Alzheimer
- Resiko Cacat Lahir Lebih Tinggi pada Reproduksi yang Dibantu
- Pandangan Berbeda Mengenai Tuhan Mempengaruhi Perilaku Mencontek
- Manfaat Pengasuhan Anak Bermutu Tinggi Tetap Terasa Ketika Individu telah Berusia 30 Tahun
- Korupsi Menghambat Pertumbuhan Ekonomi Negara Berpenghasilan Rendah
- Asal Usul Suku-Suku Di Indonesia
- Kelelawar, Paus, dan Bio-Sonar: Temuan Baru Tentang Perilaku Mencari Makan Paus Mengungkapkan Konvergensi Evolusi Mengejutkan
- Tuhan dan Sains Modern (Part 11): Penutup
- Untuk Mendorong Kepuasan Konsumen, Pemilik Harus Memperhatikan Kepuasan Kerja Karyawan
- Kepulauan Pasifik di Khatulistiwa Dapat Menjadi Tempat Pengungsian Terumbu Karang dalam Iklim yang Menghangat Karena Perubahan Arus Samudera
