Diposting Jumat, 18 November 2011 jam 1:18 am oleh Gun HS

Otak Memproses Visual dengan Lebih Cepat pada Tubuh Telanjang

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 18 November 2011 -


Para peneliti di Universitas Tampere dan Universitas Aalto, Finlandia, telah menunjukkan bahwa persepsi pada tubuh telanjang terdorong pada tahap awal pemrosesan visual.

Kebanyakan orang suka melihat gambar tubuh manusia telanjang atau berpakaian minim. Melihat tubuh telanjang menimbulkan gairah seksual, dan tubuh manusia telanjang menjadi subjek dalam seni klasik. Periklanan, juga, telah memanfaatkan model setengah berpakaian untuk membangkitkan citra positif tentang produk yang diiklankan. Studi pencitraan otak telah melokasikan area-area lokal di otak yang khusus dalam mendeteksi tubuh manusia dalam lingkungan, tapi sejauh ini belum diketahui apakah otak memproses tubuh yang telanjang dan berpakaian dengan cara yang berbeda.

Para peneliti di Universitas Tampere dan Universitas Aalto, Finlandia, kini telah menunjukkan bahwa persepsi pada tubuh telanjang terdorong pada tahap awal pemrosesan visual.

Dalam studi tersebut, para relawan ditunjuki gambar-gambar pria dan wanita di mana model-modelnya mengenakan pakaian sehari-hari, baik pakaian normal atau pakaian renang, atau yang telanjang. Pada saat yang sama, respon otak visual direkam dari aktivitas listrik otak para peserta. Metode ini memungkinkan para peneliti untuk menyelidiki tahap awal pengolahan informasi visual.

Amplitudo respon awal otak visual (respon "N170") pada berbagai jenis gambar yang menunjukkan tubuh manusia. Bar pada gambar mewakili seberapa kuat respon yang ditimbulkan oleh gambar-gambar tubuh. (Kredit: PLoS ONE)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dalam waktu kurang dari 0,2 detik, otak memproses gambar tubuh telanjang dengan lebih efisien dibandingkan pada gambar tubuh berpakaian.

Saat para peneliti mengurangi pakaian pada gambar model yang berpakaian, pengolahan informasi pun mengalami peningkatan. Hasilnya, respon otak yang terkuat adalah pada saat para peserta melihat foto-foto tubuh telanjang, terkuat kedua adalah saat melihat tubuh berpakaian renang, dan yang terlemah adalah saat melihat tubuh berpakaian lengkap. Respon otak para peserta pria lebih kuat saat melihat tubuh wanita telanjang daripada laki-laki telanjang, sedangkan respon otak peserta perempuan tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin tubuh.

Hasil riset ini menunjukkan bahwa otak meningkatkan pengolahan sinyal-sinyal gairah seksual. Selain respon otak, evaluasi-diri para peserta serta pengukuran-pengukuran yang merefleksikan aktivasi sistem saraf otonom ternyata sesuai dengan harapan, menunjukkan bahwa gambar-gambar telanjang lebih membangkitkan gairah dibandingkan jenis gambar lainnya. Proses cepat sinyal seksual mungkin memainkan peran dalam reproduksi, dan memastikan persepsi efisien pada mitra pasangan potensial dalam lingkungan.

Kredit: Academy of Finland
Jurnal: Hietanen JK, Nummenmaa L. The Naked Truth: The Face and Body Sensitive N170 Response Is Enhanced for Nude Bodies. PLoS ONE, 16 November 2011, 6(11): e24408. DOI: 10.1371/journal.pone.0024408

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.